Memahami Tunjangan Jabatan Berdasarkan Peraturan yang Berlaku

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Pengertian Tunjangan Jabatan

Sebagai karyawan, Anda tentu sudah tidak asing dengan istilah tunjangan jabatan, bukan? Tunjangan jabatan merupakan tunjangan yang diberikan kepada pegawai yang memiliki jabatan tertentu. Terdapat 2 jenis tunjangan jabatan, yakni biasa disebut tunjangan jabatan saja karena berhubungan dengan kegiatan atau usaha bidang industrial dan tunjangan jabatan untuk PNS. 

Tunjangan jabatan yang berhubungan dengan hubungan industrial biasanya diberikan oleh perusahaan kepada para karyawan yang memiliki jabatan tertentu dalam struktural perusahaan atau organisasi bisnis. Misalnya supervisor, manajer, dan kepala cabang. 

Sedangkan tunjangan jabatan untuk PNS diberikan kepada orang-orang yang memiliki jabatan seperti direktur jenderal, kepala biro, kepala dinas dan jabatan fungsional; seperti guru, dosen, peneliti, dan semacamnya. 

Pemberian tunjangan jabatan ini diberikan berdasarkan pada posisi seseorang dalam suatu perusahaan atau organisasi usaha. Umumnya, semakin tinggi jabatan atau posisi orang tersebut, maka akan semakin besar dan berat pula tanggung jawab yang diembannya. Oleh karena itu, perusahaan memberikan fasilitas berupa tambahan gaji dalam rangka memberi apresiasi dan kompensasi kepada pekerjanya yang disebut sebagai tunjangan jabatan. 

Tunjangan Jabatan Masuk dalam Komponen Gaji 

Apakah tunjangan jabatan masuk dalam komponen gaji atau terpisah? Jawabannya, masuk dalam komponen gaji karena diberikan bersamaan dengan penyampaian upah setiap bulannya. Tunjangan ini pada dasarnya bersifat menambah nominal gaji yang akan diterima pegawai karena merupakan tunjangan tetap. Oleh karena itu, tunjangan karyawan ini tidak dipengaruhi oleh jumlah absensi dari pegawai tersebut.

Lalu, apakah setiap perusahaan memiliki kewajiban memberi biaya jabatan? Secara teknis, perusahaan tidak wajib memberikannya. Kebijakan ini tentu mengacu pada peraturan yang berlaku, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Dalam peraturan tersebut dikatakan bahwa upah bisa terdiri dari komponen gaji pokok dan tunjangan tetap atau gaji pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap. 

Dalam perhitungannya, yang terpenting adalah dalam total upah, besarnya gaji pokok minimum 75% dari upah dan tunjangan tetap yang diberikan. Selanjutnya, detailnya terserah kepada kebijakan perusahaan, dalam artian perusahaan bisa saja memberikan tunjangan tertentu kemudian disebutkan dalam slip gaji atau tidak disebutkan karena sudah masuk dalam perhitungan total. 

Termasuk dalam Perhitungan Pajak Penghasilan

Biaya jabatan masuk dalam perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh Pasal 21). Pajak jenis ini wajib dibayarkan sesuai dengan besaran penghasilan yang diterima oleh pegawai/karyawan. Dalam hal ini, perusahaan bisa membantu karyawan dalam proses memotong pajak secara langsung dari penghasilan yang diterima karyawan.

Jadi, dalam proses hitung PPh Pasal 21, biaya jabatan dipotong dari pendapatan bruto yang diterima karyawan sebagai seorang wajib pajak. Namun, pada dasarnya tidak hanya tunjangan tersebut saja yang dikenakan potongan PPh Pasal 21, melainkan ada biaya atau tunjangan lainnya, seperti iuran pensiun dan iuran tunjangan hari tua. 

Berdasarkan Direktorat Jenderal Pajak, persentase biaya jabatan yang dibebankan sebesar 5% dari pendapatan bruto. Namun, meski persentase sudah ditetapkan, pemerintah juga menetapkan batasan maksimal penghasilan bruto yang dikenakan biaya tersebut, yaitu Rp500.000/bulan atau Rp6.000.000/tahun. Artinya, jika 5% dari penghasilan bruto seorang karyawan lebih dari Rp500.000/bulan, maka biaya jabatan karyawan tersebut sebesar Rp500.000. 

