Pajak Pesangon: Simak Tarif dan Cara Perhitungannya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Pentingnya Perhitungan Pajak Pesangon 

Pernah membayangkan jika suatu saat Anda diberhentikan dari perusahaan tempat Anda bekerja? Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), bisa jadi mimpi buruk bagi para pegawai sebuah perusahaan. Satu hal yang biasanya ditunggu oleh pegawai setelah kena PHK oleh perusahaan adalah ketika pihak pemberi kerja menyerahkan sejumlah uang yang biasa disebut dengan uang pesangon atau pesangon karyawan. Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam memberikan pesangon, salah satunya pajak pesangon.

Perhitungan pesangon dan pajaknya ditujukan untuk menghindari kesalahpahaman yang mungkin terjadi antara perusahaan dan karyawan. 

Tarif Pajak Pesangon 

Pesangon yang diberikan kepada para karyawan yang terkena PHK akan dikenakan tarif pajak berdasarkan besarnya penghasilan bruto yang didapatkan masing-masing karyawan. Besaran tarif yang dikenakan adalah sebagai berikut: 

  • Penghasilan bruto sampai dengan Rp50.000.000 = 0%
  • Penghasilan bruto Rp50.000.000 – Rp100.000.000 = 5%
  • Penghasilan bruto Rp100.000.000 – Rp500.000.000 = 15% 
  • Penghasilan bruto lebih dari Rp500.000.000 = 25% 

Lalu, pajak pesangon ini termasuk dalam jenis pajak apa sih? Pajak pesangon dan uang pensiun merupakan objek dari PPh 21. Namun dalam hal ini, tarif yang dikenakan pada uang pensiun lebih kecil dari uang pesangon. 

Tarif pajak pensiun adalah sebagai berikut:

  • Penghasilan bruto sampai Rp50.000.000 dikenakan pajak sebesar 0%
  • Penghasilan bruto lebih dari Rp50.000.000 dikenakan pajak sebesar 5% 

Contoh Perhitungan Pajak Pesangon

Denia merupakan pegawai PT Karunia Jaya. Tahun 2019, berdasarkan hasil rapat besar perusahaan bersama dewan direksi dan pemegang saham, PT Karunia Jaya akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja karena kerugian produksi. 

Denia mendapat pesangon senilai Rp300.000.000 yang dibayarkan sekaligus oleh perusahaan. Bagaimana perhitungan pajak pesangon Denia? 

Jumlah Pesangon: Rp300.000.0000

Perhitungan pajak pesangon: 

0%   x Rp50.000.000   =                     0
5%   x Rp50.000.000   = Rp  2.500.000
15% x Rp200.000.000 = Rp30.000.000
____________________________________
                                        Rp32.500.000

Jadi, jumlah pajak pesangon yang harus dibayar oleh Denia adalah Rp32.500.000

Jenis-Jenis Pesangon 

Segala kebijakan perhitungan pesangon dan pajak pesangon juga sudah ditentukan berdasarkan pasal 156 ayat 1 UU No. 13 Tahun 2003, ada tiga jenis pemberian uang kepada karyawan yang telah di PHK, di antaranya: 

1) Uang Pesangon 

Besaran uang pesangon karyawan yang wajib diberikan oleh perusahaan telah ditentukan oleh Pasal 156 ayat 2 Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003. Besaran upah yang dimaksud dalam tabel adalah jumlah gaji pokok, ditambah tunjangan tetap seperti uang makan, kesehatan dan transport. Tentunya besaran tunjangan ini akan berbeda untuk setiap perusahaan. 

Masa Kerja Besaran Upah 
< 1 Tahun1x Upah per Bulan
1-2 Tahun2x Upah per Bulan 
2-3 Tahun3x Upah per Bulan
3-4 Tahun4x Upah per Bulan
4-5 Tahun5x Upah per Bulan
5-6 Tahun6x Upah per Bulan
6-7 Tahun7x Upah per Bulan
7-8 Tahun8x Upah per Bulan 
> 8 Tahun9x Upah per Bulan 

2) Uang Penghargaan Masa Kerja

Saat bekerja, perusahaan seharusnya tidak hanya memperhatikan gaji bulanan tetapi juga memperhitungkan penghargaan sebagai wujud apresiasi bagi loyalitas karyawan. Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan pasal 156 ayat 3, para pegawai yang sudah bekerja di atas 3 tahun pada suatu perusahaan wajib mendapatkan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) 

Masa KerjaBesaran Upah
3-6 Tahun2x Upah per Bulan
6-9 Tahun3x Upah per Bulan
9-12 Tahun4x Upah per Bulan 
12-15 Tahun5x Upah per Bulan 
15-18 Tahun6x Upah per Bulan 
18-21 Tahun7x Upah per Bulan
21-24 Tahun8x Upah per Bulan
>24 Tahun10x Upah per Bulan 

3) Uang Penggantian Hak 

Berdasarkan pasal 156 ayat (4) Undang-Undang Ketenagakerjaan, ada beberapa jenis uang penggantian hak yang wajib diberikan perusahaan kepada pegawai saat di PHK, di antaranya:

  • Cuti tahunan yang belum sempat diambil.
  • Biaya dinas luar kota (biasanya diberikan saat karyawan ditugaskan ke daerah lain yan cukup sulit dijangkau) .
  • Biaya pengobatan atau perawatan yang ditetapkan 15% dari uang pesangon.
  • Biaya lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja. 

Hitung Pajak Pesangon di OnlinePajak

Jika Anda bingung untuk mengkalkulasikan perhitungan pajak pesangon yang harus Anda setor, silakan menggunakan aplikasi OnlinePajak dan hitung Anda secara otomatis.

1. Masuk ke laman OnlinePajak

Pajak Pesangon: Simak Tarif dan Cara Hitungnya

2. Pilih tab “login” dibagian atas , jika Anda belum memiliki akun OnlinePajak, silakan daftar di sini

Pajak Pesangon: Simak Tarif dan Cara Hitungnya

 

Tampilan login-page OnlinePajak

3. Pada pilihan fitur yang disediakan OnlinePajak, pilih PPh21

Pajak Pesangon: Simak Tarif dan Cara Hitungnya

4. Klik kotak merah, “Tambah Karyawan” dan mulailah mengisi data karyawan.

Pajak Pesangon: Simak Tarif dan Cara Hitungnya

 

Klik “tambah karyawan” untuk memulai

Pajak Pesangon: Simak Tarif dan Cara Hitungnya

 

Isi setiap kolom dengan data karyawan yang valid, lalu pilih lanjutkan

5. Setelah Anda pilih “Lanjutkan” di halaman kedua isian data karyawan, Anda akan diminta memilih “Status Kepegawaian”, Pilih “Bukan Pegawai” , lalu “Final Pesangon”.

Pajak Pesangon: Simak Tarif dan Cara Hitungnya

6. Setelah selesai mengisi seluruh data karyawan, pilih “Simpan dan Hitung Pajak”

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga