Dasar Pengenaan Pajak PPh 21 (DPP PPh 21)

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Apa Itu DPP PPh 21?

DPP PPh 21 adalah dasar yang digunakan untuk menghitung besarnya PPh Pasal 21 terutang. Dengan mengetahui dasar pengenaan pajak, kita dapat menghitung PPh 21 dengan tepat. 

Selain dikenakan atas pegawai tetap, DPP PPh 21 juga dikenakan bagi penerima uang pesangon, tenaga ahli maupun anggota dewan komisaris/dewan pengawas suatu perusahaan. Beberapa jenis pekerjaan tersebut juga memiliki tarif PPh 21-nya sendiri. 

Untuk mendapatkan dasar pengenaan pajak PPh 21, Anda harus terlebih dahulu menentukan jenis atau kategori pegawai yang akan dihitung pajaknya baik itu pegawai tetap, pegawai tidak tetap dan bukan pegawai. Lantas, apa perbedaan tiga kategori pegawai di atas? 

Mengutip Peraturan Dirjen Pajak No.31/PJ/2009, berikut ini definisi pegawai tetap, pegawai tidak tetap dan bukan pegawai:

Pegawai Tetap 

Pegawai yang menerima penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur, termasuk anggota dewan komisaris dan anggota dewan pengawas yang secara teratur terus menerus ikut mengelola kegiatan perusahaan secara langsung, atau pegawai kontrak.

Pegawai Tidak Tetap

Pegawai tidak tetap adalah pegawai yang hanya menerima penghasilan apabila pegawai yang bersangkutan bekerja. Pekerjaan dihitung berdasarkan jumlah hari bekerja, jumlah unit hasil pekerjaan yang dihasilkan/penyelesaian suatu jenis pekerjaan yang diminta oleh pemberi kerja. 

Bukan Pegawai 

Adalah orang pribadi selain pegawai tetap dan pegawai tidak tetap/tenaga kerja lepas yang memperoleh penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun dari pemotong PPh Pasal 21/ Pph Pasal 26 sebagai imbalan atas pekerjaan, jasa atau kegiatan tertentu yang dilakukan berdasarkan permintaan. 

Setelah menentukan jenis/kategori pegawai, langkah selanjutnya adalah menerapkan norma perhitungannya. Nah, di bawah ini adalah Dasar Pengenaan Pajak (DPP) dan pemotongan PPh Pasal 21 terbaru berdasarkan peraturan Direktur Jenderal Pajak PER-32/PJ/2015 adalah sebagai berikut:

  1. Dasar Pengenaan Pajak (DPP) untuk jumlah penghasilan yang melebihi Rp 450.000 sehari, yang berlaku bagi pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas yang menerima upah harian, upah mingguan, upah satuan atau upah borongan, sepanjang penghasilan kumulatif yang diterima dalam 1 bulan kalender telah melebihi Rp 4.500.000,-.
  2. Dasar Pengenaan Pajak (DPP) 50% dari jumlah penghasilan bruto yang berlaku bagi bukan pegawai sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER 32/PJ/2015 Pasal 3 huruf c yang menerima imbalan yang tidak bersifat berkesinambungan.
  3. Dasar Pengenaan Pajak (DPP) untuk jumlah penghasilan bruto yang berlaku bagi penerima penghasilan selain penerima penghasilan di atas.
  4. Dasar Pengenaan Pajak (DPP) dan Pemotongan PPh Pasal 26 adalah jumlah penghasilan bruto. 

Contoh Perhitungan DPP PPh Pasal 21 

Setelah membaca pengertian dan norma perhitungan DPP, mari kita simak pembahasan perhitungan DPP Pasal 21 berikut ini. 

Nico merupakan seorang karyawan tetap di sebuah perusahaan swasta yang belum menikah dan memiliki pendapatan Rp 10.000.000/bulan. Nico baru mulai bekerja mulai bulan Maret hingga November 2018. 

Cara Hitung DPP PPh 21 untuk Karyawan Tetap: 

Gaji Setahun    = 10  x Rp   10.000.000 = Rp 100.000.000
Biaya Jabatan  = 5% x Rp 100.000.000 = Rp     5.000.000
Penghasilan Netto = Rp 100.000.000 – Rp 5.000.000 = Rp 95.000.000 
PTKP belum menikah dan tidak memiliki tanggungan = Rp 54.000.000 

DPP PPh 21 = Penghasilan Netto – PTKP 
                    = Rp 95.000.000 – Rp 54.000.000 
                    = Rp 41.000.000 

 

Cara Menghitung DPP PPh 21 Otomatis

Menghitung DPP PPh Pasal 21 memang mudah. Namun, pekerjaan ini bisa memakan waktu jika terjadi perubahan gaji pada banyak karyawan dalam satu masa pajak. Tentu saja Anda harus membuat perhitungan ulang satu per satu.

Untungnya, kemajuan teknologi di bidang perpajakan dapat membantu Anda mengatasi kerepotan tersebut. Sebab, kini tersedia banyak aplikasi pajak yang membantu Anda menemukan angka DPP bahkan menghitung PPh 21 secara otomatis.

Untuk mempermudah perhitungan PPh 21, Anda dapat menggunakan aplikasi PPh 21 milik OnlinePajak. Anda tidak perlu lagi menghitung secara manual pendapatan yang Anda miliki dengan menggunakan Excel.

Baca juga: Panduan Menghitung PPh 21 dan Contoh Kasusnya

Kesimpulan

  • Dasar Pengenaan Pajak (DPP) PPh 21 bagi wajib pajak penerima penghasilan berbeda-beda. Tergantung dari status kepegawaian.
  • Di OnlinePajak, perhitungan DPP dan PPh Pasal 21 dapat dilakukan secara otomatis dan akurat.
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Lebih efisien dan akurat dengan perhitungan otomatis PPh21 dan potongan BPJS

Mempermudah penghitungan gaji dan pajak karyawan Anda dengan cepat dan akurat, melalui metode perhitungan PPh 21 mulai dari metode Gross, Nett, dan Gross Up,

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Hitung Gaji dan BPJS Karyawan Anda Secara Otomatis

Hitung gaji karyawan Anda beserta komponen lainnya secara otomatis menggunakan metode yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Perhitungan lebih cepat dan akurat.