Resources / Blog /

Bisnis

Cara Menulis Kwitansi yang Baik dan Benar

Cara mengisi kwitansi

Kwitansi adalah dokumen bukti penerimaan pembayaran yang ditandatangani oleh penerima dan diserahkan kepada pemberi uang sebagai tanda bahwa transaksi telah selesai. Berbeda dengan invoice yang diterbitkan sebelum pembayaran, kwitansi diterbitkan setelah uang diterima — menjadikannya bukti sah yang penting untuk pencatatan keuangan, audit, dan penyelesaian sengketa.

Panduan ini menjelaskan cara menulis kwitansi yang benar, komponen wajibnya, aturan penggunaan materai, contoh isian, hingga kesalahan umum yang harus dihindari.

Komponen Wajib dalam Kwitansi

Sebelum menulis kwitansi, pastikan kamu memahami elemen-elemen berikut yang harus ada di setiap kwitansi yang sah:

Komponen Keterangan
Nomor Kwitansi Urutan nomor unik untuk identifikasi transaksi. Contoh: 012/KWT/IX/2024
Tanggal Transaksi Tanggal kapan pembayaran diterima, bukan tanggal dokumen dibuat.
Nama Pemberi Uang Nama lengkap atau nama perusahaan pemberi uang, tidak boleh disingkat.
Jumlah Uang (Terbilang) Nominal ditulis dalam kalimat. Contoh: Tujuh Ratus Ribu Rupiah.
Jumlah Uang (Angka) Nominal dalam format Rupiah. Contoh: Rp700.000.
Tujuan Pembayaran Keterangan jelas mengenai tujuan pembayaran.
Tanda Tangan & Cap Tanda tangan penerima uang, dapat dilengkapi cap/stempel perusahaan.
Materai Wajib untuk transaksi di atas Rp5.000.000 sesuai UU No. 10 Tahun 2020.

Cara Menulis Kwitansi yang Benar: 6 Langkah

1. Isi Nomor Kwitansi dan Tanggal Transaksi

Nomor kwitansi berfungsi untuk membedakan satu transaksi dari transaksi lainnya sehingga mudah ditelusuri saat diarsipkan. Gunakan format yang konsisten, misalnya 012/KWT/IX/2024 untuk transaksi ke-12 di bulan September 2024. Tanggal harus mencerminkan tanggal aktual uang diterima.

2. Tulis Nama Pemberi Uang Secara Lengkap

Di bagian “Telah terima dari”, tulis nama lengkap sesuai identitas resmi. Jika pemberi uang adalah perusahaan, tulis nama badan usaha secara lengkap. Jangan disingkat karena nama yang tidak sesuai dapat membatalkan keabsahan kwitansi.

3. Tulis Jumlah Uang dalam Format Terbilang

Penulisan nominal dalam kalimat bertujuan mencegah manipulasi angka.

  • Rp500.000 → Lima Ratus Ribu Rupiah
  • Rp1.500.000 → Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah
  • Rp7.250.000 → Tujuh Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah

Awali dengan huruf kapital dan akhiri dengan kata “Rupiah”.

4. Tuliskan Tujuan Pembayaran Secara Spesifik

Jangan hanya menulis “pembayaran”. Tuliskan tujuan transaksi secara rinci.

  • Pembayaran sewa tempat usaha untuk bulan Oktober 2024
  • Pembayaran pembelian 50 unit barang elektronik model XYZ
  • Pembayaran jasa konsultasi akuntansi periode Agustus–September 2024

5. Tulis Nominal Angka di Kolom Total

Di bagian bawah kwitansi, cantumkan nominal dalam angka dan pastikan nilainya sama dengan yang ditulis secara terbilang.

6. Bubuhkan Tanda Tangan, Cap, dan Materai

Tanda tangan penerima uang wajib ada. Tambahkan cap perusahaan untuk transaksi bisnis. Untuk transaksi di atas Rp5.000.000, tempelkan materai Rp10.000 sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapan Kwitansi Harus Menggunakan Materai?

Penting:

Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai, kwitansi yang menyebutkan penerimaan uang atau pengakuan utang dengan nominal lebih dari Rp5.000.000 wajib dibubuhi materai Rp10.000.

