Resources / Blog /

Bisnis

Termin Adalah: Pengertian, Jenis, Format Kode Pembayaran, Contoh Konstruksi, dan Cara Hitung Denda

By

Rabbani Haddawi

termin pembayaran

Dalam transaksi bisnis antara penjual dan pembeli — baik untuk jual beli barang maupun kontrak jasa — termin pembayaran adalah salah satu klausul paling kritis yang menentukan arus kas kedua belah pihak.

Quick Answer

Termin adalah kesepakatan pembayaran yang dibagi dalam beberapa tahap sesuai jangka waktu yang disepakati atau berdasarkan pencapaian (milestone) tertentu. Dalam perdagangan, termin ditulis dalam format kode standar seperti n/30, 2/10 n/30, atau EOM. Dalam proyek konstruksi, termin umumnya mengikuti skema 30% DP – 40% pada progress tertentu – 30% pelunasan.

Apa Itu Termin Pembayaran?

Termin pembayaran (payment terms) adalah kesepakatan antara penjual/pemberi jasa dan pembeli/klien mengenai kapan, berapa, dan bagaimana pembayaran dilakukan. Termin bisa berbasis jangka waktu, pencapaian (milestone), atau kombinasi keduanya.

Format Kode Termin Pembayaran dan Artinya

Kode Termin Arti Penjelasan
n/30 Net 30 days Tagihan dilunasi dalam 30 hari sejak tanggal invoice
n/15 Net 15 days Tagihan dilunasi dalam 15 hari sejak tanggal invoice
n/60 Net 60 days Tagihan dilunasi dalam 60 hari sejak tanggal invoice
EOM End of Month Pembayaran jatuh tempo pada akhir bulan invoice diterbitkan
2/10 n/30 2% diskon jika bayar 10 hari, net 30 Diskon 2% jika bayar dalam 10 hari; bayar penuh dalam 30 hari
5/10 EOM 5% diskon dalam 10 hari setelah EOM Diskon 5% jika bayar dalam 10 hari setelah akhir bulan
COD Cash on Delivery Pembayaran dilakukan saat barang diterima
CIA Cash in Advance Pembayaran penuh di muka sebelum barang dikirim

Cara Menghitung Termin 2/10 n/30

Invoice Rp10.000.000 dengan termin 2/10 n/30:

  • Bayar dalam 10 hari: Rp10.000.000 × (1 − 2%) = Rp9.800.000
  • Bayar hari ke-11 s.d. ke-30: Rp10.000.000 (penuh)
  • Bayar setelah hari ke-30: Rp10.000.000 + denda keterlambatan

Termin dalam Proyek Konstruksi

Contoh Skema Termin Konstruksi 30 – 40 – 30

Termin Jumlah (%) Dibayar Saat
Termin 1 (DP/Uang Muka) 30% Kontrak ditandatangani / mobilisasi dimulai
Termin 2 40% Progress pekerjaan mencapai 50%–70% (sesuai BA progres)
Termin 3 (Pelunasan) 30% Penyerahan pekerjaan (BAST ditandatangani)

Perbedaan Termin, Uang Muka (DP), dan Pelunasan

Istilah Definisi
Uang Muka / DP Pembayaran awal sebelum barang/jasa diserahkan — termin pertama dalam skema bertahap
Termin Keseluruhan jadwal pembayaran bertahap, mencakup DP + cicilan tengah + pelunasan
Cicilan Tengah Pembayaran di antara DP dan pelunasan, berdasarkan milestone
Pelunasan Pembayaran terakhir untuk melunasi sisa tagihan

Cara Menghitung Denda Keterlambatan Pembayaran

Rumus: Denda = % Denda per hari × Nilai Tagihan × Jumlah Hari Keterlambatan

Contoh: Invoice Rp50.000.000, termin n/30, jatuh tempo 1 Mei 2026, dibayar 20 Mei 2026 (19 hari terlambat). Klausul kontrak: denda 0,1% per hari.
Denda = 0,1% × Rp50.000.000 × 19 = Rp950.000

Kelola Invoice dan Termin Pembayaran Bisnis dengan OnlinePajak

Termin pembayaran yang tidak termonitor dengan baik dapat mengganggu arus kas bisnis. OnlinePajak membantu perusahaan mengelola invoice, memantau status pembayaran, dan mengakses solusi Invoice Financing untuk mengubah tagihan belum jatuh tempo menjadi modal kerja — sehingga bisnis tetap berjalan meski pelanggan belum membayar tepat waktu.

Share

Related articles