e-Billing Pajak: Cara Bayar Pajak Online

Anonymous (not verified) | 678213 views

Sekilas Pengertian dan Fungsi e-Billing Pajak

e-Billing pajak menurut Direktorat Jenderal Pajak (DJP) adalah metode pembayaran pajak secara elektronik menggunakan kode billing. Cara baru pembayaran pajak ini resmi diterapkan pada 1 Januari 2016. Konsekuensinya, seluruh kanal pembayaran pajak, baik melalui ATM atau bank persepsi, wajib menggunakan mekanisme e-Billing.

Namun, apa sebenarnya fungsi e-Billing dalam tata cara pembayaran pajak online? Untuk memahaminya, Anda terlebih dahulu harus mengenal istilah billing system dan kode billing.

Billing system  merupakan sistem yang menerbitkan kode billing untuk pembayaran atau penyetoran penerimaan negara secara elektronik. Sistem e-Billing akan membimbing pengguna mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan tepat dan benar sesuai dengan transaksi yang ingin dituntaskan.

Sementara, kode billing adalah deretan kode unik yang diperoleh dari e-Billing dan digunakan sebagai kode pembayaran pajak. Jadi, secara sederhana, fungsi e-Billing adalah untuk membantu wajib pajak membuat surat setoran elektronik dan mendapatkan kode billing untuk membayar pajak.

Saat ini ada beberapa kanal yang telah disahkan DJP untuk mendapatkan kode billing pajak. Salah satunya adalah e-Billing OnlinePajak, yang telah disahkan oleh DJP untuk membuat ID billing berdasarkan KEP-72/PJ/2016.

Cara Bayar Pajak Online Melalui Aplikasi e-Billing OnlinePajak

1. Anda pengguna pemula? Untuk membuat akun pada aplikasi OnlinePajak, klik tombol "Mulai Sekarang" pada halaman beranda website OnlinePajak. Setelah itu, masukan alamat email, password dan nomor telepon pada kolom yang tersedia. Kemudian, klik "Daftar". 

cara mengisi billing pajak dan cara membayar pajak online di OnlinePajak

Sebelum lanjut melakukan pembayaran pajak, pastikan Anda sudah memiliki angka pajak terutang yang akan dilunasi. Jika Anda belum belum melakukan perhitungan pajak atau tidak tahu caranya menghitung pajak, baca tautan di bawah ini.

Baca juga: Cara Gunakan Fitur Hitung Otomatis PPh Pasal 21 di OnlinePajak

2. Masuk menu "Setor/e-Billing & PajakPay".

cara mengisi billing pajak dan cara membayar pajak online di OnlinePajak

3. Buat ID Billing. Untuk membuat ID Billing tanpa melakukan proses hitung otomatis di OnlinePajak, klik tombol "+ TAMBAH". Anda juga bisa memilih berbagai jenis pajak yang ingin Anda bayarkan seperti PPh 21, PPN, PPh 23, maupun PPh Final. Tidak menemukan jenis pajak yang Anda butuhkan? klik "Pajak Lainnya".

cara mengisi billing pajak dan cara membayar pajak online di OnlinePajak

4. Masukan nominal pajak yang ingin Anda bayarkan dan klik "Buat".

cara mengisi billing pajak dan cara membayar pajak online di OnlinePajak

Selanjutnya, Anda akan diarahkan ke halaman pembayaran. Pada, kolom "Pilihan Pembayaran" terdapat dua pilihan metode yakni melalui PajakPay atau metode lainnya. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan metode lain, maka Anda membutuhkan ID Billing yang telah Anda proses.

Untuk lebih jelas mengenai cara mendapatkan ID Billing, silakan membaca link ini: Cara Buat ID Billing

5. Pastikan Anda telah mencentang jenis pajak yang ingin dibayarkan. Jika sudah benar, klik "Lanjutkan Pembayaran".

cara mengisi billing pajak dan cara membayar pajak online di OnlinePajak

6. Selanjutnya, Anda akan masuk ke halaman "Detail Pembayaran". Di halaman ini, Anda bisa menambah kontak untuk mengirim konfirmasi pembayaran. Caranya klik pilihan "Tambah Kontak" pada kolom "Pengaturan Kontak". Setelah memasukkan nama, alamat email serta nomor telepon kontak yang ingin ditambahkan, klik "TAMBAHKAN"

cara mengisi billing pajak dan cara membayar pajak online di OnlinePajak

7. Selanjutnya, klik "BAYAR". Jika saldo PajakPay Anda tidak mencukupi, segera lakukan penambahan dana. Untuk panduan top up, Anda bisa pelajari di sini.

cara mengisi billing pajak dan cara membayar pajak online di OnlinePajak

8. Jika pembayaran berhasil, maka akan muncul notifikasi "Pembayaran Berhasil". Selanjutnya klik "OK"

cara mengisi billing pajak dan cara membayar pajak online di OnlinePajak

9. Setelah selesai melakukan pembayaran, Anda akan diarahkan kembali ke halaman awal. Klik "NTPN" untuk mendapatkan Bukti Penerimaan Negara (BPN).

cara mengisi billing pajak dan cara membayar pajak online di OnlinePajak

10. Anda akan mendapatkan BPN yang bisa Anda download dalam format PDF.

cara mengisi billing pajak dan cara membayar pajak online di OnlinePajak

 

   

Panduan Top Up PajakPay

Nah, jika Anda ingin melakukan top up PajakPay, berikut ini langkah-langkahnya:

1. Masuk halaman "Setor" dan klik "Saldo Saya".

cara mengisi billing pajak dan cara membayar pajak online di OnlinePajak

2. Selanjutnya, Anda akan melihat rekening Virtual Account milik Anda. Kemudian klik "UBAH" untuk melihat pilihan melakukan top up.

ebilling pajak | cara mengisi billing pajak dan cara membayar pajak online di OnlinePajak

3. Pilih salah satu metode untuk melakukan top up. Kemudian ikuti instruksi yang ada.

ebilling pajak | cara mengisi billing pajak dan cara membayar pajak online di OnlinePajak

Bagi pemilik rekening BCA, Anda kini bisa melakukan top up saldo PajakPay ke rekening virtual BCA Anda. Dengan demikian, pembayaran pajak Anda sepenuhnya gratis tanpa potongan biaya apa pun. Saldo PajakPay Anda pun bisa bertambah seketika. Sekadar informasi, Pilihan transfer ke rekening BCA sudah tersedia sejak April 2019.

