Retur Penjualan dan Retur Pembelian dalam Transaksi Jual Beli

Retur Penjualan dan Retur Pembelian dalam Transaksi Jual Beli

Retur atau pengembalian barang adalah hal yang biasa terjadi dalam transaksi jual beli. Retur pembelian terjadi ketika pihak pembeli mengembalikan barang karena rusak atau tidak sesuai spesifikasi, sedangkan retur penjualan terjadi ketika pihak pembeli mengembalikan barang yang tidak sesuai atau rusak. Kedua jenis retur ini mempengaruhi pencatatan laporan keuangan dan ada sanksi hukum jika ada kesengajaan pengiriman barang yang rusak atau salah.

Penyebab Error ETAX-40001 e-Faktur dan Solusinya

Terdapat beberapa jenis error yang kadang ditemukan pada saat menggunakan aplikasi e-Faktur DJP, salah satunya adalah error ETAX-40001. Umumnya, error ini terjadi lantaran masalah pada server ETaxInvoice atau adanya virus pada komputer/laptop yang digunakan.

Supplier: Definisi, Fungsi, dan Perbedaanya dengan Vendor

Supplier atau pemasok/penyuplai bertugas memasok bahan mentah pada perusahaan besar untuk kemudian diolah menjadi barang dan jasa. Namun terkadang, supplier sering disamakan dengan vendor, yang sebenarnya keduanya merupakan peran dengan tugas berbeda. Simak penjelasannya di artikel ini.

5 Hal Tentang Proforma Invoice & Perbedaanya dengan Invoice

Proforma invoice merupakan salah satu jenis invoice yang umum digunakan sebagai faktur sementara dalam suatu transaksi bisnis. Perbedaannya dengan invoice adalah faktur proforma berisikan informasi transaksi yang dikirimkan sebelum pengiriman barang atau pemberian jasa dilakukan.

Solusi Lupa Kode Aktivasi e-Faktur

Kode aktivasi e-Faktur dan Solusinya Bila PKP Lupa Kode Aktivasi

Kode aktivasi e-Faktur merupakan rangkaian huruf dan angka yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada pengusaha kena pajak (PKP) untuk mengaktivasi e-Faktur desktop. Untuk mendapatkan kode ini, PKP harus membuat surat permintaan dan mengirimkannya ke DJP.

Mengenal Fungsi KLU Pajak serta Klasifikasinya

Kode Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) digunakan untuk mengklasifikasikan kegiatan usaha untuk keperluan statistik dan administratif. Sistem KLU terdiri dari kode 5 digit. Ini memberikan kategorisasi bidang bisnis yang komprehensif dan terperinci, termasuk kegiatan manufaktur, jasa, perdagangan dan keuangan. Sistem KLU diperbarui secara berkala untuk memastikannya tetap relevan dan komprehensif.