Memahami Pengakuan Pendapatan, Istilah dalam Dunia Akuntansi

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Definisi Pengakuan Pendapatan 

Pengakuan pendapatan (revenue recognition) merupakan penghasilan yang timbul selama aktivitas normal dari suatu entitas. Pendapatan itu sendiri berarti salah satu komponen dalam persamaan dasar akuntansi, yakni modal. 

Prinsip dari pengakuan modal terletak pada pendapatan yang dianggap dapat terealisasikan atau dianggap dapat menghasilkan. Dengan begitu, ada kemungkinan manfaat pengakuan pendapatan ini di masa yang akan datang memengaruhi keberhasilan dari perusahaan. Sederhananya, pengakuan pendapatan adalah kondisi pengakuan atas penjualan barang atau jasa baik sebelum realisasi atau setelah penyerahan. 

Berdasarkan (PSAK 23) PSAK Pendapatan adalah arus masuk atas bruto yang didaparkan dari manfaat ekonomi dan timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode. Sehingga arus kas masuk itu mengakibatkan adanya kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari penanaman modal. 

Oleh karena itu, dalam prinsipnya, pengakuan pendapatan terbagi menjadi 2, yakni: 

  1. Pendapatan yang dapat direalisasikan atas barang atau jasa yang dapat ditukar atau dikonversikan dengan kas maupun klaim atas kas (piutang)nya.
  2. Pendapatan yang menghasilkan ke dalam sebuah entitas bersangkutan, sehingga pekerjaan yang sudah dikerjakan mendapatkan hak atas manfaat yang dimiliki oleh pendapatannya seperti pengerjaan dan penerimaan lama yang sudah selesai. 

Dalam prinsipnya, pengakuan pendapatan pun harus dapat memenuhi kriteria pendapatan, sehingga pendapatan tersebut dapat diakui. Berikut ini ada 4 pendapatan yang sudah diakui dalam prinsip tersebut, di antaranya:

  • Pendapatan dari penjualan produk diakui pada tanggal penjualan (tanggal penyerahan ke pelanggan). 
  • Pendapatan dari pemberian jasa diakui saat jasa sudah diberikan dan bisa ditagih. 
  • Pendapatan dari memperbolehkan pihak lain untuk menerapkan aktiva perusahaan, seperti bunga, sewa, dan royalty, diakui layak dengan berlalunya waktu atau pada saat aktiva tersebut diterapkan. 
  • Pendapatan dari penjualan aktiva kecuali produk diakui pada tanggal penjualan. 

Penyimpangan Penjualan pada Pengakuan Pendapatan

Ada kasus yang mana terjadi penyimpangan penjualan pada pengakuan pendapatan. Berikut ini alasan yang biasanya muncul dari terjadinya penyimpangan: 

  1. Pengakuan penjualan lebih awal (recognize earlier), sehingga terdapat tingkat kepastian yang tinggi tentang jumlah pendapatan yang telah dibuat. 
  2. Memberikan penangguhan pengakuan, apabila ada tingkat ketidakpastian mengenai jumlah pendapatan. Baik itu biaya yang cukup tinggi atau penjualan yang bukan menjadi penyelesaian utama dalam menciptakan laba.

Baca Juga: Aplikasi Faktur Pembelian: Sinkronisasi Transaksi di OnlinePajak

Pengakuan Pendapatan Akuntansi ketika Penjualan/Penyerahan

Pendapatan dari kegiatan penjualan atau pabrikasi biasanya diakui pada saat penyerahan atau penjualan (point of sale). Akan tetapi terdapat 3 kondisi yang dapat memunculkan permasalahan, yakni: 

Penjualan dengan Perjanjian Beli Kembali

Apabila terdapat perjanjian yang berisi tentang pembelian kembali dengan harga tertentu yang mana harga ini bisa menutup segala biaya persediaan ditambah biaya kepemilikan yang terkait, maka persediaan dan kewajiban yang diberikan harus tetap ada pada pembukuan penjual. Artinya, tidak terjadi transaksi penjualan.

