Bonus Akhir Tahun: Pengertian & Cara Penghitungannya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Bonus yang Dinanti Karyawan

Selain libur panjang, ada satu hal yang juga dinanti oleh para karyawan saat menjelang akhir tahun. Ya, apalagi kalau bukan bonus akhir tahun. Keberadaan bonus akhir tahun memicu semangat dan motivasi karyawan untuk bekerja lebih baik lagi sekaligus bentuk penghargaan perusahaan kepada karyawannya. Lalu, seperti apa aturan dan cara penghitungannya? Simak bahasannya di sini!

Mengacu pada Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. SE-07/MEN/1990 tentang Pengelompokan Upah, bonus bukan merupakan bagian dari upah, melainkan pembayaran yang diterima pekerja dari hasil keuntungan perusahaan atau karena pekerja menghasilkan  hasil kerja lebih besar dari target produksi  yang normal atau karena peningkatan produktivitas. Besarnya pembagian bonus pun diatur berdasarkan kesepakatan.

Sedangkan dalam PP No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, disebutkan jika bonus termasuk dalam pendapatan non upah dan dapat diberikan oleh perusahaan atas keuntungan yang didapat. Penetapan besarnya pun diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Bonus yang diberikan oleh perusahaan dibagi ke dalam beberapa jenis, di antaranya bonus tahunan, bonus prestasi, bonus retensi, bonus referral, bonus akhir tahun, dan tantiem.

Baca juga: Kenali Tantiem & 5 Jenis Bonus Tahunan Karyawan Lainnya

Secara spesifik, bonus akhir tahun menjadi bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan pada akhir tahun ketika karyawan dan/atau perusahaan melakukan kerja yang sangat baik. Namun perlu digaris bawahi bahwa bonus ini tidak wajib dan bergantung dengan kondisi keuangan perusahaan.

Bagaimana Penghitungan Bonus Akhir Tahun?

Pertanyaan di atas selalu terbesit di kepala karyawan, bagaimana sih caranya menghitung besarannya? Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, hal tersebut sangat bergantung pada perusahaan masing-masing.

Ada perusahaan yang mencantumkan besaran bonus akhir tahun dalam AD/ART perusahaan, yaitu sekitar 8% dari keuntungan perusahaan setelah dikurangi laba ditahan dan dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Ada juga perusahaan yang membagikan bonus tersebut secara proporsional, yang artinya dibagikan secara seimbang berdasarkan kinerja karyawan. Ada juga rumusan untuk menghitung bonus akhir tahun berdasarkan gaji, masa kerja, jabatan, departemen, dan lain sebagainya.

Kemudian, berdasarkan Peraturan DJP No. PER-31/PJ/2009 bonus dan tunjangan menjadi objek pajak PPh 21 sehingga dipotong PPh Pasal 21 sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca juga: Ini 5 Komponen Gaji yang Perlu Anda Ketahui dalam Sistem Pengupahan

Sebagai Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP, OnlinePajak turut menyediakan layanan untuk hitung gaji dan bonus karyawan. Perhitungan ini dilakukan secara otomatis dengan hasil yang lebih akurat dan efisien. Cari tahu langkah selengkapnya di sini.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Lebih efisien dan akurat dengan perhitungan otomatis PPh21 dan potongan BPJS

Mempermudah penghitungan gaji dan pajak karyawan Anda dengan cepat dan akurat, melalui metode perhitungan PPh 21 mulai dari metode Gross, Nett, dan Gross Up,

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Hitung Gaji dan BPJS Karyawan Anda Secara Otomatis

Hitung gaji karyawan Anda beserta komponen lainnya secara otomatis menggunakan metode yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Perhitungan lebih cepat dan akurat.

OnlinePajak menggunakan cookie untuk memberikan pengalaman terbaik saat menavigasi website. Kebijakan cookie selengkapnya di sini