Keputusan Dirjen Pajak – KEP 195/PJ/2008

TIPE

Keputusan Dirjen Pajak

NOMOR PERATURAN

KEP 195/PJ/2008

TAGGAL PENERBITAN

27 November 2008

OBJEK

penerapan organisasi, tata kerja dan saat mulai beroperasinya kantor wilayah direktorat jenderal pajak sulawesi utara, tengah, gorontalo dan maluku utara kantor wilayah direktorat jenderal pajak nusa tenggara, dan kantor wilayah direktorat jenderal pajak papua dan maluku serta kantor pelayanan pajak pratama dan kantor pelayanan, penyuluhan dan konsultasi perpajakan dilingkungan kantor wilayah direktorat jenderal pajak kalimantan barat, kantor wilayah direktorat jenderal pajak kalimantan selatan dan tengah, kantor wilayah direktorat jenderal pajak sulawesi utara, tengah, gorontalo dan maluku utara kantor wilayah direktorat jenderal pajak nusa tenggara, dan kantor wilayah direktorat jenderal pajak papua dan maluku
PERATURAN

Menimbang :

bahwa sehubungan dengan reorganisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67/PMK.01/2008, maka perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Penerapan Organisasi, Tata Kerja dan Saat Mulai Beroperasinya Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Nusa Tenggara, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Papua dan Maluku, serta KantorPelayanan Pajak Pratama dan Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Barat, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara, Kantor WilayahDirektorat Jenderal Pajak Nusa Tenggara, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Papua dan Maluku;

Mengingat :

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 132/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67/PMK.01/2008;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANGPENERAPAN ORGANISASI, TATA KERJA DAN SAAT MULAI BEROPERASINYA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SULAWESI UTARA, TENGAH, GORONTALO DAN MALUKU UTARA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK NUSA TENGGARA, DAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK PAPUA DAN MALUKU, SERTA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA DAN KANTOR PELAYANAN, PENYULUHAN DAN KONSULTASI PERPAJAKAN DILINGKUNGAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KALIMANTAN BARAT, KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KALIMANTAN SELATAN DAN TENGAH, KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SULAWESI UTARA, TENGAH, GORONTALO DAN MALUKU UTARA, KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK NUSA TENGGARA, DAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK PAPUA DAN MALUKU.

PERTAMA :

Menerapkan organisasi dan tata kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 132/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67/PMK.01/2008 untuk :

  1. Kanwil DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara;
  2. Kanwil DJP Nusa Tenggara; dan
  3. Kanwil DJP Papua dan Maluku.

KEDUA :

Menerapkan organisasi dan tata kerja Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama dan Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) sebagaimana diatur dalamPeraturan Menteri Keuangan Nomor 132/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67/PMK.01/2008 di lingkungan :

  1. Kanwil DJP Kalimantan Barat;
  2. Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah;
  3. Kanwil DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara;
  4. Kanwil DJP Nusa Tenggara; dan
  5. Kanwil DJP Papua dan Maluku.

KETIGA :

Saat mulai beroperasinya :

  1. Kanwil DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara;
  2. Kanwil DJP Nusa Tenggara; dan
  3. Kanwil DJP Papua dan Maluku

adalah tanggal 1 Desember 2008.

KEEMPAT :

Saat mulai beroperasinya KPP Pratama dan KP2KP di lingkungan Kanwil DJP Kalimantan Barat, Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah, Kanwil DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara, Kanwil DJP Nusa Tenggara, danKanwil DJP Papua dan Maluku yang meliputi:

