Resources / Blog / Invoice Financing

Anjak Piutang Adalah: Definisi, Cara Kerja, dan Pihak yang Terlibat

Anjak piutang adalah cara mendapatkan dana lebih cepat dari piutang usaha yang belum jatuh tempo. Artikel ini membahas definisi, cara kerja, jenis, manfaat, risiko, hingga langkah penerapannya untuk UMKM.

anjak piutang adalah

Anjak piutang adalah skema pembiayaan di mana perusahaan menjual atau mengalihkan piutang dagang (tagihan yang belum dibayar pelanggan) kepada pihak lain agar bisnis bisa memperoleh dana lebih cepat. Bagi banyak pelaku usaha, terutama yang menjual secara tempo, tantangan terbesar bukan omzet, melainkan kapan uang benar-benar masuk. Di sinilah anjak piutang sering menjadi solusi untuk merapikan arus kas tanpa harus menunggu jatuh tempo.

Agar Anda bisa menilai apakah strategi ini cocok, mari bahas dari dasar: pengertian, pihak yang terlibat, cara kerja, jenis-jenisnya, sampai risiko dan tips menerapkannya dengan aman.

Anjak Piutang Adalah Apa

Memahami definisi secara sederhana akan membantu Anda membedakan anjak piutang dari pinjaman biasa.

Secara praktis, anjak piutang adalah proses pengalihan piutang usaha (invoice) kepada perusahaan anjak piutang (factor) untuk mendapatkan pencairan dana lebih cepat. Setelah dialihkan, pihak factor akan menagih pembayaran ke pelanggan (debitur) sesuai kesepakatan, lalu menyelesaikan sisa pembayaran kepada bisnis Anda setelah dipotong biaya layanan.

Yang perlu digarisbawahi: anjak piutang berfokus pada kualitas invoice dan kemampuan bayar pelanggan, bukan semata-mata kondisi keuangan Anda seperti pada kredit konvensional.

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Anjak Piutang

Sebelum masuk ke alurnya, penting memahami siapa melakukan apa dalam skema ini.

Dalam praktiknya, terdapat tiga pihak utama:

  1. Penjual piutang (klien/supplier): Ini adalah bisnis Anda yang memiliki invoice kepada pelanggan dan ingin mempercepat penerimaan dana.
  2. Perusahaan anjak piutang (factor):  Pihak yang membeli atau menerima pengalihan piutang, menyalurkan dana di awal, dan mengelola penagihan sesuai perjanjian.
  3. Pelanggan/debitur: Pihak yang berutang (harus membayar invoice). Pada skema tertentu, debitur akan diberi tahu bahwa pembayaran dialihkan kepada factor.

Dengan memahami peran masing-masing, Anda bisa lebih mudah menilai dampak anjak piutang terhadap hubungan bisnis dengan pelanggan.

Cara Kerja Anjak Piutang dari Awal sampai Dana Cair

Setelah mengetahui pihaknya, mari lihat alur kerja yang umum terjadi agar Anda bisa membayangkan prosesnya di lapangan.

Secara garis besar, cara kerja anjak piutang adalah sebagai berikut:

  1. Bisnis menerbitkan invoice kepada pelanggan. Misalnya Anda menjual barang/jasa dengan termin pembayaran 30–60 hari.
  2. Bisnis mengajukan invoice untuk anjak piutang. Anda mengirimkan dokumen pendukung seperti invoice, PO/kontrak, bukti serah terima, dan data debitur.
  3. Factor melakukan penilaian (assessment). Yang dinilai biasanya mencakup validitas invoice, risiko gagal bayar, serta reputasi/riwayat pembayaran debitur.
  4. Pencairan dana di awal (advance). Jika disetujui, factor mencairkan sebagian besar nilai invoice (misalnya 70–90%) lebih cepat.
  5. Penagihan pembayaran invoice. Saat jatuh tempo, debitur membayar invoice. Pembayaran bisa ke factor (umumnya) atau ke klien (tergantung skema).
  6. Pelunasan sisa dana (settlement). Setelah debitur membayar, factor membayarkan sisa nilai invoice kepada bisnis Anda setelah dipotong biaya (fee) dan biaya lain yang disepakati.

Alur ini membuat arus kas Anda lebih stabil, terutama saat bisnis sedang bertumbuh dan membutuhkan modal kerja untuk produksi, operasional, atau pembelian stok.

