Resources / Blog /

Pajak

Contoh Biaya Tetap dalam Perusahaan: Pengertian, Rumus, dan Perbandingan dengan Biaya Variabel

Biaya tetap adalah komponen penting dalam perencanaan keuangan bisnis. Memahami biaya tetap membantu pengusaha menentukan harga jual minimum, menghitung titik impas (BEP), dan membuat keputusan investasi yang tepat. Artikel ini memberikan contoh biaya tetap yang konkret dengan angka nyata, rumus perhitungan, dan perbandingan lengkap dengan biaya variabel dan semi-variabel.

Jawaban Singkat: Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah meski volume produksi atau penjualan naik atau turun. Contoh biaya tetap: sewa kantor Rp5 juta/bulan, gaji tetap staf Rp8 juta/bulan, penyusutan mesin Rp2 juta/bulan, premi asuransi Rp1,5 juta/bulan, dan biaya lisensi software Rp500 ribu/bulan — semua tetap sama apakah perusahaan memproduksi 100 atau 1.000 unit.

Apa Itu Biaya Tetap?

Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang harus dikeluarkan perusahaan secara rutin dalam jumlah tetap, terlepas dari tingkat aktivitas atau volume produksi. Ciri khas biaya tetap:

  • Tidak berubah meski produksi nol atau maksimum
  • Harus dibayar bahkan saat perusahaan tidak beroperasi
  • Biaya per unit berkurang seiring meningkatnya produksi (economies of scale)
  • Umumnya bersifat kontraktual (sewa, cicilan, kontrak asuransi)

10+ Contoh Biaya Tetap dengan Angka Nyata

No. Jenis Biaya Contoh Besaran Keterangan
1 Sewa kantor/gudang Rp5.000.000/bulan Tetap meski kantor sepi atau penuh
2 Gaji tetap karyawan Rp8.000.000/orang/bulan Gaji pokok dan tunjangan tetap
3 Penyusutan mesin Rp2.000.000/bulan Berdasarkan masa manfaat aktiva tetap
4 Premi asuransi Rp1.500.000/bulan Asuransi properti, kesehatan karyawan
5 Biaya lisensi software Rp500.000/bulan Akuntansi, CRM, atau desain
6 Cicilan kredit/leasing Rp3.500.000/bulan Kendaraan operasional, mesin produksi
7 Internet dan telepon kantor Rp750.000/bulan Paket tetap, bukan pemakaian
8 Biaya keamanan (satpam) Rp4.000.000/bulan Kontrak jasa keamanan
9 Iuran dan langganan bisnis Rp200.000/bulan Keanggotaan asosiasi, marketplace fee tetap
10 Biaya audit/akuntan publik Rp5.000.000/tahun Retainer tahunan, bukan per jam
11 Sewa peralatan (rental tetap) Rp2.500.000/bulan Kontrak sewa mesin fotokopi, genset
12 Biaya domain dan hosting Rp150.000/bulan Website perusahaan

Rumus Biaya Tetap

Rumus Biaya Tetap Per Unit

Meskipun total biaya tetap tidak berubah, biaya tetap per unit berubah seiring volume produksi:

Biaya Tetap Per Unit = Total Biaya Tetap ÷ Volume Produksi

Contoh: Jika total biaya tetap perusahaan Rp20 juta/bulan:

  • Produksi 1.000 unit → Biaya tetap per unit = Rp20.000
  • Produksi 2.000 unit → Biaya tetap per unit = Rp10.000
  • Produksi 5.000 unit → Biaya tetap per unit = Rp4.000

Ini adalah konsep operating leverage — semakin tinggi produksi, semakin rendah kontribusi biaya tetap per unit, sehingga margin keuntungan meningkat.

