2 Jenis Rincian Tarif PPh 21 Terbaru Beserta Contoh Perhitungannya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Dua Jenis Tarif PPh 21

Tarif PPh 21 pada dasarnya dibedakan menjadi 2, yaitu tarif PPh 21 untuk penerima penghasilan (wajib pajak) yang memiliki NPWP dan penerima penghasilan (wajib pajak) yang tidak memiliki NPWP.

Selain itu, tarif pajak penghasilan ini juga ditentukan berdasarkan penghasilan yang diterima wajib pajak tiap tahunnya (bersifat progresif).

Artinya, semakin tinggi penghasilan yang Anda terima, semakin tinggi pula tarif PPh 21 yang dikenakan pada Anda.

Lantas, berapa sih tarif PPh 21 yang berlaku saat ini?

Berdasarkan Pasal 17 ayat (1) huruf a Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015, berikut ini tarif PPh 21 untuk Wajib Pajak (WP) yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan tidak memiliki NPWP:

Tarif Pajak Penghasilan PPh21 Dengan NPWP

Penghasilan Kena Pajak

Tarif Pajak

Penghasilan tahunan hingga Rp50.000.000

5%

Penghasilan tahunan di atas Rp50.000.000 – Rp250.000.000

15%

Penghasilan tahunan di atas Rp250.000.000 – Rp500.000.000

25%

Penghasilan tahunan di atas Rp500.000.000

30%

Tarif Pajak Penghasilan PPh 21 Tanpa NPWP

Bagi penerima penghasilan (wajib pajak) yang tidak punya NPWP, tarif yang dikenakan lebih tinggi 20% dari tarif yang diterapkan terhadap wajib pajak yang memiliki NPWP.

Berikut ini rincian tarifnya:

  • Jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong adalah sebesar 120% dari jumlah PPh Pasal 21 yang seharusnya dipotong dalam hal yang bersangkutan memiliki NPWP.
  • Ketentuan di atas diterapkan untuk pemotongan PPh Pasal 21 yang bersifat tidak final.
  • Dalam hal pegawai tetap atau penerima pensiun berkala sebagai penerima penghasilan yang telah dipotong PPh Pasal 21 dengan tarif yang lebih tinggi mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP dalam tahun kalender yang bersangkutan paling lama sebelum pemotongan PPh Pasal 21 untuk Masa Pajak Desember, selisih pengenaan tarif sebesar 20% lebih tinggi tersebut diperhitungkan untuk bulan-bulan selanjutnya setelah memiliki NPWP.

Baca juga:

 

Kesalahan dalam Menghitung Tarif PPh 21

Dalam melakukan penghitungan PPh 21, terkadang masih ada orang yang melakukan kesalahan mendasar seperti salah menerapkan tarif yang berlaku.

Misalnya, jika penghasilan Anda senilai Rp600.000.000/tahun, maka Anda langsung mengalikan penghasilan tersebut dengan tarif 30%. Akibatnya, hasil perhitungan PPh 21 Anda jadi tidak akurat. Untuk membantu Anda, berikut ini contoh penghitungan PPh 21 yang salah dan yang benar.

1. Contoh perhitungan tarif PPh 21 yang salah:

Jumlah Penghasilan Kena Pajak: Rp600.000.000

Pajak Penghasilan yang Terutang

5% x Rp50.000.000

Rp2.500.000

15% x Rp250.000.000

Rp37.500.000

25% x Rp500.000.000

Rp125.000.000

Total

Rp165.000.000

2. Contoh perhitungan tarif PPh 21 yang benar:

Jumlah Penghasilan Kena Pajak: Rp600.000.000

Pajak Penghasilan yang Terutang

5% x Rp50.000.000

Rp2.500.000

15% x Rp200.000.000

Rp30.000.000

25% x Rp250.000.000

Rp62.500.000

30% x Rp100.000.000

Rp30.000.000

Total

Rp125.000.000

Untuk mengetahui apakah perhitungan Anda tepat atau tidak caranya mudah. Pada contoh yang salah, nominal penghasilan wajib pajak tidak lebih dari Rp600.000.000.

Sedangkan contoh yang benar sudah sesuai, yaitu Rp600.000.000.

Untuk menghindari kesalahan perhitungan, sebenarnya ada solusi yang lebih permanen. Caranya dengan menggunakan fitur hitung otomatis PPh 21 milik OnlinePajak.

Selain dapat mempermudah perhitungan PPh 21 dan membuat SPT-nya, proses pengelolaan pajak juga jadi mudah dengan adanya fitur e-Billing dan e-Filing di satu aplikasi terintegrasi.

Baca juga:

 

Mau tahu seperti apa mudahnya mengelola PPh 21 di OnlinePajak? Simak infografis di bawah ini.

Contoh Tarif PPH Wajib Pajak yang Memiliki NPWP dan tidak memiliki NPWP

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Masih hitung pajak karyawan secara manual? Daripada capek, cobain Aplikasi Solusi Pajak Karyawan secara Otomatis ✔ Lengkap ✔ Aman ✔ aja! Cek Di Sini!

kelola pph 21 dalam 3 langkah mudah!

Dengan OnlinePajak, Anda dapat buat, setor dan lapor PPh 21 online dalam satu aplikasi terintegrasi. Tunggu apa lagi?

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Kelola PPh 21 dalam tiga langkah mudah!

Dengan OnlinePajak, Anda dapat buat, setor dan lapor PPh 21 online dalam satu aplikasi terintegrasi. Tunggu apa lagi?