Jenis-Jenis Anjak Piutang yang Perlu Anda Kenali

Tidak semua anjak piutang memiliki mekanisme yang sama. Mengenali jenisnya membantu Anda memilih skema yang paling sesuai.

Berikut beberapa jenis yang paling umum:

1. Dengan Pemberitahuan (Disclosed Factoring)

Pada jenis ini, pelanggan/debitur diberi tahu bahwa pembayaran invoice dialihkan kepada factor. Biasanya debitur membayar langsung ke rekening factor.

Kelebihannya, proses penagihan cenderung lebih jelas dan terkontrol. Namun, sebagian bisnis mempertimbangkan dampaknya terhadap persepsi pelanggan, terutama bila komunikasi tidak dikelola dengan baik.

2. Tanpa Pemberitahuan (Undisclosed Factoring)

Pada skema ini, pelanggan tidak selalu diberi tahu secara eksplisit. Pembayaran invoice bisa tetap melalui mekanisme yang disepakati (misalnya tetap ke klien, lalu diteruskan).

Jenis ini terasa lebih “halus” dari sisi relasi pelanggan, tetapi biasanya memiliki persyaratan yang lebih ketat karena factor perlu kontrol risiko yang cukup.

3. Dengan Penjaminan (Non-Recourse)

Jika debitur gagal bayar karena alasan tertentu sesuai perjanjian, risiko bisa lebih banyak ditanggung factor. Ini memberi perlindungan tambahan bagi bisnis, tetapi biaya layanan umumnya lebih tinggi karena risiko factor lebih besar.

4. Tanpa Penjaminan (Recourse)

Jika debitur gagal bayar, bisnis Anda bisa diminta menanggung kembali kewajiban tertentu. Biayanya sering lebih rendah, tetapi Anda perlu manajemen risiko yang lebih disiplin terhadap kualitas pelanggan.

Memilih jenis anjak piutang sebaiknya disesuaikan dengan profil pelanggan, margin usaha, dan kebutuhan kontrol atas proses penagihan.

Manfaat Anjak Piutang untuk UMKM dan Perusahaan Berkembang

Setelah memahami jenisnya, mari lihat manfaatnya secara konkret. Ini penting agar Anda bisa mengukur “nilai” yang Anda dapat dibanding biayanya.

Beberapa manfaat utama anjak piutang adalah:

  1. Mempercepat arus kas tanpa menunggu jatuh tempo. Anda bisa membayar supplier, gaji, dan biaya operasional tepat waktu meski penjualan Anda berbasis tempo.
  2. Modal kerja lebih fleksibel saat order meningkat. Ketika pesanan masuk besar-besaran, kebutuhan produksi biasanya naik. Anjak piutang membantu menutup jeda antara pengiriman barang dan pembayaran.
  3. Mengurangi tekanan pinjaman tradisional. Karena fokusnya pada invoice dan debitur, sebagian bisnis merasa lebih realistis dibanding kredit yang mensyaratkan agunan atau proses panjang.
  4. Pengelolaan piutang lebih tertata. Banyak penyedia factoring juga menawarkan dukungan administrasi penagihan, sehingga tim Anda bisa fokus pada penjualan dan operasional.
  5. Membantu menjaga kesehatan cash flow. Arus kas yang lancar sering kali menjadi pembeda antara bisnis yang bertahan dan bisnis yang tersendat, meskipun omzet terlihat bagus.

Manfaat ini akan terasa maksimal jika Anda menggunakan anjak piutang untuk invoice yang sehat, bukan untuk menutup masalah penagihan yang sebenarnya sudah “macet”.

Risiko dan Hal yang Perlu Diwaspadai

Setiap solusi pembiayaan memiliki konsekuensi. Bagian ini penting agar keputusan Anda tidak hanya didorong kebutuhan dana cepat.

Risiko yang perlu Anda pertimbangkan antara lain:

  1. Biaya layanan dan potongan (fee) mengurangi margin. Jika margin keuntungan Anda tipis, potongan fee bisa terasa berat. Karena itu, hitung dampaknya pada profit per invoice.
  2. Dampak terhadap hubungan dengan pelanggan. Pada skema disclosed, pelanggan tahu ada pihak ketiga yang menagih. Jika komunikasinya kurang baik, bisa menimbulkan salah paham.
  3. Ketergantungan pada pembiayaan invoice. Bila terlalu sering digunakan tanpa strategi perbaikan cash conversion cycle, bisnis bisa “terbiasa” bergantung pada pencairan cepat.
  4. Risiko recourse pada gagal bayar. Jika Anda memilih skema recourse, Anda tetap perlu siap apabila debitur telat atau gagal bayar sesuai ketentuan.

