Wajib Baca, Ini Dia Bahasan Lengkap Soal BPJS Kesehatan Perusahaan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Jadi Peserta BPJS Kesehatan Itu Wajib, Lho!

Tahukah Anda, menjadi peserta BPJS Kesehatan di dalam perusahaan maupun personal merupakan kewajiban kita sebagai warga negara, lho. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Jika sebelumnya kami membahas lengkap soal serba-serbi BPJS Kesehatan untuk perorangan, artikel berikut ini lebih berfokus pada BPJS Kesehatan perusahaan. Penasaran? Yuk, simak bahasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu BPJS Kesehatan Perusahaan?

BPJS Kesehatan Perusahaan pada dasarnya sama dengan BPJS Kesehatan individu, hanya saja pembayaran iurannya diambil dari perhitungan gaji si karyawan. Perusahaan memiliki wewenang untuk melakukan potongan terhadap gaji karyawan terkait iuran yang harus dibayarkan dengan besaran persentase tertentu.

Sebagai pemberi kerja, ada banyak yang wajib untuk Anda ketahui, mulai dari cara mendaftarkan karyawan, menghitung jumlah iuran yang harus dibayarkan, sampai dengan sanksi jika tidak mendaftarkan karyawan sebagai anggota BPJS Kesehatan perusahaan. Yuk, kita bahas satu-persatu!

Bagaimana Mendaftar BPJS Kesehatan?

Ini menjadi tugas awal pemberi kerja untuk mencari tahu apakah karyawannya sudah terdaftar sebelumnya sebagai peserta BPJS Kesehatan atau belum. Jika sudah, maka catat nomor BPJS Kesehatan karyawan kemudian ikuti proses untuk mengubah status mereka menjadi pekerja penerima upah.

Program ini memberikan kemudahan bagi pemberi kerja untuk mendaftarkan karyawannya kepesertaan BPJS melalui sistem online E-Dabu atau Elektronik Data Badan Usaha. E-dabu merupakan aplikasi yang memudahkan pemberi kerja dalam mengurus jaminan kesehatan milik pemerintah ini.

Terlebih lagi, di pertengahan tahun 2019 ini BPJS Kesehatan mengeluarkan update terbaru untuk E-dabu 4.2. Penasaran apa saja manfaatnya? Simak bahasan lengkapnya di sini!

Cara Menghitung Iuran BPJS Kesehatan Perusahaan

Inilah bagian terpenting dalam program ini. Berapa sebenarnya besaran potongan dari gaji karyawan yang dibayarkan untuk iuran BPJS Kesehatan?

Banyak karyawan yang marah karena merasa gajinya dipotong terlalu banyak untuk urusan BPJS, padahal tidak demikian.

Besaran iuran BPJS Kesehatan perusahaan sebesar 5%, berdasarkan tarif Pekerja Penerima Upah yang bekerja di badan swasta. Tapi tenang, 5% tidak semuanya dibebankan kepada karyawan. Karyawan penerima upah hanya perlu membayar iuran sebesar 1% saja, sedangkan sisa 4% dibayarkan oleh perusahaan.

Jika dibagi kembali, 5% itu tidak semuanya hanya untuk 1 karyawan saja, melainkan dibagi-bagi untuk 5 anggota keluarga lain seperti suami atau istri dan maksimal tiga orang anak. Jika kebetulan karyawan memiliki tanggungan lebih dari 5, maka akan dikenakan tambahan iuran 1% untuk setiap orangnya.

Ada yang perlu dicatat oleh pemberi kerja, bahwasannya ketentuan maksimal gaji karyawan yang dikenakan iuran BPJS Kesehatan adalah Rp8.000.000 setiap bulannya. Itu artinya, jika gaji si karyawan lebih dari Rp8.000.000 maka persentase 5% tetap dikalikan dengan nominal Rp8.000.000.