Nah, jika Anda ingin top up saldo PajakPay ke rekening BCA langkahnya mirip dengan panduan top up pada gambar di atas. Pembedanya hanya kode bank tujuan transfer. Jika Anda ingin top up melalui ATM, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Masukkan kartu ATM dan ketik PIN Anda
  • Pilih menu "Transfer"
  • Masuk pilihan "Transfer ke virtual account BCA"
  • Masukan nomor virtual account BCA Anda
  • Masukkan nominal transfer
  • Masukkan referensi (pilihan)
  • Konfirmasi transfer
  • Transaksi selesai

Jika top up berhasil, Anda akan menerima notifikasi sebagai berikut:

ebilling pajak | cara mengisi billing pajak dan cara membayar pajak online di OnlinePajak

 

Perlu Anda ketahui, waktu yang dibutuhkan agar saldo PajakPay Anda bertambah tergantung dari pilihan metode transaksi yang Anda gunakan. Berikut ini adalah sejumlah metode transaksi berikut perbedaannya:

1. Real time online transfer (ATM dan mobile banking)

Jika Anda menggunakan metode ini, saldo akan bertambah seketika. Dana maksimum yang bisa ditransfer adalah Rp 25.000.000. Sementara, biaya administrasi untuk transfer dana antar bank tergantung kebijakan masing-masing bank. Ingat, fitur mobile banking hanya tersedia untuk beberapa bank saja, seperti BCA.

2. RTGS (ATM, mobile banking, dan internet banking)

Dengan menggunakan metode ini, Anda dapat melakukan penambahan dana tanpa batasan jumlah. Dana juga akan sampai seketika atau paling lama 4 jam setelah transaksi. Biaya administrasi RTGS dimulai dari Rp 25.000. Harap ingat, kesediaan fitur ini tergantung pada masing-masing bank. 

3. Kliring

Dengan metode kliring, dana yang ditransfer ke rekening virtual PajakPay akan sampai 1 hingga 3 hari. Sedangkan maksimum dana yang bisa ditransfer adalah Rp 100.000.000.

5 Alasan Membayar Pajak Menggunakan PajakPay

PajakPay merupakan fitur pembayaran pajak milik OnlinePajak yang memiliki tingkat keamanan setara keamanan bank. Aplikasi OnlinePajak sudah terdaftar di Bank Indonesia (BI) melalui surat nomor 20/114/DKSP/Srt/B serta telah mengantongi ISO 27001 dari lembaga sertifikasi internasional untuk keamanan dan kerahasiaan data transaksi.

Tidak hanya itu, PajakPay juga memberi banyak keuntungan pada penggunanya. Berikut ini 5 keuntungan tersebut:

  • Bisa dilakukan di mana saja. Asal ada akses internet, wajib pajak bisa membayar pajaknya kapan saja dan di mana saja.
  • Lebih mudah. Membayar pajak menggunakan fitur PajakPay mudah dan bisa dikerjakan oleh siapa saja. 
  • Proses jauh lebih cepat. Anda tak perlu lagi membayar pajak secara manual melalui teller bank atau kantor pos. Waktu tak lagi terbuang untuk perjalanan dan mengantre di kantor Pos dan bank.
  • Lebih aman. Data bukti pembayaran pajak tersimpan secara online dan dapat diakses kapan saja, dan disimpan dalam jangka waktu panjang. Kita tak perlu khawatir kehilangan lembaran fisik Surat Setoran Pajak (SSP) dan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) yang kita peroleh setelah membayar pajak secara offline. Selain itu, kita pun terhindar dari risiko kejahatan karena pembayaran pajak tidak harus melalui setor tunai.
  • Terintegrasi dengan e-billing dan e-filing. Pengguna PajakPay tidak perlu keluar dari aplikasi OnlinePajak bahkan sejak menghitung, memperoleh ID billing, membayar dan melaporkan pajak.
  • Tepat waktu. Sering kena denda karena telat bayar pajak? OnlinePajak menawarkan fitur pengingat pembayaran pajak yang membuat Anda terhindar dari denda.

Kesimpulan

Tiga keuntungan bayar pajak online dengan e-Billing OnlinePajak:

  1. Wajib pajak dapat membuat satu atau banyak kode billing sekaligus di aplikasi e-Billing OnlinePajak.
  2. Wajib pajak dapat bayar pajak online menggunakan PajakPay dari OnlinePajak.
  3. PajakPay sangat praktis dan telah terdaftar di BI melalui surat nomor 20/114/DKSP/Srt/B.
  4. Bukti Pembayaran Negara (BPN)/Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) resmi dari Ditjen Pajak.

Content bottom banner (ebilling)

Info pajak lainnya? Follow sosial media kami!

Ikuti kami di Facebook Ikuti kami di Instagram Ikuti kami di LinkedIn Ikuti kami di Twitter Ikuti kami di Youtube