Cara terbaik mengelola risiko adalah memastikan Anda memahami perjanjian, struktur biaya, dan memilih invoice dari pelanggan yang rekam jejak pembayarannya jelas.

Kapan Anjak Piutang Cocok Digunakan

Tidak semua situasi membutuhkan anjak piutang. Mengetahui kapan tepat digunakan akan membuat strategi ini lebih efektif.

Anjak piutang biasanya cocok jika:

  • Anda memiliki penjualan tempo (B2B) dengan termin 30–90 hari.
  • Bisnis sedang tumbuh dan butuh modal kerja cepat untuk memenuhi order.
  • Anda punya invoice yang valid, didukung dokumen lengkap, dan pelanggan kredibel.
  • Anda ingin menstabilkan cash flow tanpa menambah beban cicilan jangka panjang.

Sebaliknya, jika invoice Anda banyak sengketa (dispute), dokumen tidak rapi, atau pelanggan sering menunggak tanpa alasan jelas, anjak piutang bisa lebih sulit disetujui atau biayanya menjadi lebih tinggi.

Cara Memulai Anjak Piutang Secara Aman

Agar penerapannya tidak menimbulkan masalah baru, Anda perlu langkah yang rapi sejak awal.

Berikut langkah praktis yang bisa Anda ikuti:

  1. Rapikan administrasi invoice dan bukti transaksi. Pastikan invoice, PO/kontrak, dan bukti serah terima terdokumentasi jelas agar proses verifikasi lebih cepat.
  2. Pilih pelanggan yang punya reputasi pembayaran baik. Gunakan anjak piutang untuk invoice yang kualitasnya bagus. Ini biasanya mempercepat approval dan menekan biaya risiko.
  3. Bandingkan skema biaya dan ketentuan. Perhatikan komponen seperti fee layanan, tenor, persentase pencairan awal, serta ketentuan jika terjadi dispute atau keterlambatan bayar.
  4. Siapkan komunikasi dengan pelanggan. Jika skema Anda disclosed, sampaikan dengan bahasa profesional bahwa ini bagian dari pengelolaan keuangan perusahaan, bukan karena bisnis bermasalah.
  5. Gunakan sebagai alat manajemen cash flow, bukan tambalan. Idealnya, anjak piutang membantu Anda bertumbuh sambil memperbaiki siklus penagihan dan perencanaan kas.

Langkah-langkah ini akan membantu Anda mendapatkan manfaat maksimal tanpa mengorbankan relasi bisnis atau profitabilitas.

Anjak piutang adalah solusi pendanaan berbasis invoice yang dapat membantu bisnis mempercepat arus kas, menjaga operasional tetap lancar, dan menangkap peluang pertumbuhan tanpa harus menunggu pembayaran jatuh tempo. Namun, seperti strategi keuangan lainnya, efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas piutang, pemahaman skema, serta perhitungan biaya terhadap margin.

Untuk membantu bisnis menjaga kelancaran keuangan tanpa mengganggu kepatuhan pajak, invoice financing dapat menjadi solusi yang relevan. Melalui fasilitas invoice financing dari OnlinePajak, perusahaan dapat memperoleh pendanaan dari invoice yang belum jatuh tempo, sehingga kewajiban pajak tetap dapat dipenuhi tepat waktu tanpa harus menunggu pembayaran dari pelanggan.

Bagaimana cara mengajukannya? Apa saja syarat-syaratnya? Hubungi sales OnlinePajak sekarang untuk informasi selengkapnya.

Tidak hanya solusi pendanaan, OnlinePajak menghadirkan sejumlah fitur dan layanan yang mempermudah pelaku usaha untuk mengelola transaksi dan perpajakan usaha sehingga arus kas berjalan lancar, proses bisnis menjadi lebih optimal, dan pertumbuhan usaha menjadi lebih baik. Daftar sekarang untuk mulai menggunakan OnlinePajak sebagai aplikasi bisnis Anda.

Kelola pajak bisnis Anda lebih mudah, aman, dan terencana bersama OnlinePajak. Mulai sekarang, jadikan strategi penghematan pajak sebagai bagian dari pertumbuhan bisnis Anda.

Reading: Anjak Piutang Adalah: Definisi, Cara Kerja, dan Pihak yang Terlibat