Resources / Blog /

Bisnis

Close Order Artinya: Pengertian, Perbedaan dengan Close PO, dan Status Order di Toko Online

By

Rabbani Haddawi

Saat berbelanja online, Anda mungkin menemukan istilah close order atau close PO di halaman pesanan. Keduanya sering dikira sama, padahal artinya berbeda. Artikel ini menjelaskan close order artinya apa, membedakannya dari close PO, dan membahas semua jenis status order yang perlu Anda ketahui.

Jawaban Singkat: Close order artinya pesanan telah selesai dan ditutup — transaksi sudah diterima pembeli, konfirmasi diberikan, dan tidak ada tindakan lebih lanjut yang diperlukan. Berbeda dengan close PO yang berarti periode pemesanan pre-order telah berakhir dan penjual tidak lagi menerima pesanan baru.

Apa Itu Close Order?

Close order adalah status yang menunjukkan bahwa sebuah pesanan telah diselesaikan secara penuh — barang diterima pembeli, pembayaran diverifikasi, dan tidak ada tindak lanjut yang diperlukan dari kedua pihak. Dalam sistem e-commerce dan ERP (Enterprise Resource Planning), pesanan “ditutup” setelah semua tahap siklus order terpenuhi.

Close order biasanya muncul setelah:

  • Pembeli mengklik tombol “Pesanan Diterima” atau konfirmasi penerimaan barang
  • Batas waktu konfirmasi otomatis berlalu (biasanya 2–3 hari setelah pengiriman)
  • Proses pengembalian barang (retur) selesai dan diselesaikan

Apa Itu Close PO?

Close PO (Close Pre-Order) adalah istilah yang berbeda. PO mengacu pada pre-order — periode pemesanan sebelum produk tersedia atau diproduksi. Ketika penjual menutup periode PO, mereka tidak lagi menerima pesanan baru untuk batch atau gelombang tersebut.

Close PO sering digunakan oleh:

  • Toko fashion yang memproduksi berdasarkan pesanan (made-by-order)
  • Penjual produk handmade atau custom
  • Brand yang merilis produk terbatas (limited edition)
  • Bisnis yang melakukan pengadaan kolektif (group order)

Perbedaan Close Order vs Close PO

Aspek Close Order Close PO (Pre-Order)
Artinya Pesanan selesai/ditutup Periode pemesanan PO ditutup
Siapa yang terpengaruh Pembeli yang sudah pesan Calon pembeli yang ingin memesan
Kapan terjadi Setelah barang diterima Sebelum produk tersedia/diproduksi
Tindakan yang diperlukan Tidak ada (selesai) Tidak bisa memesan lagi di batch ini
Konteks E-commerce, ERP, marketplace Produk terbatas, made-by-order, fashion

Jenis-Jenis Status Order di Toko Online

Selain close order, ada beberapa status pesanan lain yang umum ditemukan di marketplace dan toko online:

1. Open Order (Pesanan Aktif)

Pesanan sudah dibuat dan sedang dalam proses. Pembayaran mungkin sudah diterima, tetapi barang belum dikirim. Status ini menunjukkan ada tindakan yang masih diperlukan dari penjual (mempersiapkan barang) atau pembeli (menunggu pengiriman).

2. Processing (Sedang Diproses)

Penjual sedang memproses pesanan — mengemas barang, menyiapkan dokumen pengiriman, atau menunggu stok tersedia. Pembayaran biasanya sudah dikonfirmasi di tahap ini.

3. Shipped / On Delivery (Dikirim)

Barang sudah diserahkan ke kurir. Pembeli bisa melacak paket menggunakan nomor resi yang diberikan penjual.

4. Delivered (Terkirim)

Kurir mencatat barang sudah diantarkan ke alamat tujuan, tetapi pembeli belum mengonfirmasi penerimaan. Status ini berbeda dari “Close Order” karena konfirmasi pembeli belum ada.

5. Completed / Close Order (Selesai)

Pembeli mengonfirmasi menerima barang dalam kondisi baik. Transaksi dinyatakan selesai. Dana penjual dari escrow marketplace dicairkan.

6. Cancelled (Dibatalkan)

Pesanan dibatalkan sebelum barang dikirim, baik oleh pembeli maupun penjual. Pembayaran dikembalikan ke pembeli (refund).

7. Return / Refund (Pengembalian)

Pembeli mengajukan pengembalian barang karena tidak sesuai, rusak, atau alasan lain yang disetujui marketplace. Proses retur menggantikan status “completed” jika masalah muncul setelah barang diterima.

Close Order dalam Konteks ERP dan Bisnis B2B

Dalam sistem ERP seperti SAP, Oracle, atau Odoo, “close order” memiliki makna yang lebih teknis. Menutup sales order berarti:

  • Semua item dalam order sudah dikirim dan difakturkan
  • Tidak ada sisa pengiriman yang pending
  • Akuntansi untuk order tersebut sudah finalisasi
  • Order tidak bisa diedit atau dimodifikasi lagi

Dalam konteks ini, close order berbeda dari cancel order — close order berarti selesai dengan sukses, sedangkan cancel order berarti dihentikan sebelum selesai.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Close PO?

Jika Anda sebagai pembeli ingin membeli produk yang PO-nya sudah ditutup:

  • Hubungi penjual — tanyakan kapan PO berikutnya dibuka
  • Ikuti media sosial atau newsletter penjual untuk mendapat notifikasi pembukaan PO selanjutnya
  • Masukkan ke wishlist jika marketplace menyediakan fitur notifikasi stok

Jika Anda sebagai penjual menutup PO:

  • Umumkan tanggal close PO dengan jelas di awal periode pemesanan
  • Beritahu calon pembeli yang terlambat tentang jadwal batch berikutnya
  • Segera proses pesanan yang masuk sebelum deadline close PO

Open PO vs Close PO: Perbandingan Lengkap

Kondisi Open PO Close PO
Status pemesanan Masih bisa memesan Tidak bisa memesan lagi
Stok/produksi Belum ditentukan (menunggu pesanan masuk) Sudah dihitung, produksi/pengadaan dimulai
Harga Biasanya lebih murah (insentif pre-order) Tidak berlaku
Waktu pengiriman Lebih lama (menunggu selesai PO) Sudah dijadwalkan

Share

Related articles