Resources / Blog /

e-Faktur

Laporan Rekonsiliasi Bank: Pengertian, Cara Membuat, dan Contohnya

By

Rabbani Haddawi

Laporan rekonsiliasi bank adalah dokumen yang mencocokkan saldo kas menurut pembukuan perusahaan dengan saldo menurut rekening koran bank. Bagi tim finance dan akuntansi, laporan ini menjadi kontrol utama untuk memastikan tidak ada transaksi yang tercecer, salah catat, atau berpotensi kecurangan sebelum laporan keuangan disusun.

Jawaban Singkat: Apa Itu Rekonsiliasi Bank?

Rekonsiliasi bank adalah proses membandingkan catatan kas internal perusahaan dengan mutasi rekening yang diterbitkan bank pada periode yang sama, lalu menjelaskan setiap selisih yang muncul akibat perbedaan waktu pencatatan atau kesalahan. Hasil akhirnya adalah saldo yang telah disesuaikan (adjusted balance) yang sama antara catatan perusahaan dan catatan bank.

Idealnya, rekonsiliasi dilakukan minimal satu kali setiap akhir bulan, dan sebaiknya dilakukan oleh staf yang tidak memiliki akses langsung terhadap kas agar fungsi kontrolnya tetap independen.

Mengapa Rekonsiliasi Bank Penting bagi Bisnis

  • Mendeteksi kesalahan pencatatan, baik dari sisi perusahaan maupun bank, sebelum berdampak ke laporan keuangan
  • Mengidentifikasi transaksi yang belum tercatat, seperti biaya administrasi bank atau pendapatan jasa giro
  • Menjadi bagian dari sistem pengendalian internal yang diperiksa auditor eksternal
  • Memastikan saldo kas yang dilaporkan dalam laporan keuangan benar-benar akurat sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis

Komponen Penyebab Selisih Saldo Bank dan Perusahaan

Item umum yang menyebabkan perbedaan saldo kas perusahaan dan saldo bank
Item Penjelasan Penyesuaian
Setoran dalam perjalanan (deposit in transit) Sudah dicatat perusahaan, belum tercatat di bank Tambah ke saldo bank
Cek beredar (outstanding check) Sudah dicatat perusahaan, belum dicairkan penerima Kurangi dari saldo bank
Biaya administrasi bank Dipotong langsung oleh bank tanpa pemberitahuan awal Kurangi dari saldo buku perusahaan
Pendapatan jasa giro / bunga bank Dicatat bank, belum dicatat perusahaan Tambah ke saldo buku perusahaan
Cek kosong dari pelanggan (NSF check) Cek yang ditolak bank karena dana tidak cukup Kurangi dari saldo buku perusahaan
Kesalahan pencatatan Salah input nominal oleh perusahaan atau bank Koreksi sesuai bukti yang valid

Cara Membuat Laporan Rekonsiliasi Bank

  1. Bandingkan saldo awal. Ambil saldo akhir buku besar kas perusahaan dan saldo akhir menurut rekening koran bank pada tanggal yang sama.
  2. Identifikasi item penyesuaian saldo bank. Tambahkan setoran dalam perjalanan dan kurangi cek beredar dari saldo bank.
  3. Identifikasi item penyesuaian saldo buku perusahaan. Tambahkan pendapatan jasa giro, kurangi biaya administrasi bank dan cek kosong.
  4. Telusuri selisih yang tersisa. Jika masih ada perbedaan setelah penyesuaian, periksa ulang kemungkinan jurnal ganda, transaksi terlewat, atau kesalahan input nominal.
  5. Susun jurnal penyesuaian. Buat jurnal untuk setiap item yang memengaruhi saldo buku perusahaan, seperti biaya bank dan pendapatan bunga.
  6. Pastikan saldo akhir sama. Saldo bank yang disesuaikan harus sama dengan saldo buku perusahaan yang disesuaikan.

Format dan Komponen Rekonsiliasi Bank

Ada beberapa bentuk penyajian laporan rekonsiliasi bank yang umum dipakai di Indonesia:

  • Bentuk staffel (vertikal/report form) – rekonsiliasi saldo bank dan saldo perusahaan disusun bertingkat dari atas ke bawah
  • Bentuk skontro (account form) – saldo perusahaan dan saldo bank disajikan berdampingan secara horizontal
  • Bentuk 4 kolom – menampilkan saldo awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir
  • Bentuk 8 kolom – versi lebih rinci dengan pemisahan kolom debit-kredit untuk masing-masing sisi

Contoh Perhitungan Rekonsiliasi Bank

PT Sukses Kemilau mencatat saldo kas menurut buku besar sebesar Rp16.000.000 pada akhir bulan. Menurut rekening koran bank, saldo tercatat Rp15.000.000. Setelah ditelusuri, ditemukan setoran dalam perjalanan sebesar Rp2.000.000 dan cek beredar sebesar Rp1.000.000 yang belum dicairkan penerima.

