Mengenal NTTE dan Permasalahan yang Sering Ditemukan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Apa itu NTTE?

NTTE merupakan singkatan dari Nomor Tanda Terima Elektronik. Ini merupakan elemen informasi yang Anda temukan dalam Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) yang diterima setelah berhasil melaporkan pajak. Seperti yang pernah dijelaskan sebelumnya, BPE adalah dokumen digital yang diterbitkan DJP yang juga menjadi bukti terlaksananya e-Filing.

Dengan penjelasan di atas, NTTE dapat dikatakan sama dengan BPE. Pada praktiknya, seringkali wajib pajak mengeluhkan berbagai masalah terkait nomor tanda terima elektronik ini, salah satunya adalah antrean NTTE yang terlalu panjang. Pernahkah Anda mengalami hal yang sama? Sebelum membahas masalah-masalah tersebut, mari mengulik lebih lengkap mengenai nomor tanda terima elektronik pajak ini. 

Cara Dapat NTTE

Pada paragraf pembuka, disebutkan kalau NTTE merupakan salah satu elemen informasi yang terdapat dalam BPE. Maka untuk mendapatkan nomor tanda terima elektronik ini, Anda perlu menyelesaikan kewajiban lapor pajak yang dilakukan secara online. Pelaporan online ini dapat dilakukan melalui aplikasi e-Filing OnlinePajak.

Setelah menyelesaikan lapor pajak, Anda akan menerima BPE dari DJP yang disertai dengan sejumlah serial angka nomor tanda terima elektronik. 

Fungsi Nomor Tanda Terima Elektronik

Fungsi BPE/NTTE adalah sebagai tanda bukti kalau Anda berhasil melaksanakan e-Filing. Perbedaannya dengan BPS (Bukti Penerimaan Surat) atau ‘Bukti Kuning’ yang diterima jika Anda melaporkan pajak secara manual, BPE akan tersimpan dengan aman dalam sistem database sehingga terhindar dari risiko rusak atau terselip di antara dokumen lainnya.  

Apa Hubungannya dengan e-Filing?

e-Filing atau lapor pajak menjadi salah satu kewajiban pajak wajib pajak. Setelah melakukan hitung dan setor, wajib pajak harus melaporkan pajaknya pada negara, dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Pajak. Wajib pajak dapat melakukan pelaporan secara langsung dengan mendatangi kantor pelayanan pajak (KPP) terdaftar atau secara online melalui laman DJP maupun melalui aplikasi e-Filing OnlinePajak. 

Ketika sudah melakukan e-Filing, wajib pajak akan mendapatkan bukti. Jika melapor secara offline, Anda akan mendapatkan BPS. Sedangkan jika melapor secara online, Anda akan mendapatkan BPE atau NTTE. Jadi, apa hubungan antara NTTE dan e-Filing? Ketika selesai melaksanakan e-Filing, Anda akan mendapatkan NTTE.

Anda belum bisa melapor pajak karena belum memiliki e-Fin? Baca artikel “EFIN Pajak: Cara Mendapatkan EFIN Badan” untuk tahu lebih lanjut tentang e-Fin dan cara mendapatkannya.

Masalah yang Dihadapi Terkait NTTE

Pada praktiknya, seringkali wajib pajak mengalami kendala terkait dengan nomor tanda terima elektronik pajak ini. Berikut ini beberapa keluhan yang banyak diterima mengenai NTTE dan BPE, serta solusi mengatasinya. 

1. Antrean NTTE yang terlalu panjang

Pernah mendengar istilah kalau BPE atau NTTE Anda sedang dalam antrean? Sebenarnya, hal ini terjadi lantaran banyaknya wajib pajak yang melaporkan pajaknya pada hari yang sama sehingga membuat sistem DJP selaku penerbit BPE tersendat. Perlu diketahui, kapasitas server dan kemampuan sistem DJP masih terbatas. Jadi ketika ‘dibanjiri’ pengunjung yang melaksanakan satu tugas secara bersamaan (belum lagi ditambah dengan wajib pajak yang melakukan aktivitas lainnya), server dan sistem akan melambat untuk memproses seluruh permintaan wajib pajak.  

Untuk menghindari antrean NTTE yang terlalu panjang, Anda dapat mencoba melapor pajak setidaknya 3 hari sebelum batas waktu pelaporan. Dengan begitu, penerbitan nomor tanda terima elektronik tidak akan tersendat. 

2. Status BPE/NTTE “Kurang Bayar”

Jika mendapatkan nomor tanda terima elektronik dengan status “Kurang Bayar”, artinya Anda perlu membayar atau melunasi nominal pajak yang tertera pada bukti penerimaan tersebut. Status “Kurang Bayar” pada BPE/NTTE adalah nominal pajak pada SPT Masa pajak bulan tersebut.

3. BPE Tidak Muncul di Email Anda

Setelah menyelesaikan lapor pajak dengan klik “Kirim SPT”, Anda akan menerima BPE yang dikirim oleh sistem ke email yang terdaftar. Namun, banyak wajib pajak mengeluhkan kalau mereka tidak menerima bukti penerimaan tersebut di email-nya.

Penyebab ini sama seperti poin pertama, yaitu melambatnya sistem DJP untuk menerbitkan BPE dikarenakan lonjakan pengunjung pada waktu yang bersamaan. Jika mengalami masalah ini, Anda dapat mencoba mengunjungi menu arsip SPT pada aplikasi DJP Online. Cari dan temukan SPT Anda, lalu kirim ulang BPE ke email Anda.

4. Tanggal Lapor BPE Tidak Sama dengan Tanggal Klik

Pernah menerima BPE dengan tanggal lapor yang tertera berbeda dengan tanggal klik? Ada beberapa alasan yang menyebabkan perbedaan tanggal ini. Pertama, sedang terjadi eror pada sistem penerbitan BPE. Kedua, adanya kendala pada file CSV. Alternatif untuk menghindari atau meminimalisir perbedaan tanggal ini, dimohon untuk tidak melakukan pelaporan ulang dan meng-klik “Lapor”. 

Jika mengalami kendala dalam mendapatkan BPE setelah melakukan pelaporan, Anda dapat menghubungi tim support OnlinePajak di [email protected].

Beberapa kendala terkait BPE/NTTE ini sebelumnya telah dibahas pada artikel, “Bukti Penerimaan ASP: Solusi Atas Tertundanya Penerbitan BPE“.

Itulah sekilas tentang NTTE dan permasalahan yang sering ditemui. Informasi lain tentang BPE/NTTE dapat Anda temukan di artikel kami lainnya di sini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

SERING LEMBUR SAAT MUSIM PELAPORAN PAJAK?

Lapor lewat e-Filing OnlinePajak, lebih mudah & cepat! Hitung & setor pajak juga bisa dalam satu aplikasi!

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

SERING LEMBUR SAAT MUSIM PELAPORAN PAJAK?

Lapor lewat e-Filing OnlinePajak, lebih mudah & cepat! Hitung & setor pajak juga bisa dalam satu aplikasi!