Mari kita langsung masuk ke contoh pertama untuk penghitungan iuran BPJS Kesehatan perusahaan:

Si A memiliki gaji bulanan Rp5.000.000, maka penghitungan iurannya sebagai berikut:

Iuran yang ditanggung perusahaan: 4% x Rp5.000.000 = Rp200.000
Iuran yang dipotong dari gaji: 1% x Rp5.000.000 = Rp50.000
Total iuran BPJS Kesehatan si A: Rp250.000

Sedangkan contoh kedua ini termasuk dalam hitungan iuran BPJS Kesehatan untuk karyawan yang gaji bulanannya di atas Rp8.000.000:

Si B memiliki gaji bulanan Rp10.000.000, maka penghitungan iurannya sebagai berikut:
Iuran yang ditanggung perusahaan: 4% x Rp8.000.000 = Rp320.000
Iuran yang dipotong dari gaji: 1% x Rp8.000.000 = Rp80.000
Total iuran BPJS Kesehatan si A: Rp400.000

Pada dasarnya, iuran BPJS Kesehatan perusahaan ini merupakan salah satu dari komponen penting dalam penghitungan potongan gaji karyawan perusahaan PPh Pasal 21. Penting bagi pemberi kerja untuk mengetahui penghitungan PPh 21 yang akurat.

OnlinePajak sebagai solusi cerdas pajak Anda memberikan penghitungan PPh 21 secara otomatis dan akurat. Tinggal isi jumlah persentase BPJS Kesehatan lewat kolom “JKes” di aplikasi OnlinePajak, maka hasilnya akan didapat secara instan. OnlinePajak sendiri menerapkan tarif iuran BPJS Kesehatan perusahaan sebesar 4% yang ditanggung karyawan dan 1% yang ditanggung karyawan.

Untuk mengetahui gambaran penghitungan BPJS Kesehatan perusahaan di OnlinePajak, silakan lihat gambar di bawah ini atau klik bahasan lengkap mengenai solusi pajak karyawan di sini!

BPJS

Apa Sanksinya Jika Perusahaan Tidak Mendaftarkan Karyawannya?

Seperti tertuang dalam UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pasal 17, tiap pemberi kerja yang tidak melakukan kewajibannya akan dikenai sanksi administratif, yang meliputi teguran tertulis, denda, dan/atau tidak mendapat pelayanan publik tertentu.

Lalu, dalam pasal 55 disebutkan bahwa pemberi kerja yang tidak melakukan kewajibannya dalam memungut, membayar, dan menyetor iuran BPJS Kesehatan maka bisa dikenakan pidana penjara paling lama 8 tahun atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000.

Kesimpulan

Tidak sulit untuk memahami apa itu BPJS Kesehatan perusahaan. Yang paling penting adalah mengetahui besaran iurannya, yaitu sebanyak 5% yang mana 4% ditanggung oleh perusahaan dan 1% ditanggung oleh karyawan.

Selain itu, iuran BPJS Kesehatan perusahaan juga merupakan bagian dari komponen penghitungan pajak karyawan atau PPh Pasal 21. Kini ada cara mudah penghitungan yang otomatis, cepat, dan akurat melalui aplikasi pelaporan pajak di OnlinePajak. Hitung, setor, dan lapor pajak Anda dengan mudah bersama OnlinePajak!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

MAU TAHU CARA MUDAH KELOLA BPJS UNTUK PPH 21?​

Dengan OnlinePajak, berbagai macam pengaturan BPJS untuk PPh 21 akan terhitung otomatis! Hitung, setor & lapor dalam satu aplikasi terintegrasi. Tunggu apa lagi?

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

MAU TAHU CARA MUDAH KELOLA BPJS UNTUK PPH 21?

Dengan OnlinePajak, berbagai macam pengaturan BPJS untuk PPh 21 akan terhitung otomatis! Hitung, setor & lapor dalam satu aplikasi terintegrasi. Tunggu apa lagi?