Penjualan dengan Hak Retur

Terdapat 3 cara pengakuan pendapatan alternatif apabila penjual menanggung risiko kepemilikan yang berkepanjangan sebab pengembalian produk dalam akuntansi, yakni: 

  • Penjualan yang tidak tercatat sehingga seluruh hak retur habis masa berlakunya. 
  • Penjualan tercatat, namun mengurangi penjualan dengan estimasi retur di masa depan. 
  • Penjualan dicatat serta memperhitungkan retur ketika terjadinya penjualan.

Jadi, bila suatu perusahaan memasarkan produknya namun memberikan hak kepada pembeli untuk mengembalikan produk tersebut, maka pendapatan dari penjualan ini akan diakui pada saat penjualan hanya ketika seluruh 6 keadaan ini terpenuhi: 

  1. Harga yang konsisten terhadap pembeli atau ditetapkan pada tanggal penjualan. 
  2. Telah terjadinya pembayaran yang dilakukan pembeli kepada penjual atau adanya kewajiban dan keharusan untuk melakukan pembayaran. Kewajiban tersebut tidak tergantung pada penjualan kembali pada produk tersebut. 
  3. Kewajiban pembeli kepada penjual tidak berubah apabila terjadi kerusakan bahkan pencurian atas produk yang dibeli. 
  4. Pembeli yang mendapatkan produk untuk dipasarkan kembali memiliki substansi ekonomi yang terpisah dari yang diberikan oleh penjual. 
  5. Penjual tidak memiliki kewajiban atas performa produk di masa yang akan datang yang secara langsung bisa saja menyebabkan penjualan kembali produk itu oleh pembeli. 
  6. Jumlah retur di masa depan sudah dapat diestimasi secara pantas.

Trade Loading & Channel Stuffing

Trade loading adalah praktik yang mencoba menampilkan penjualan, laba, dan pangsa pasar yang sebenarnya tidak pernah mereka miliki. Perusahaan meminta kepada para pedagang besar yang menjadi pelanggan mereka untuk membeli lebih banyak produk daripada yang bisa mereka jual kembali dengan cepat. 

Sedangkan channel stuffing adalah praktik yang sama namun dilakukan dalam industri perangkat lunak komputer. Jadi, hal ini dilakukan ketika sebuah produsen perangkat lunak ingin meningkatkan pemasukan secara licik. Oleh karena itu, kedua praktik ini tidak boleh dilakukan.

Baca Juga: OnlinePajak Mobile: Kelola Pajak Lebih Praktis dari Genggaman Anda

Pengakuan Pendapatan Sebelum Penjualan/Penyerahan

Dalam dunia akuntansi terdapat 2 cara yang berbeda untuk kontrak konstruksi jangka panjang yang telah diakui oleh akuntan profesional, yakni:

1. Metode Presentasi Penyelesaian

Metode yang satu ini akan diterapkan apabila estimasi progres, pendapatan, dan tarif telah sesuai dan seluruh persyaratan berikut ini terpenuhi, di antaranya:

  • Dalam kontrak tertulis dengan jelas telah memastikan hak yang bisa dipaksakan pelegalannya mengenai barang atau jasa yang akan diberikan dan diterima oleh pihak yang terlibat dalam kontrak tersebut, imbalan yang akan dipertukarkan, metode dan syarat penyelesaiannya. 
  • Pembeli dapat memenuhi segala kewajiban yang ada di dalam kontrak yang sudah disepakati. 
  • Kontraktor pun harus memenuhi kewajiban kontraktualnya.

