Peraturan Menteri Keuangan – 65/PMK.011/2011

TIPE

Peraturan Menteri Keuangan

NOMOR PERATURAN

65/PMK.011/2011

TAGGAL PENERBITAN

31 March 2011

OBJEK

perubahan keenam atas peraturan nomor 110/pmk.010/2006 tentang penetapan sistem klasifikasi barang dan pembebanan tarif bea masuk atas barang impor
PERATURAN

Menimbang:

  1. bahwa dalam rangka mendukung stabilisasi harga beras dalam negeri, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 241/PMK.011/2010 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 110/PMK.010/2006 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor yang mulai berlaku pada tanggal 22 Desember 2010, terhadap barang impor berupa beras yang akan digunakan untuk pengadaan raskin dan operasi pasar, yang termasuk dalam pos tarif (HS) 1006.30.90.00, telah ditetapkan pembebanan tarif bea masuk sebesar Rp 0,-/Kg;
  2. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan dalam rangka lebih memberikan kejelasan mengenai pembebanan tarif bea masuk atas barang impor berupa produk beras dan tepung beras, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Perubahan Keenam Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 110/PMK.010/2006 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor;

Mengingat:

  1. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tahun 2010;
  2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 110/PMK.010/2006 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang Dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.011/2011;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PERUBAHAN KEENAM ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 110/PMK.010/2006 TENTANG PENETAPAN SISTEM KLASIFIKASI BARANG DAN PEMBEBANAN TARIF BEA MASUK ATAS BARANG IMPOR.

Pasal I

Menetapkan dan menegaskan kembali pembebanan tarif bea masuk atas barang impor berupa produk beras dan tepung beras, termasuk beras dengan pos tarif (HS) 1006.30.90.00 sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II Nomor 622 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 110/PMK.010/2006 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang Dan Pembebanan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.011/2011, sehingga penetapan pembebanan tarif bea masuk atas barang impor berupa produk beras dan tepung beras adalah sebagai berikut:

1.pembebanan tarif bea masuk sejak tanggal 22 Desember 2010 sampai dengan tanggal 31 Maret 2011, adalah sebagai berikut:

NO.POS/
SUB POS
HEADING/
SUB HEADING
URAIAN BARANGDESCRIPTION
OF GOODS
BEA MASUK/
IMPORT DUTY
(1)(2)(3)(4)(5)
10.06Beras.Rice.
1.1006.10.00.00– Beras berkulit (padi atau gabah)– Rice in the husk (paddy or rough)Rp 450,-/Kg
1006.20– Gabah dikuliti:– Husked (brown) rice:
2.1006.20.10.00— Beras Thai Hom Mali— Thai Hom Mali riceRp 450,-/Kg
3.1006.20.90.00— Lain-lain— OtherRp 450,-/Kg
1006.30– Beras setengah giling atau digiling seluruhnya, disosoh, dikilapkan maupun tidak:– Semi-milled or wholly milled rice, whether or not polished or glazed:
— Beras wangi:— Fragrant rice:
4.1006.30.15.00— Beras Thai Hom Mali— Thai Hom Mali riceRp 450,-/Kg
5.1006.30.19.00— Lain-lain— OtherRp 450,-/Kg
6.1006.30.20.00— Beras setengah Matang— Parboiled riceRp 450,-/Kg
7.1006.30.30.00— Beras ketan (pulut)— Glutinous rice (pulot)Rp 450,-/Kg
8.1006.30.90.00— Lain-lain— OtherRp 0,-/Kg
9.1006.40.00.00– Beras Pecah– Broken RiceRp 450,-/Kg
11.02Tepung serelia selain gandum atau meslin.Cereal flours other than of wheat or meslin.
10.1102.90.00.10— Tepung beras— Rice flourRp 450,-/Kg
2. pembebanan tarif bea masuk sejak tanggal 1 April 2011, adalah sebagai berikut:

NO.POS/
SUB POS
HEADING/
SUB HEADING
URAIAN BARANGDESCRIPTION
OF GOODS
BEA MASUK/
IMPORT DUTY
(1)(2)(3)(4)(5)
10.06Beras.Rice.
1.1006.10.00.00– Beras berkulit (padi atau gabah)– Rice in the husk (paddy or rough)Rp 450,-/Kg
1006.20– Gabah dikuliti:– Husked (brown) rice:
2.1006.20.10.00— Beras Thai Hom Mali— Thai Hom Mali riceRp 450,-/Kg
3.1006.20.90.00— Lain-lain— OtherRp 450,-/Kg
1006.30– Beras setengah giling atau digiling seluruhnya, disosoh, dikilapkan maupun tidak:– Semi-milled or wholly milled rice, whether or not polished or glazed:
— Beras wangi:— Fragrant rice:
4.1006.30.15.00— Beras Thai Hom Mali— Thai Hom Mali riceRp 450,-/Kg
5.1006.30.19.00— Lain-lain— OtherRp 450,-/Kg
6.1006.30.20.00— Beras setengah Matang— Parboiled riceRp 450,-/Kg
7.1006.30.30.00— Beras ketan (pulut)— Glutinous rice (pulot)Rp 450,-/Kg
8.1006.30.90.00— Lain-lain— OtherRp 450,-/Kg
9.1006.40.00.00– Beras Pecah– Broken RiceRp 450,-/Kg
11.02Tepung serelia selain gandum atau meslin.Cereal flours other than of wheat or meslin.
10.1102.90.00.10— Tepung beras— Rice flourRp 450,-/Kg

Pasal II

Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 31 Maret 2011
MENTERI KEUANGAN,

ttd.

AGUS D.W. MARTOWARDOJO

Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 31 Maret 2011
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA,

ttd.

PATRIALIS AKBAR

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011 NOMOR 182

Butuh Bantuan?

Temukan konsultan pajak yang tepat untuk bisnis Anda. Cek direktori konsultan pajak OnlinePajak. 

BACA JUGA

Keputusan Menteri Keuangan – 303/KMK.04/1989

Menimbang : bahwa batasan dan ukuran Pengusaha Kecil sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 430/KMK.04/1984 perlu disesuaikan dengan maksud perluasan pengenaan Pajak…

Surat Edaran Dirjen Pajak – SE 127/PJ/2010

Sehubungan dengan ketersediaan data dan dalam rangka efektifitas pelaksanaan pengawasan pembayaran pajak terkait dengan distribusi data MPN ke Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak dipandang perlu…

Keputusan Menteri Keuangan – 132/KMK.05/1997

Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dipandang perlu untuk mengatur ketentuan tentang pemberian pembebasan atau keringanan bea masuk…
All articles loaded
No more articles to load