Selain kwitansi di atas Rp5 juta, materai Rp10.000 juga berlaku untuk:

  • Surat pernyataan, surat keterangan, dan surat perjanjian
  • Akta notaris beserta grosse, kutipan, dan salinannya
  • Dokumen transaksi surat berharga
  • Dokumen lelang
  • Dokumen lain yang ditetapkan pemerintah
Catatan:

Kwitansi di bawah Rp5.000.000 tidak wajib bermaterai, tetapi tetap sah sebagai bukti transaksi apabila memuat informasi lengkap dan ditandatangani para pihak.

Contoh Kwitansi yang Sudah Diisi

Contoh 1 — Kwitansi Pembayaran Jasa

Nomor Kwitansi 045/KWT/VI/2024
Tanggal 8 Juni 2024
Telah terima dari Budi Santoso
Jumlah uang (terbilang) Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah
Total Rp2.500.000
Untuk keperluan Pembayaran jasa desain grafis logo perusahaan PT Maju Sejahtera
Materai Opsional karena nominal di bawah Rp5.000.000
Tanda tangan Andi Wijaya (Penerima)

Contoh 2 — Kwitansi Pembelian Barang

Nomor Kwitansi 089/KWT/IX/2024
Tanggal 15 September 2024
Telah terima dari PT Sinar Nusantara
Jumlah uang (terbilang) Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah
Total Rp7.500.000
Untuk keperluan Pembayaran pembelian 30 unit laptop model ABC-15 untuk kantor
Materai Wajib Rp10.000
Tanda tangan Rini Kurniawati + Cap Perusahaan

Perbedaan Kwitansi dan Invoice

Aspek Kwitansi Invoice
Waktu penerbitan Setelah pembayaran diterima Sebelum pembayaran dilakukan
Fungsi Bukti penerimaan uang Tagihan pembayaran
Penerbit Penerima uang Penjual/vendor
Status transaksi Sudah selesai Belum selesai

Kwitansi Manual vs Kwitansi Digital

Aspek Manual Digital
Media Kertas Aplikasi atau platform digital
Risiko kehilangan Tinggi Rendah
Pencarian arsip Sulit Mudah
Integrasi akuntansi Tidak ada Terintegrasi
Keabsahan hukum Sah jika lengkap dan ditandatangani Sah jika memenuhi persyaratan hukum

Kesalahan Umum Saat Menulis Kwitansi

Kesalahan Dampak & Solusi
Nominal hanya ditulis angka Rentan manipulasi, tulis juga dalam format terbilang.
Nama pemberi uang disingkat Berpotensi tidak diakui secara hukum.
Tujuan pembayaran terlalu umum Menimbulkan ambiguitas.
Tidak ada nomor kwitansi Sulit ditelusuri saat audit.
Tidak ada tanda tangan Kwitansi menjadi tidak sah.
Nominal di atas Rp5 juta tanpa materai Melemahkan kekuatan pembuktian dokumen.
Terbilang tidak sesuai nominal Dapat memicu sengketa.

FAQ — Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Kwitansi

Apakah kwitansi harus menggunakan materai?

Tidak selalu. Materai Rp10.000 hanya wajib untuk kwitansi dengan nominal di atas Rp5.000.000 sesuai UU No. 10 Tahun 2020.

Berapa batas nominal kwitansi yang wajib bermaterai?

Rp5.000.000. Dokumen penerimaan uang dengan nilai di atas jumlah tersebut wajib dibubuhi materai Rp10.000.

Apa perbedaan kwitansi dan invoice?

Kwitansi diterbitkan setelah pembayaran diterima, sedangkan invoice diterbitkan sebelum pembayaran sebagai tagihan.

Apakah kwitansi digital sah secara hukum?

Ya. Kwitansi digital sah selama memuat seluruh komponen wajib dan ditandatangani secara sah, termasuk dengan tanda tangan elektronik yang diakui.

Bagaimana cara menulis nominal uang terbilang yang benar?

Tulis menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang benar, diawali huruf kapital, dan diakhiri dengan kata “Rupiah”.

Apa saja komponen wajib dalam kwitansi yang sah?

Nomor kwitansi, tanggal transaksi, nama pemberi uang, nominal terbilang dan angka, tujuan pembayaran, serta tanda tangan penerima.

Apakah kwitansi perlu cap perusahaan?

Tidak wajib secara hukum, tetapi sangat disarankan untuk transaksi bisnis karena meningkatkan kredibilitas dokumen.

Share

Related articles