Nah, guna mempermudah kewajiban perpajakan Anda, Anda bisa menggunakan aplikasi terpadu OnlinePajak. OnlinePajak merupakan aplikasi berbasis web yang bisa Anda gunakan kapan saja dan di mana saja asal perangkat elektronik Anda terhubung dengan internet dengan baik. Dengan menggunakan aplikasi OnlinePajak, hitung, setor, dan lapor PPh Pasal 21 Anda akan semakin cepat dan mudah.

Baca Juga: Panduan Hitung-Bayar & Cara Lapor PPh 21

Contoh Perhitungan pada Pelaporan Pajaknya 

Guna lebih memahami cara perhitungannya, berikut ini contoh perhitungan tunjangan jabatan pada pelaporan pajaknya secara sederhana. 

Bapak Fajar merupakan seorang karyawan yang bekerja di sebuah PT Sungsang. Setiap bulannya, Bapak Fajar menerima upah pokok sebesar Rp4.500.000. Selain itu, Bapak Fajar mendapatkan tunjangan makan sebesar Rp500.000/bulan. Maka, besaran biaya jabatan yang dibebankan kepada Bapak Fajar setiap bulannya dapat dihitung sebagai berikut: 

  • Upah pokok: Rp4.500.000
  • Tunjangan makan siang: Rp500.000
  • Total pendapatan bruto: Rp5.000.000

Maka, biaya jabatannya: Rp5.000.000 x 5% = Rp250.000 

Artinya, Bapak Fajar setiap bulannya wajib membayarkan biaya jabatan sebesar Rp250.000. Perhitungan ini sewaktu-waktu bisa saja berubah jika suatu saat nanti Bapak Fajar mendapatkan kenaikan gaji atau kenaikan jabatan.

Contoh Perhitungan PPh Pasal 21

Sedangkan, untuk PPh Pasal 21-nya, berikut ini contoh perhitunganya:

Gaji Pokok 5.000.000
(i) Tunjangan Lainnya (jika ada) 2.000.000
(ii) JKK 0,24% 12.000
JK 0,3% 15.000
Penghasilan Bruto 7.027.000
Pengurangan:  
1. (iii) Biaya jabatan 5% x 7.027.000351.350 
2. Iuran Jaminan Hari Tua (JHT), 2% dari gaji pokok100.000 
3. (iv) Jaminan Pensiun (JP), 1% dari gaji pokok50.000 
  (501.350)
Penghasilan neto (bersih) sebulan 6.525.650
   
(v) Penghasilan neto setahun 12 x 6.525.650 78.307.800
(vi) PTKP54.000.000  
  (54.000.000)
Penghasilan Kena Pajak Setahun 24.307.800
(vii) Pembulatan ke atas 24.308.000
PPh Terutang 5% x 24.308.000 1.215.400
   
PPh Pasal 21 Bulan Juli: 1.215.400/12 101.283

Guna mempermudah Anda dalam urusan hitung, setor, dan lapor PPh Pasal 21, Anda bisa menggunakan aplikasi OnlinePajak. Di OnlinePajak, Anda akan menemukan hitung otomatis, sehingga Anda tidak perlu repot menghitung manual pajak karyawan perusahaan Anda lagi.

Segera gunakan aplikasi OnlinePajak untuk beragam urusan perpajakan Anda!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Lebih efisien dan akurat dengan perhitungan otomatis PPh21 dan potongan BPJS

Mempermudah penghitungan gaji dan pajak karyawan Anda dengan cepat dan akurat, melalui metode perhitungan PPh 21 mulai dari metode Gross, Nett, dan Gross Up,

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Hitung Gaji dan BPJS Karyawan Anda Secara Otomatis

Hitung gaji karyawan Anda beserta komponen lainnya secara otomatis menggunakan metode yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Perhitungan lebih cepat dan akurat.