Contoh penyesuaian saldo bank hingga sama dengan saldo buku perusahaan
Keterangan Nominal (Rp)
Saldo menurut rekening koran bank 15.000.000
Tambah: setoran dalam perjalanan 2.000.000
Kurang: cek beredar (1.000.000)
Saldo bank setelah disesuaikan 16.000.000

Hasil akhir Rp16.000.000 sama dengan saldo buku besar perusahaan, sehingga rekonsiliasi dinyatakan sesuai (balance) dan tidak diperlukan jurnal koreksi tambahan pada kasus ini.

Kaitan Rekonsiliasi Bank dengan Kewajiban Perpajakan

Meski tidak diatur secara khusus dalam satu regulasi pajak tersendiri, rekonsiliasi bank yang rapi berdampak langsung pada kepatuhan pajak perusahaan. Data arus kas yang akurat menjadi dasar rekonsiliasi antara PPN Keluaran dan PPN Masukan pada SPT Masa PPN, serta memastikan pencatatan penghasilan dan biaya untuk keperluan pembukuan PPh Badan sesuai dengan bukti transaksi riil di rekening bank. Selisih yang tidak dijelaskan antara catatan kas dan rekening bank berpotensi menimbulkan pertanyaan saat pemeriksaan pajak, karena auditor pajak umumnya membandingkan arus kas dengan omzet yang dilaporkan.

Kesalahan Umum dalam Rekonsiliasi Bank

  • Menunda rekonsiliasi hingga beberapa bulan, sehingga selisih menumpuk dan sulit ditelusuri
  • Lupa mencatat setoran dalam perjalanan atau cek beredar yang menyebabkan saldo tidak pernah balance
  • Tidak membuat jurnal penyesuaian atas biaya administrasi bank dan pendapatan bunga
  • Melakukan rekonsiliasi oleh staf yang sama dengan penanggung jawab kas, sehingga fungsi kontrol independen hilang
  • Tidak menyimpan bukti pendukung penyesuaian, sehingga sulit dijelaskan saat audit

Frekuensi dan Waktu Ideal Melakukan Rekonsiliasi

Untuk bisnis dengan volume transaksi tinggi, rekonsiliasi bulanan saja sering kali tidak cukup. Banyak tim finance kini melakukan rekonsiliasi mingguan atau bahkan harian dengan memanfaatkan akses mutasi rekening secara digital, sehingga potensi kesalahan atau aktivitas mencurigakan dapat terdeteksi lebih cepat sebelum menumpuk menjelang tutup buku bulanan.

Menyederhanakan Rekonsiliasi Bank dengan OnlinePajak

Melakukan rekonsiliasi bank secara manual di spreadsheet rentan human error, apalagi jika volume transaksi tinggi. Modul akuntansi OnlinePajak membantu perusahaan mencocokkan mutasi rekening dengan pembukuan secara lebih sistematis, sehingga data kas yang sudah rapi dapat langsung terhubung ke alur pelaporan PPN bulanan dan pembukuan PPh Badan tanpa perlu menyusun ulang data dari awal setiap periode.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu rekonsiliasi bank?

Rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan saldo kas menurut catatan pembukuan perusahaan dengan saldo menurut rekening koran bank, untuk memastikan keduanya sama setelah memperhitungkan item yang belum tercatat di salah satu pihak.

Bagaimana cara membuat laporan rekonsiliasi bank?

Bandingkan saldo buku perusahaan dan saldo bank, identifikasi item penyesuaian seperti setoran dalam perjalanan, cek beredar, biaya administrasi, dan pendapatan bunga, lalu susun jurnal penyesuaian hingga kedua saldo sama.

Kapan rekonsiliasi bank dilakukan?

Minimal satu kali setiap akhir bulan setelah bank menerbitkan rekening koran, meski banyak perusahaan dengan transaksi tinggi memilih melakukannya mingguan atau harian untuk deteksi dini kesalahan.

Apa perbedaan setoran dalam perjalanan dan cek beredar?

Setoran dalam perjalanan sudah dicatat perusahaan tetapi belum tercatat di bank, sedangkan cek beredar sudah dicatat perusahaan namun belum dicairkan oleh penerima di bank.

Siapa yang sebaiknya membuat rekonsiliasi bank di perusahaan?

Idealnya dilakukan oleh staf yang tidak memiliki wewenang langsung atas penerimaan dan pengeluaran kas, agar proses rekonsiliasi berfungsi sebagai kontrol independen.

Share

Related articles

e-Faktur