Serba-Serbi Manajemen Biaya yang Patut Diketahui

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Arti Manajemen Biaya

Manajemen biaya adalah sistem yang disusun secara sempurna agar dapat mendatangkan informasi yang lengkap guna manajemen organisasi agar dapat digunakan dalam mengidentifikasi ragam peluang perencanaan strategi, menyempurnakan dan membuat keputusan operasional terkait pengadaan dan pemanfaatan sumber daya yang dibutuhkan oleh organisasi. 

Namun, jangan keliru. Manajemen biaya dan manajemen keuangan merupakan hal yang berbeda baik dari segi pengertian maupun pengaplikasiannya. Manajemen keuangan lebih mengarah ke bentuk pengelolaan keuangan suatu perusahaan. Jenis manajemen tersebut akan lebih fokus pada sistem dalam suatu bisnis yang disusun untuk mengidentifikasi potensi, merencanakan strategi, menyempurnakan dan mengambil kebijakan operasional yang berhubungan dengan pengadaan serta pemanfaatan sumber yang dibutuhkan oleh perusahaan. 

Baca Juga: Manajemen Risiko Kredit, Ini Metode dan Proses Penerapannya

Tujuan Manajemen Biaya

Ada 4 tujuan utama dari sistem manajemen biaya, di antaranya: 

  1. Mengidentifikasi biaya kegiatan suatu perusahaan. 
  2. Mendapatkan informasi tingkat efisiensi, efektivitas, dan nilai finansial pada kegiatan bisnis. 
  3. Membantu menyempurnakan performa perusahaan di masa depan. 
  4. Meraih ketiga tujuan tersebut secara bersamaan dalam suatu lingkungan perubahan teknologi. 

Manfaat Manajemen Biaya

Terdapat 7 manfaat utama yang akan diterima perusahaan bila memanfaatkan jenis manajemen ini, di antaranya: 

  1. Sebagai wujud perencanaan dan pengendalian bisnis. 
  2. Sebagai usaha meningkatkan monitoring biaya perusahaan. 
  3. Memaksimalkan performa daur hidup suatu produk hasil produksi. 
  4. Sebagai acuan dalam mengambil keputusan. 
  5. Sebagai wujud manajemen investasi yang efisien. 
  6. Sebagai alat ukur performa. 
  7. Mendukung otomasi kegiatan dan filosofi produksi. 

Baca Juga: Pengertian Manajemen Kas Serta Contohnya dalam Akuntansi

Macam-Macamnya

Ternyata manajemen biaya ini bermacam-macam. Setidaknya ada 5 macam manajemen biaya yang perlu Anda ketahui, di antaranya: 

1. Biaya Bahan Baku Langsung dan Tidak Langsung 

Biaya bahan baku langsung merupakan biaya bahan baku dari suatu produk atau objek lain. Sedangkan biaya bahan baku yang tidak langsung merupakan biaya bahan baku yang digunakan dalam memproses suatu produk namun bukan bagian dari produk yang sudah diproduksi. 

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Tidak Langsung

Biaya tenaga kerja langsung merupakan tenaga kerja yang melakukan produksi barang atau jasa, termasuk waktu istirahat, seperti waktu makan. Sedangkan biaya tenaga kerja tidak langsung merupakan upaya pengawasan menangani bahan baku, pelatihan, dan pengendalian kualitas yang dilakukan para pekerja. 

3. Biaya Tidak Langsung Lainnya

Biaya tidak langsung lainnya itu dibutuhkan ketika ingin memproduksi suatu barang/jasa. Termasuk biaya fasilitas, biaya alat, dan biaya pendukung lainnya. 

4. Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Biaya tetap merupakan salah satu biaya yang tidak akan berubah meski hasil produksi mengalami perubahan dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan biaya variabel merupakan biaya yang berkaitan erat dengan perubahan pada total biaya yang telah ditetapkan. 

5. Biaya Per Unit

Biaya per unit berarti nilai rata-rata biaya yang dihitung dari pembagian total biaya produksi dengan jumlah unit produksi. 

Baca Juga: Manajemen Bisnis: Definisi, Fungsi & Komponen yang Wajib Anda Ketahui

Alur Cost Management

Berikut ini 4 alur manajemen biaya yang perlu diketahui, di antaranya: 

  1. Perencanaan sumber daya
  2. Perkiraan biaya
  3. Penganggaran biaya
  4. Kontrol biaya.

Konsep Dasar Manajemen Biaya

Berikut ini konsep dasar manajemen biaya yang perlu dipahami, yakni:

1. Konsep Nilai Tambah

Manajer umumnya harus mengerjakan berbagai kegiatan perusahaan yang memiliki nilai tambah dengan berbagai cara yang tentunya harus efisien, mengurangi/menghapus kegiatan yang tidak memiliki nilai tambah. Hal tersebut guna memastikan biaya yang diperlukan untuk operasional pada setiap kegiatan. 

2. Konsep Akuntansi Aktivitas 

Seorang manajer memiliki tugas dalam menghimpun dan memantau, serta memastikan operasional yang dikeluarkan telah sesuai dengan kegiatan yang akan dijalankan. Konsep ini juga dikenal dengan istilah ABC (Activity-Based Costing). 

3. Konsep Biaya Target 

Biasanya pihak manajer biaya akan bertugas untuk memaksimalkan biaya target agar dapat menyentuh pangsa pasar dengan adanya biaya berdasarkan pasar. Tujuannya untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan selama daur hidup pada produk tertentu. 

Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa manajemen biaya ini memiliki peranan yang sangatlah penting dalam mengidentifikasi biaya kegiatan, efektivitas finansial perusahaan, penyempurnaan performa di masa yang akan datang, dan pengendalian biaya perusahaan dari berbagai bentuk kegiatan yang tidak mendatangkan manfaat berarti bagi perusahaan. 

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Buat SPT Tahunan Badan Anda dengan cepat dan mudah

Transkrip kutipan Laporan Keuangan, Lampiran, Lampiran Khusus, dan SPT PPh Wajib Pajak Badan Anda dapat dipersiapkan melalui OnlinePajak.

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Maksimalkan Keuntungan Bisnis Anda dengan Mengelola Pajak UMKM (PPh Final 0.5%) Secara Efisien

Bayangkan jika Anda dapat mempersingkat waktu saat mengelola Pajak UMKM/Pajak Penjualan. OnlinePajak memungkinkan hal tersebut dengan fitur perhitungan otomatis, setor, dan lapor di satu aplikasi.

OnlinePajak menggunakan cookie untuk memberikan pengalaman terbaik saat menavigasi website. Kebijakan cookie selengkapnya di sini