Dalam akuntansi dan manajemen aset, equipment adalah salah satu komponen aktiva tetap yang paling berdampak pada laporan keuangan — terutama melalui biaya penyusutan yang mempengaruhi laba operasional dan penghematan pajak.
Equipment adalah peralatan atau aset tetap berwujud yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Berdasarkan PSAK 16, equipment dikategorikan sebagai aset tetap (property, plant, and equipment / PP&E) — dicatat sebesar biaya historis dan disusutkan secara berkala. Penyusutan equipment dapat dikurangkan sebagai biaya fiskal dalam menghitung PPh Badan.
Apa Itu Equipment dalam Akuntansi?
Equipment dalam akuntansi merujuk pada peralatan berwujud yang memenuhi kriteria aset tetap: dimiliki perusahaan, digunakan dalam produksi atau penyediaan jasa, diperkirakan digunakan lebih dari satu tahun, dan memiliki nilai di atas ambang kapitalisasi yang ditetapkan perusahaan.
Contoh equipment umum: komputer dan server, mesin produksi, kendaraan operasional, alat ukur dan laboratorium, furniture kantor, peralatan medis, alat berat konstruksi.
PSAK 16: Klasifikasi Equipment sebagai Aset Tetap
PSAK 16 (Aset Tetap) mengatur pengakuan, pengukuran, dan pelaporan aset tetap termasuk equipment.
Kriteria Pengakuan: Besar kemungkinan manfaat ekonomi di masa depan akan mengalir ke entitas, dan biaya perolehan dapat diukur secara andal.
Pengukuran Awal: Equipment diakui sebesar biaya perolehan, mencakup harga beli + bea masuk + pajak tidak dapat dikembalikan + biaya instalasi + biaya uji coba.
PSAK 16 mengizinkan dua model pengukuran setelah pengakuan: Cost Model (biaya historis dikurangi akumulasi penyusutan — paling umum) dan Revaluation Model (dinilai kembali berdasarkan nilai wajar secara periodik).
Equipment Besar vs Equipment Kecil
| Kategori | Ambang Nilai (contoh) | Perlakuan Akuntansi |
|---|---|---|
| Equipment Besar / Kapitalisasi | Di atas Rp5.000.000–Rp10.000.000 (tergantung kebijakan) | Dicatat sebagai aset tetap, disusutkan |
| Equipment Kecil / Supplies | Di bawah ambang kapitalisasi | Dibebankan langsung sebagai biaya di periode pembelian |
Metode Penyusutan Equipment
1. Metode Garis Lurus (Straight-Line Method)
Rumus: Penyusutan Tahunan = (Harga Perolehan − Nilai Sisa) ÷ Masa Manfaat (tahun)
Contoh: Komputer dibeli Rp30.000.000, nilai sisa Rp0, masa manfaat 4 tahun.
Penyusutan per tahun = Rp30.000.000 ÷ 4 = Rp7.500.000/tahun
| Tahun | Nilai Buku Awal | Penyusutan | Akumulasi Penyusutan | Nilai Buku Akhir |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Rp30.000.000 | Rp7.500.000 | Rp7.500.000 | Rp22.500.000 |
| 2 | Rp22.500.000 | Rp7.500.000 | Rp15.000.000 | Rp15.000.000 |
| 3 | Rp15.000.000 | Rp7.500.000 | Rp22.500.000 | Rp7.500.000 |
| 4 | Rp7.500.000 | Rp7.500.000 | Rp30.000.000 | Rp0 |
2. Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method)
Rumus: Penyusutan Tahun ke-n = Tarif × Nilai Buku Awal Tahun ke-n
Contoh (tarif 50% — kelompok 2 saldo menurun): Mesin Rp100.000.000.
Tahun 1: 50% × Rp100.000.000 = Rp50.000.000 | Nilai buku: Rp50.000.000
Tahun 2: 50% × Rp50.000.000 = Rp25.000.000 | Nilai buku: Rp25.000.000
Tahun 3: 50% × Rp25.000.000 = Rp12.500.000 | Nilai buku: Rp12.500.000
Penyusutan Fiskal Equipment — Kelompok Harta DJP
| Kelompok Harta | Masa Manfaat | Tarif Garis Lurus | Tarif Saldo Menurun | Contoh Equipment |
|---|---|---|---|---|
| Kelompok 1 | 4 tahun | 25% | 50% | Komputer, printer, kamera, alat kecil |
| Kelompok 2 | 8 tahun | 12,5% | 25% | Mesin produksi, kendaraan, server |
| Kelompok 3 | 16 tahun | 6,25% | 12,5% | Mesin berat industri, kapal sedang |
| Kelompok 4 | 20 tahun | 5% | 10% | Mesin berat khusus |
Jurnal Akuntansi Equipment
Jurnal Pembelian Equipment (Tunai)
Debit Peralatan (Equipment) Rp30.000.000 Kredit Kas Rp30.000.000
Jurnal Penyusutan Tahunan
Debit Biaya Penyusutan Rp7.500.000 Kredit Akumulasi Penyusutan — Peralatan Rp7.500.000
Jurnal Disposal Equipment (Dijual, nilai buku Rp15jt, dijual Rp18jt)
Debit Kas Rp18.000.000 Debit Akumulasi Penyusutan Rp15.000.000 Kredit Peralatan (Equipment) Rp30.000.000 Kredit Keuntungan Penjualan Aset Rp3.000.000
Perbandingan Equipment vs Supplies
| Aspek | Equipment (Peralatan) | Supplies (Perlengkapan) |
|---|---|---|
| Pengertian | Aset tetap berwujud untuk operasional >1 tahun | Bahan habis pakai untuk operasional sehari-hari |
| Masa penggunaan | Lebih dari 1 tahun | Kurang dari 1 tahun / habis dipakai |
| Perlakuan akuntansi | Dicatat sebagai aktiva tetap, disusutkan | Dicatat sebagai biaya atau persediaan perlengkapan |
| Contoh | Komputer, mesin, kendaraan, peralatan lab | Kertas printer, tinta, baut, sarung tangan medis |
| Dalam neraca | Aktiva tetap (tidak lancar) | Biaya operasional atau persediaan (aktiva lancar) |
| Implikasi pajak | Penyusutan dikurangkan dari PKP secara bertahap | Biaya langsung dikurangkan dari PKP di periode yang sama |
Kelola Aset Tetap dan Pajak Perusahaan dengan OnlinePajak
Pencatatan equipment yang akurat — mulai dari kapitalisasi, penyusutan, hingga disposal — mempengaruhi besarnya beban pajak perusahaan. OnlinePajak membantu perusahaan mengelola pembayaran PPh Badan, pelaporan SPT, dan rekonsiliasi fiskal agar penyusutan equipment tercermin dengan benar dalam kewajiban pajak.