Rumus Total Biaya (Total Cost)

Total Biaya = Biaya Tetap + Biaya Variabel

TC = FC + (VC per unit × Volume Produksi)

Tiga Jenis Biaya: Tetap, Variabel, dan Semi-Variabel

Aspek Biaya Tetap Biaya Variabel Biaya Semi-Variabel
Definisi Tidak berubah dengan volume Berubah proporsional dengan volume Punya komponen tetap + variabel
Contoh Sewa, gaji pokok, penyusutan Bahan baku, komisi penjualan, ongkir Listrik (ada beban minimum + pemakaian), gaji + lembur
Saat produksi = 0 Tetap ada Nol Hanya komponen tetapnya
Saat produksi naik Sama (total) Naik proporsional Naik sebagian
Per unit saat volume naik Turun Sama Turun (komponen tetapnya)

Jenis-Jenis Biaya Tetap

Committed Fixed Cost (Biaya Tetap Komited)

Biaya tetap yang timbul dari keputusan jangka panjang dan tidak bisa dihindari dalam jangka pendek, meskipun produksi berhenti. Contoh: penyusutan gedung, cicilan kredit pemilikan properti, kontrak sewa jangka panjang.

Discretionary Fixed Cost (Biaya Tetap Diskresioner)

Biaya tetap yang ditentukan oleh kebijakan manajemen dan bisa dikurangi atau dihilangkan jika diperlukan. Contoh: biaya iklan tetap, program pelatihan karyawan, biaya riset dan pengembangan, sponsor rutin.

Cara Menghitung Titik Impas (BEP) Menggunakan Biaya Tetap

Break-Even Point (BEP) adalah titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya — perusahaan tidak untung, tidak rugi. BEP sangat bergantung pada biaya tetap.

Rumus BEP dalam Unit

BEP (Unit) = Total Biaya Tetap ÷ (Harga Jual Per Unit − Biaya Variabel Per Unit)

Contoh:

  • Total biaya tetap: Rp20.000.000/bulan
  • Harga jual per unit: Rp50.000
  • Biaya variabel per unit: Rp30.000
  • Contribution Margin per unit = Rp50.000 − Rp30.000 = Rp20.000
  • BEP = Rp20.000.000 ÷ Rp20.000 = 1.000 unit

Artinya, perusahaan harus menjual minimal 1.000 unit per bulan untuk menutup semua biaya.

Rumus BEP dalam Rupiah

BEP (Rp) = Total Biaya Tetap ÷ Contribution Margin Ratio

CM Ratio = (Harga Jual − Biaya Variabel) ÷ Harga Jual = Rp20.000 ÷ Rp50.000 = 40%

BEP (Rp) = Rp20.000.000 ÷ 40% = Rp50.000.000

Biaya Tetap dan Implikasinya terhadap Laporan Keuangan dan Pajak

Dari perspektif pajak dan akuntansi, biaya tetap memiliki beberapa implikasi penting:

Penyusutan sebagai Biaya Tetap Fiskal

Penyusutan aktiva tetap adalah biaya tetap yang diakui secara akuntansi maupun fiskal. Berdasarkan Pasal 11 UU PPh, aktiva tetap disusutkan menggunakan metode garis lurus atau saldo menurun sesuai kelompok aktiva. Penyusutan fiskal bisa berbeda dengan penyusutan komersial — selisihnya menjadi koreksi fiskal dalam SPT.

Sewa sebagai Biaya yang Dapat Dikurangkan

Biaya sewa kantor atau gudang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto (Pasal 6 UU PPh) asalkan berhubungan dengan kegiatan usaha. Sewa yang dipotong PPh 23 (2%) oleh penyewa harus dilaporkan dan dikreditkan dengan benar.

Gaji Tetap dan PPh 21

Gaji tetap karyawan adalah biaya yang dapat dikurangkan bagi perusahaan. Perusahaan wajib memotong PPh 21 atas gaji karyawan dan menyetorkannya ke DJP setiap bulan. Gaji yang dilaporkan dalam SPT PPh Badan harus konsisten dengan SPT PPh 21 yang disampaikan.

Share

Related articles