Buku Kas: Memahami Pengertian, Jenis & Cara Membuatnya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Sekilas tentang Buku Kas

Buku kas merupakan buku yang berisi informasi penting yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan untuk mengetahui perkembangan keuangannya. Fungsinya, ini agar seseorang dapat mengetahui kondisi keuangan sebuah perusahaan 

Segala hal yang berhubungan dengan keuangan merupakan hal yang krusial. Jadi, semua harus dicatat dengan sebaik mungkin dalam satu dokumen. Buku kas juga berguna sebagai acuan dalam berbagai hal, terutama dalam rangka pengambilan keputusan penting. 

Kondisi finansial perusahaan ini merupakan hal yang sangat krusial untuk diketahui pertambahan dan pengeluaran perusahaan. Jika dari awal pencatatan buku kas sudah tersusun dengan baik, maka analisa untuk pengambilan berbagai keputusan dapat dilakukan lebih mudah. Selain itu, rencana keuangan berikutnya di dalam buku kas juga akan semakin lancar. 

4 Jenis Buku Kas Keuangan 

Pencatatan arus dana perusahaan baik masuk atau keluar harus dicatat secara berkala dan tersistem. Berikut ini 4 jenis buku keuangan yang digunakan: 

  1. Buku Kas Umum (Cash Book)
  2. Buku Pembantu Bank (Bank Book
  3. Buku Kas  Pembantu Pajak (The Tax Book
  4. Buku Pembantu Panjar (Imprest Book)

Keempat buku ini merupakan bagian paling krusial dalam pencatatan setiap pemasukan dan pengeluaran.

Baca Juga: Pentingnya Pembukuan Sederhana bagi Pengusaha UMKM Pemula

Cara Membuat Buku Kas

Cara penulisan buku kas pada dasarnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan suatu perusahaan. Namun, berikut ini ada 3 cara yang bisa Anda jadikan acuan dalam pembuatan arus dana perusahaan. Berikut 3 cara yang dimaksud:

1. Folio Dwi Halaman (Scontro

Dalam penulisan buku kas dwi halaman, Anda harus memiliki 2 muka halaman yang terdiri dari halaman debit dan halaman kredit. Halaman debit untuk mencatat pemasukan atau penambahan uang kas beserta asal uangnya. 

Halaman debit terdiri dari 4 kolom, di antaranya:

  • Pada kolom pertama, berisi tanggal masuknya uang. 
  • Pada kolom kedua, berisi keterangan tentang pemasukan secara singkat, jelas, dan mudah dimengerti. 
  • Pada kolom ketiga, berisi nomor urut dari bukti masuknya uang sehingga kas menjadi bertambah. 
  • Pada kolom keempat, berisi jumlah uang masuk sesuai dengan tanggal yang tercantum. 

Selanjutnya, halaman kredit yang dibuat untuk mencatat pengeluaran uang. Di halaman ini, Anda harus menyertakan alasan dari pengeluaran yang terjadi secara jelas dan tidak bertele-tele. 

Halaman kredit juga memiliki 4 kolom, di antaranya: 

  • Pada kolom pertama, diisi dengan tanggal. 
  • Pada kolom kedua, diisi keterangan pengeluaran yang dilakukan (tujuan pengeluaran dan kemana dana pengeluaran itu diberikan). 
  • Pada kolom ketiga, diisi dengan nomor urut pengeluaran dana.
  • Pada kolom keempat, diisi dengan catatan jumlah uang yang dikeluarkan pada tanggal tersebut.

2. Folio Satu Halaman

Cara satu ini biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan kecil karena dianggap cukup praktis. Keterangan pemasukan dan keluaran ada pada halaman yang sama, sehingga mudah dibaca dan tidak memakan waktu. 

Nah, dalam buku kas folio satu halaman, ada 5 unsur yang tidak boleh terlewatkan di dalamnya, yakni: 

  1. Kolom pertama, diisi dengan tanggal. 
  2. Kolom kedua, diisi dengan keterangan tentang masuk-keluarnya arus dana kas. 
  3. Kolom ketiga, diisi dengan nomor urut bukti kas yang ada, baik pemasukan maupun pengeluaran. 
  4. Kolom keempat, diisi dengan jumlah saldo kas yang ada. 
  5. Kolom kelima, diisi dengan jumlah pengeluaran dana kas yang dilakukan.

3. Tabelaris

Cara ketiga atau cara tabelaris ini isinya adalah lajur-lajur atau golongan yang isinya sesuai dengan keperluan perusahaan. Cara membuatnya juga dianggap cukup praktis, yakni pada halaman sebelah kiri diisi dengan debit dan sebelah kanan diisi dengan kredit.

Semua cara di atas pada dasarnya dapat Anda buat lewat Microsoft Excel. Dengan memanfaatkan software tersebut, diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kesalahan. Anda hanya perlu mempelajari rumus-rumus guna lebih mempermudah proses pengerjaannya.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Kepatuhan Pajak Semakin Mudah

Bayangkan bila pengelolaan pajak, transaksi bisnis dan payroll karyawan Anda dapat dilakukan melalui satu aplikasi terintegrasi, kepatuhan pajak akan jadi semakin mudah

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Kepatuhan Pajak Semakin Mudah

Bayangkan bila pengelolaan pajak, transaksi bisnis dan payroll karyawan Anda dapat dilakukan melalui satu aplikasi terintegrasi, kepatuhan pajak akan jadi semakin mudah.