Pengukuhan PKP : Cara & Syarat Pengajuan PKP

Dian Puspa | Wed, 02/22/2017 - 18:42 | 44212 views

Sebelum mendapat pengukuhan PKP atau Pengusaha Kena Pajak, seorang pengusaha atau wajib pajak badan harus memenuhi syarat pengajuan PKP dan lolos dari survey yang dilakukan KPP atau KP2KP.

Pengertian PKP (Pengusaha Kena Pajak)

PKP atau Pengusaha Kena Pajak adalah pengusaha / bisnis / perusahaan yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) yang dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) berdasarkan Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN) 1984 dan perubahannya.

Syarat Pengajuan PKP

Untuk mendapat pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dari Direktorat Jenderal Pajak, seorang pengusaha / bisnis / perusahaan harus memenuhi syarat:

  1. Memiliki pendapatan bruto (omzet) dalam 1 tahun buku mencapai Rp 4,8 miliar. Tidak termasuk pengusaha / bisnis / perusahaan dengan pendapatan bruto kurang dari Rp 4,8 miliar, kecuali pengusaha tersebut memilih dikukuhkan jadi Pengusaha Kena Pajak.
  2. Melewati proses survey yang dilakukan KPP atau KP2KP tempat pendaftaran
  3. Melengkapi dokumen dan syarat pengajuan PKP atau pengukuhan PKP.

Permohonan menjadi Pengusaha Kena Pajak tersebut diajukan ke KPP atau KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal, tempat kedudukan, atau tempat kegiatan usaha wajib pajak.

Siapa Pengusaha yang Wajib Mendapatkan Pengukuhan PKP?

Selain harus memiliki omzet mencapai Rp 4,8 miliar dalam 1 tahun, pengusaha yang wajib mendapatkan pengukuhan PKP adalah pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak di dalam daerah Pabean dan/atau melakukan ekspor Barang Kena Pajak Berwujud, ekspor Jasa Kena Pajak dan/atau Barang Kena Pajak Tidak Berwujud diwajibkan:

  1. melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak
  2. memungut pajak yang terutang
  3. menyetorkan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) yang masih harus dibayar dalam hal Pajak Keluaran lebih besar dari pada Pajak Masukan yang dapat dikreditkan serta menyetorkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang terutang
  4. melaporkan pemungutan, penyetoran, dan penghitungan pajaknya paling lambat akhir bulan berikutnya (SPT Masa PPN)

Dokumen & Formulir Pendaftaran PKP yang Harus Disiapkan

Selain formulir pendaftaran PKP yang perlu Anda unduh di sini, berikut ini dokumen-dokumen yang harus diajukan ke KPP untuk memenuhi syarat pengajuan PKP dan mendapat pengukuhan PKP:

I. Wajib Pajak Orang Pribadi

  • Fotokopi KTP bagi WNI atau fotokopi KITAS/KITAP bagi WNA
  • Dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi berwenang
  • Surat keterangan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa.

II. Wajib Pajak Badan

  • Fotokopi akta pendirian atau dokumen pendirian atau perubahan bagi Wajib Pajak Badan dalam negeri atau surat keterangan penunjukan dari kantor pusat bagi Bentuk Usaha Tetap (BUT), yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang.
  • Fotokopi Kartu NPWP salah satu pengurus atau fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal dari pejabat pemerintah daerah sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa jika penanggung jawab perusahaan adalah WNA.
  • Dokumen izin usaha dan/atau kegiatan yang diterbitkan oleh instansi berwenang.
  • Surat keterangan tempat kegiatan usaha yang diterbitkan dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa.

III. Wajib Pajak Badan Bentuk Kerja Sama Operasi (Joint Operation)

  • Fotokopi Perjanjian Kerjasama / Akta Pendirian sebagai bentuk kerja sama operasi (Joint Operation) yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang.
  • Fotokopi kartu NPWP masing-masing anggota bentuk kerja sama operasi (joint operation) yang diwajibkan untuk memiliki NPWP.
  • Fotokopi kartu NPWP orang pribadi salah satu pengurus perusahaan anggota bentuk kerja sama operasi (joint operation) atau fotokopi paspor dalam hal penanggung jawab adalah WNA.
  • Dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi berwenang.
  • Surat Keterangan tempat kegiatan usaha dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa bagi Wajib Pajak Badan dalam negeri maupun Wajib Pajak Badan asing.