2. Metode Kontrak Selesai

Metode pengakuan pendapatan dapat dilakukan ketika kondisi kontrak kerjasama telah usai dengan syarat-syarat berikut ini:

  • Memiliki kontra jangka pendek. 
  • Berbagai syarat penyelesaian tidak terpenuhi. 
  • Menerima risiko atau bahaya yang ada dalam kontrak yang mana di luar bisnis normal. 

Menilai Presentase Penyelesaian

Terdapat berbagai cara yang hingga saat ini diterapkan dan diaplikasikan untuk menilai kemajuan suatu kontrak. Cara tersebut terbagi menjadi 2, di antaranya:

Ukuran Masukan

Mengakui pendapatan, biaya, dan laba kotor sesuai dengan tercapainya arah penyelesaian kontrak jangka panjang. Untuk menggunakan cara ini, ada standar untuk menilai kemajuan ke arah penyelesaian pada waktu interim tertentu. Metode untuk menilai tingkat kemajuan penyelesaian adalah sebagai berikut ini: 

  • Metode Biaya ke Biaya: Metode ini merupakan metode yang cukup sering digunakan untuk mengukur suatu masukan. Berdasarkan metode ini, tingkat penyelesaian ditetapkan dengan membandingkan biaya yang telah dikeluarkan dengan taksiran terkini mengenai jumlah sempurna dari tarif yang diharapkan untuk bisa menyelesaikan suatu proyek. Persentase yang dibuat adalah hasil dari perbandingan antara biaya yang telah dikeluarkan dengan jumlah keseluruhan biaya yang diharapkan lalu dikalikan dengan laba bersih yang diinginkan dari proyek tersebut. 

Ukuran Keluaran 

Cara ini dibuat dengan hasil yang sudah dicapai. Artinya, cara ini didasarkan pada unit yang dibuat dan pertambahan nilai (values added). Misalnya, kontrak pembuatan jalan. Arsitek dan insinyur yang terlibat diminta untuk mengukur biaya pengeluarannya. Kemudian mengukur berapa presentasi pekerjaan yang telah selesai.

Dengan cara pengukuran ini, akhirnya dapat mengindentifikasi, mengklasifikasi, dan mencatat pendapatan yang akan memengaruhi laporan laba dan rugi menjadi lebih akurat. Itu mengapa, sebuah perusahaan wajib mengetahui dengan jelas, memahami dan bisa melakukan pengukuran dan pengakuan pendapatan, serta pencatatannya. 

Semua hal ini tentu pada akhirnya akan berhubungan dengan berbagai aspek perpajakan yang perlu dipatuhi. Bicara kepatuhan pajak, Anda tentu ingin sekali urusan perpajakan Anda berjalan dengan lancar namun dilakukan dengan mudah dan akurat, bukan? 

Anda tidak perlu khawatir, semua kewajiban perpajakan dapat Anda tuntaskan hanya dengan satu aplikasi terintegrasi, OnlinePajak. Salah satu indikasi perusahaan memiliki sistem keuangan yang sehat adalah dengan patuh setor dan lapor pajaknya. Lapor dan setor pajak kini dapat dengan mudah Anda lakukan dengan fitur e-Billing OnlinePajak dan e-Filing OnlinePajak. 

Jangan khawatir, OnlinePajak merupakan aplikasi mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Tertarik untuk menggunakan OnlinePajak? Klik, di sini! 

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Kepatuhan Pajak Semakin Mudah

Bayangkan bila pengelolaan pajak, transaksi bisnis dan payroll karyawan Anda dapat dilakukan melalui satu aplikasi terintegrasi, kepatuhan pajak akan jadi semakin mudah

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Kepatuhan Pajak Semakin Mudah

Bayangkan bila pengelolaan pajak, transaksi bisnis dan payroll karyawan Anda dapat dilakukan melalui satu aplikasi terintegrasi, kepatuhan pajak akan jadi semakin mudah.

OnlinePajak menggunakan cookie untuk memberikan pengalaman terbaik saat menavigasi website. Kebijakan cookie selengkapnya di sini