  1. KPP Pratama Ketapang;
  2. KPP Pratama Pontianak;
  3. KPP Pratama Mempawah;
  4. KPP Pratama Sanggau;
  5. KPP Pratama Singkawang;
  6. KPP Pratama Sintang;
  7. KPP Pratama Banjarbaru;
  8. KPP Pratama Banjarmasin;
  9. KPP Pratama Barabai;
  10. KPP Pratama Batulicin;
  11. KPP Pratama Palangkaraya;
  12. KPP Pratama Pangkalanbun;
  13. KPP Pratama Tanjung;
  14. KPP Pratama Sampit;
  15. KPP Pratama Muara Teweh;
  16. KPP Pratama Bitung;
  17. KPP Pratama Manado;
  18. KPP Pratama Gorontalo;
  19. KPP Pratama Kotamobagu;
  20. KPP Pratama Tahuna;
  21. KPP Pratama Luwuk;
  22. KPP Pratama Palu;
  23. KPP Pratama Poso;
  24. KPP Pratama Toli-Toli;
  25. KPP Pratama Tobelo;
  26. KPP Pratama Ternate;
  27. KPP Pratama Mataram Timur;
  28. KPP Pratama Mataram Barat;
  29. KPP Pratama Praya;
  30. KPP Pratama Sumbawa Besar;
  31. KPP Pratama Raba Bima;
  32. KPP Pratama Ende;
  33. KPP Pratama Ruteng;
  34. KPP Pratama Maumere;
  35. KPP Pratama Atambua;
  36. KPP Pratama Kupang;
  37. KPP Pratama Waingapu;
  38. KPP Pratama Ambon;
  39. KPP Pratama Jayapura;
  40. KPP Pratama Merauke;
  41. KPP Pratama Manokwari;
  42. KPP Pratama Sorong;
  43. KPP Pratama Timika;
  44. KPP Pratama Biak;
  45. KP2KP Mempawah;
  46. KP2KP Ngabang;
  47. KP2KP Sekadau;
  48. KP2KP Bengkayang;
  49. KP2KP Sambas;
  50. KP2KP Putussibau;
  51. KP2KP Nangapinoh;
  52. KP2KP Pelaihari;
  53. KP2KP Martapura;
  54. KP2KP Marabahan;
  55. KP2KP Rantau;
  56. KP2KP Kandangan;
  57. KP2KP Kota Baru;
  58. KP2KP Kuala kurun;
  59. KP2KP Kuala Kapuas;
  60. KP2KP Pulang Pisau;
  61. KP2KP Nanga Bulik;
  62. KP2KP Sukamara;
  63. KP2KP Paringin;
  64. KP2KP Amuntai;
  65. KP2KP Kasongan;
  66. KP2KP Kuala Pembuang;
  67. KP2KP Buntok;
  68. KP2KP Tamiang Layang;
  69. KP2KP Puruk Cahu;
  70. KP2KP Tondano;
  71. KP2KP Tomohon;
  72. KP2KP Limboto
  73. KP2KP Marissa;
  74. KP2KP Tilamuta;
  75. KP2KP Amurang;
  76. KP2KP Talaud;
  77. KP2KP Banggai;
  78. KP2KP Banawa;
  79. KP2KP Parigi;
  80. KP2KP Bungku;
  81. KP2KP Buol;
  82. KP2KP Maba;
  83. KP2KP Sanana;
  84. KP2KP Tidore;
  85. KP2KP Labuha;
  86. KP2KP Gerung;
  87. KP2KP Selong;
  88. KP2KP Taliwang;
  89. KP2KP Dompu;
  90. KP2KP Bajawa;
  91. KP2KP Labuanbaju;
  92. KP2KP Larantuka;
  93. KP2KP kalabahi;
  94. KP2KP Baa;
  95. KP2KP Soe;
  96. KP2KP Waikabubak;
  97. KP2KP Namlea;
  98. KP2KP Masohi;
  99. KP2KP Piru;
  100. KP2KP Bula;
  101. KP2KP Dobo;
  102. KP2KP tual;
  103. KP2KP Saumlaki;
  104. KP2KP Sarmi;
  105. KP2KP Wamena;
  106. KP2KP Bintuni;
  107. KP2KP Fak-Fak;
  108. KP2KP Teminabuan;
  109. KP2KP Kaimana;
  110. KP2KP Serui;
  111. KP2KP Nabire.

adalah tanggal 1 Desember 2008.

KELIMA :

Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini disampaikan kepada :

  1. Sekretaris Direktorat Jenderal, Para Direktur, Para Tenaga Pengkaji, Para Kepala Kantor Wilayah, dan Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;
  2. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak, Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan, dan Para Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak;
  3. Para Kepala Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan/Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan

dilingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 27 Nopember 2008
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd,

DARMIN NASUTION
NIP 130605098

Butuh Bantuan?

Temukan konsultan pajak yang tepat untuk bisnis Anda. Cek direktori konsultan pajak OnlinePajak. 

BACA JUGA

Keputusan Menteri Keuangan – 766/KMK.04/1992

Menimbang : bahwa dengan ditetapkannya keputusan Presiden Nomor 49 Tahun 1991 tentang Perlakuan Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pungutan-Pungutan lainnya terhadap pelaksanaan kuasa dan…

Surat Edaran Dirjen Pajak – SE 27/PJ.6/1997

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Direktorat PBB, pelaksanaan Pelayanan Satu Tempat (PST) sampai saat ini belum dilaporkan secara teratur oleh KP.PBB sebagaimana diatur dalam SE-19/PJ.6/1997.…

Peraturan Dirjen Pajak – PER 44/PJ/2010

Menimbang : bahwa untuk memberikan kemudahan, kepastian hukum, dan meningkatkan pelayanan kepada Pengusaha Kena Pajak dalam melaporkan kegiatannya serta mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah Pajak PertambahanNilai atau…
All articles loaded
No more articles to load