Keputusan Menteri Keuangan – 398/KM.1/2012

TIPE

Keputusan Menteri Keuangan

NOMOR PERATURAN

398/KM.1/2012

TAGGAL PENERBITAN

16 April 2012

OBJEK

nilai kurs sebagai dasar pelunasan bea masuk, pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah, pajak ekspor, dan pajak penghasilan yang berlaku untuk tanggal 16 april 2012 sampai dengan 22 april 2012
PERATURAN

Menimbang :

  1. bahwa untuk keperluan pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan PajakPenjualan atas Barang Mewah, Pajak Ekspor, dan Pajak Penghasilan atas pemasukan barang, hutangPajak yang berhubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atasBarang Mewah, Pajak Ekspor, dan penghasilan yang diterima atau diperoleh berupa uang asing, harusterlebih dahulu dinilai ke dalam uang rupiah;
  2. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkanKeputusan Menteri Keuangan tentang Nilai Kurs sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, PajakPertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Ekspor, dan PajakPenghasilan yang berlaku untuk tanggal 16 April 2012 sampai dengan 22 April 2012.

Mengingat :

  1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 127);
  2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3264) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3986);
  3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661); Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612);
  4. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4755);
  5. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20/P tahun 2005;
  6. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 371/KMK.01/2002 tentang Pelimpahan Wewenang Kepada Pejabat Eselon I Di Lingkungan Departemen Keuangan Untuk dan Atas Nama Menteri Keuangan Menandatangani Surat dan atau Keputusan Menteri Keuangan;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH, PAJAK EKSPOR, DAN PAJAK PENGHASILAN YANG BERLAKU UNTUK TANGGAL 16 APRIL 2012 SAMPAI DENGAN 22 APRIL 2012.
Pasal 1

Nilai Kurs sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Ekspor, dan Pajak Penghasilan yang berlaku untuk tanggal 16 April 2012 sampai dengan 22 April 2012, ditetapkan sebagai berikut :

1.Rp9.169,00Untuk Dolar Amerika Serikat (USD)1-
2Rp9.495,37Untuk Dolar Australia (AUD)1-
3Rp9.184,78Untuk Dolar Canada (CAD)1-
4Rp1.619,61Untuk Kroner Denmark (DKK)1-
5Rp1.180,77Untuk Dolar Hongkong (HKD)1-
6Rp2.986,07Untuk Ringgit Malaysia (MYR)1-
7Rp7.541,99Untuk Dolar Selandia Baru (NZD)1-
8Rp1.585,93Untuk Kroner Norwegia (NOK)1-
9Rp14.595,30Untuk Poundsterling Inggris (GBP)1-
10Rp7.298,05Untuk Dolar Singapura (SGD)1-
11Rp1.354,90Untuk Kroner Swedia (SEK)1-
12Rp10.026,30Untuk Franc Swiss (CHF)1-
13Rp11.319,95Untuk Yen Jepang (JPY)100-
14Rp11,16Untuk Kyat Burma (BUK)1-
15Rp178,34Untuk Rupee India (INR)1-
16Rp32.934,89Untuk Dinar Kuwait (KWD)1-
17Rp101,08Untuk Rupee Pakistan (PKR)1-
18Rp214,27Untuk Peso Philipina (PHP)1-
19Rp2.444,67Untuk Riyal Saudi Arabia (SAR)1-
20Rp71,72Untuk Rupee Sri Lanka (LKR)1-
21Rp297,11Untuk Baht Thailand (THB)1-
22Rp7.295,26Untuk Dolar Brunei Darussalam (BND)1-
23Rp12.048,00Untuk Euro (EUR)1-
24Rp1.453,28Untuk Yuan China (CNY)1-
25Rp8,05Untuk Won Korea (KRW)1-

Pasal 2

Dalam hal kurs valuta asing lainnya tidak tercantum dalam Pasal 1 maka nilai kurs yang digunakan sebagai dasar pelunasan adalah kurs spot harian valuta asing yang bersangkutan di pasar internasional terhadap dolar Amerika Serikat yang berlaku pada penutupan hari kerja sebelumnya dan dikalikan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan ini

Pasal 3
Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 16 April 2012
Agar setiap orang mengetahuinya memerintahkan pengumuman Keputusan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 16 April 2012
An MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Plt SEKRETARIS JENDERAL

ttd

KIAGUS AHMAD BADARUDIN

Butuh Bantuan?

Temukan konsultan pajak yang tepat untuk bisnis Anda. Cek direktori konsultan pajak OnlinePajak. 

BACA JUGA

Keputusan Menteri Keuangan – 407/KM.1/2010

Menimbang : bahwa dengan adanya formasi Tenaga Pengkaji di lingkungan Kementerian Keuangan dan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi berkaitan dengan komunikasi kedinasan, perlu…

Peraturan Dirjen Pajak – PER 28/PJ/2013

Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan dan memberi kemudahan kepada Wajib Pajak khususnya Pengusaha Kena Pajak Toko Retail untuk ikut berpartisipasi dalam skema pengembalian…
All articles loaded
No more articles to load