Dokumen-dokumen lain yang biasanya disertakan adalah:

  • Bukti sewa / kepemilikan tempat usaha
  • Foto ruangan / tempat usaha
  • Peta lokasi
  • Spesimen penanda tangan faktur (form disediakan KPP) & fotokopi penanda tangan faktur
  • Daftar harta / invetaris kantor
  • Laporan keuangan (neraca laba / rugi)
  • SPT Tahunan terakhir

Penyebab Syarat Pengajuan PKP Ditolak

Dalam jangka waktu 3-5 hari setelah semua persyaratan dilengkapi dan diajukan, petugas verifikasi akan melakukan survey atau verifikasi. Bila disetujui, maka sekitar 1-2 hari sejak survey, maka surat pengukuhan PKP dapat diambil di KPP tempat syarat pengajuan PKP diberikan. Keputusan Permohonan Pengajuan PKP diterbitkan paling lambat 5 hingga 10 hari kerja setelah Bukti Penerimaan Surat diterbitkan.

Tetapi ada kalanya, pengajuan PKP ditolak karena:

  • Tidak memenuhi semua syarat pengajuan PKP
  • Keraguan petugas atas keabsahan dan kelayakan perusahaan
  • Pengusaha melakukan penyerahan BKP/JKP yang dikecualikan/bukan objek PPN

Daftar PKP Online, Bisakah?

Walaupun menu pendaftaran PKP online ada di aplikasi e-registration DJP https://ereg.pajak.go.id dengan judul “Pengukuhan PKP”, namun sebenarnya aplikasi ini belum bisa dipakai untuk daftar PKP online. Berikut pengumuman yang dipasang pada situs e-registration DJP.

Untuk daftar PKP, wajib pajak harus tetap mendatangi KPP tempat wajib pajak terdaftar.

PKP (pengusaha kena pajak), syarat pengajuan pkp dan pengukuhan pkp tidak bisa dilakukan dengan daftar pkp online di ereg pajak
Daftar PKP Online saat ini belum dilakukan di situs e-registration DJP

Setelah Mendapatkan Pengukuhan PKP, Apa Selanjutnya?

Setelah mendapatkan pengukuhan PKP, wajib pajak perlu membuat Pajak Masukan, Pajak Keluaran, eFaktur pajak dan SPT Masa PPN, bayar PPN dan e-filing PPN. Terdapat dua aplikasi untuk melakukan kewajiban-kewajiban efaktur dan PPN Anda per bulannya, yaitu software eFaktur DJP dan aplikasi e-Faktur OnlinePajak.

Mengapa Menggunakan eFaktur OnlinePajak?

Aplikasi eFaktur OnlinePajak sangat membantu wajib pajak badan dalam menyelesaikan pembuatan efaktur pajak sehari-hari, karena lebih hemat waktu dan bebas repot. Berikut ini kelebihan-kelebihan aplikasi eFaktur OnlinePajak:

1. Aplikasi Resmi

Aplikasi OnlinePajak adalah mitra resmi DJP yang sudah disahkan dengan Surat Keputusan KEP-193/PJ/2017. Sehingga eFaktur yang dibuat melalui OnlinePajak adalah memiliki barcode yang sah dari DJP.

efaktur pajak dari onlinepajak
eFaktur pajak yang dibuat melalui aplikasi e-Faktur OnlinePajak dengan barcode yang sah dari DJP

2. Bebas Repot

Karena berbasis web/online, wajib pajak tidak perlu repot download efaktur saat pertama kali instalasi dan setiap kali ada update terbaru. Setiap kali ada perubahan peraturan DJP, aplikasi efaktur OnlinePajak di-update otomatis.

3. Hemat Waktu & Mudah  

Di aplikasi eFaktur OnlinePajak, tak perlu buat eFaktur dan input data satu per satu. Buat eFaktur banyak sekaligus dengan 1 klik saja dan butuh waktu beberapa saat saja.

Kini dengan teknologi API, aplikasi eFaktur OnlinePajak telah terintegrasi dengan aplikasi / software akuntansi yang populer di Indonesia seperti Accurate dan Xero. Sehingga Anda tidak perlu memasukkan data yang sama berulang kali untuk membuat eFaktur, cukup sekali klik, data faktur dari software akuntansi Anda dapat berpindah ke OnlinePajak dan membuat banyak efaktur pajak secara sekaligus

buat efaktur pajak banyak sekaligus di onlinepajak dengan mudah
Pilih faktur penjualan sebanyak yang Anda inginkan, dan klik "Approve" untuk membuat eFaktur pajak banyak sekaligus

Kesimpulan:

Syarat pengajuan / pengukuhan PKP adalah :

  1. Memiliki pendapatan bruto (omzet) dalam 1 tahun buku mencapai Rp 4,8 miliar.
  2. Melewati proses survey yang dilakukan KPP atau KP2KP tempat pendaftaran.
  3. Melengkapi dokumen dan syarat pengajuan PKP atau pengukuhan PKP.

Wajib pajak PKP perlu mencoba membuat eFaktur pajak di aplikasi eFaktur OnlinePajak, karena:

  1. Aplikasi mitra resmi DJP
  2. Bebas repot karena tidak perlu instalasi apa pun
  3. Hemat waktu dan mudah karena bisa buat banyak efaktur pajak sekaligus hanya dengan beberapa saat saja