Resources / Blog / Invoice Financing

Memahami Arti Close PO, Fungsi dan Jenisnya dalam Bisnis Online

Close PO atau tutup PO merupakan salah satu istilah yang sering digunakan dalam dunia bisnis online, terutama pada sistem pre-order. Berbagai pendapat mengatakan bahwa bisnis yang menerapkan sistem pre-order dan close PO ini mengalami peningkatan penjualan dan mampu mengurangi risiko stok produk yang berlebih. 

Jadi, apa itu close PO? Mari membahas sistem penjualan ini secara lengkap di artikel ini. 

Pengertian Close PO

Close PO atau tutup PO merupakan istilah yang diambil dari bahasa Inggris, yang terdiri dari kata “Close” yang berarti tutup dan “Pre-Order” yang berarti memesan sebelum produk tersebut tersedia. Jika digabungkan, Close PO adalah saat penjual menutup periode pre-order atau prapesan produk.

Maka ketika sudah Close PO, pembeli sudah tidak dapat melakukan pemesanan produk dan harus menunggu periode PO baru. 

Close PO sendiri merupakan istilah yang menjadi padanan dari “Open PO” atau open pre-order, salah satu jenis sistem order yang turut dipakai banyak bisnis online. Jadi, penjual melakukan open PO untuk menerima pemesanan, kemudian menutup PO setelah kuota order atau kuota produksi mencukupi. 

Alasan Beberapa Bisnis Menggunakan Sistem Close PO

Biasanya, bisnis seperti makanan, pakaian, dan barang yang bersifat limited edition, menerapkan sistem Close PO dalam melakukan penjualan. Rupanya, sistem ini cukup efektif dalam mengelola stok dan meningkatkan penjualan. 

Jadi dengan kata lain, penjual tidak hanya memanfaatkan sistem tutup PO sebagai penjualan, tetapi juga sebagai strategi marketing dalam bisnisnya. 

Fungsi Close PO dalam Bisnis Online 

Tutup PO bukan sekadar status menutup periode prapesan, tetapi juga bagian dari strategi marketing bisnis. Berikut beberapa fungsinya:

  • Meningkatkan hype dan eksklusivitas produk

Produk yang dijual dengan sistem Close PO umumnya memiliki jumlah yang terbatas. Hal ini menambah nilai eksklusif pada suatu produk. Tidak semua orang dapat membeli dan memiliki produk tersebut. Ini turut menambah hype untuk berebut membeli produk yang dijual secara terbatas. 

  • Mendorong keputusan pembelian lebih cepat

Adanya batas waktu tutup PO menciptakan efek urgency sehingga mendorong pembeli untuk segera melakukan pemesanan dan pembayaran.

  • Mengendalikan produksi dan stok

Dengan menutup PO, bisnis bisa menyesuaikan jumlah produksi sesuai pesanan yang masuk sehingga menghindari overstock.

  • Mempermudah operasional bisnis

Setelah PO ditutup, bisnis bisa fokus pada produksi dan pengiriman tanpa terganggu pesanan baru.

Jenis Order dalam Bisnis Online

Close PO merupakan salah satu dari sekian jenis istilah order yang digunakan dalam bisnis online. Berikut ini beberapa istilah yang dapat penjual gunakan untuk berjualan.

  • Open Order: Penjual menerima pesanan dan produk tersedia untuk pembeli. 
  • Pre-Order (PO): Sistem pemesanan di mana barang belum tersedia dan akan diproduksi setelah ada pesanan.
  • Open PO: Periode ketika pembeli dapat melakukan prapesan/PO.
  • Close Order: Penjual sudah tidak menerima pesanan sama sekali (tidak terbatas pada PO saja).
  • Close PO: Mirip dengan close order, bedanya close PO adalah saat penjual sudah tidak menerima prapesan dari pembeli.

Cara Kerja Sistem Close PO

Secara umum, alur sistem tutup PO dalam bisnis adalah:

  1. Penjual membuka pre-order (open PO) dalam suatu periode waktu.
  2. Pembeli melakukan pemesanan dalam periode pre-order.
  3. Setelah masuk batas waktu, status berubah menjadi “tutup PO”
  4. Penjual mulai produksi atau proses pengiriman

Ada kalanya penjual menutup PO berdasarkan kuota produksi. Jadi meski belum mencapai batas waktu PO, penjual memutuskan untuk tidak menerima PO ketika merasa order yang diterima melebihi batas produksi.

Hal ini dapat terjadi karena beberapa alasan, di antaranya:

  • Jumlah tenaga kerja, modal, dan/atau bahan baku untuk melakukan produksi terbatas
  • Menjaga eksklusivitas produk
  • Menjaga agar tidak terjadi kelebihan/kekurangan stok yang dapat menimbulkan kerugian.

Jika menghadapi keterbatasan modal dalam melakukan produksi, penjual dapat memanfaatkan solusi pendanaan online yang tersedia di OnlinePajak. Sebagai mitra resmi DJP, serta terdaftar dan diawasi oleh OJK, OnlinePajak menyediakan berbagai fitur dan solusi untuk kebutuhan bisnis. Salah satunya adalah pendanaan online tanpa agunan. 

Cukup dengan menggunakan invoice, penjual atau pemilik bisnis secara umum dapat mengajukan pendanaan online hingga Rp2 Miliar. 

Kesimpulan

Close PO artinya adalah penutupan periode pemesanan dalam sistem pre-order, di mana pelanggan sudah tidak bisa lagi melakukan pembelian.

Dalam praktiknya, sistem ini tidak hanya membantu mengatur produksi, tetapi juga menjadi strategi untuk meningkatkan permintaan dan eksklusivitas produk.

Ada beberapa tips yang dapat penjual lakukan agar sistem ini dapat berjalan secara efektif, di antaranya:

  • Tentukan durasi PO yang jelas (misalnya 3–7 hari)
  • Komunikasikan batas waktu secara konsisten
  • Gunakan strategi urgency (countdown, reminder)
  • Pastikan sistem pencatatan pesanan rapi
  • Siapkan kapasitas produksi sesuai jumlah order

Dengan strategi yang tepat, sistem tutup PO bisa membantu meningkatkan efisiensi sekaligus penjualan bisnis.

Reading: Memahami Arti Close PO, Fungsi dan Jenisnya dalam Bisnis Online