Tarif Pasal 17: Rumus Menghitung Penghasilan Kena Pajak

Surtan Siahaan | 56267 views

PPh Pasal 17

Ketentuan mengenai Pajak Penghasilan (PPh) di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang PPh. Salah satu poin yang diatur dalam UU No. 36 Tahun 2008, tepatnya pada Pasal 17, adalah tarif PPh atas Penghasilan Kena Pajak.

Istilah Penghasilan Kena Pajak mengacu pada jumlah penghasilan bruto dikurangi komponen pengurang penghasilan bruto dan PTKP (Pajak Tidak Kena Pajak).

tarif pasal 17

Perlu diketahui wajib pajak, tarif ini dibedakan menjadi dua jenis. Perbedaan itu ditentukan berdasarkan kepada siapa pajak dikenakan. Pertama, tarif Pasal 17 untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri. Kedua, tarif pasal 17 untuk wajib pajak badan dalam negeri serta bentuk usaha.

Berapa Tarif Pasal 17 Terbaru?

Sebagai wajib pajak penghasilan, tentu kita harus tahu berapa sih tarif terbaru yang dikenakan. Ketentuan terbaru mengenai tarif PPh untuk Penghasilan Kena Pajak adalah sebagai berikut:

  • Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri

Orang pribadi yang merupakan warga negara Indonesia dikenakan pajak dengan tarif yang berbeda sesuai jumlah penghasilan. Untuk penghasilan sampai dengan Rp50.000.000 per tahun, tarif PPh yang dikenakan adalah 5%. Untuk penghasilan Rp50.000.000 sampai dengan Rp250.000.000 per tahun, tarif PPh yang diberlakukan adalah 15%. Untuk penghasilan Rp250.000.000 sampai dengan Rp500.000.000 per tahun, tarif PPh-nya sebesar 25%. Sementara untuk penghasilan di atas Rp500.000.000 per tahun, tarif PPh yang dikenakan adalah 30%.

  • Wajib Pajak badan dalam negeri atau bentuk usaha tetap

Wajib Pajak yang merupakan badan atau bentuk usaha tetap wajib membayar PPh dengan tarif yang berbeda. Khusus untuk subjek pajak ini, tarif yang dikenakan adalah 28% dari seluruh jumlah penghasilan.

Menghitung Tarif Pasal 17

Berdasarkan ketentuan dalam tarif Pasal 17 tersebut, kita sudah dapat menghitung jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak. Berikut contohnya:

Apabila seorang Wajib Pajak memiliki PKP sejumlah Rp60.000.000 per tahun, untuk menghitung PPh yang harus dibayar adalah sebagai berikut:

  • Rp50.000.000 x 5% = Rp2.500.000
  • (Rp60.000.000-Rp50.000.000) x 15% = Rp1.500.000

Catatan: Dikurangi dengan Rp50.000.00 karena Rp50.000.00 tersebut sudah dikalikan dengan tarif 5%.

Jadi, jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh Wajib Pajak adalah:

Rp2.500.000+ Rp1.500.000 = Rp4.000.000.

Contoh lain:

Apabila Wajib Pajak memiliki penghasilan kena pajak senilai Rp400.000.000 per tahun, maka perhitungan PPh yang harus dibayar adalah sebagai berikut:

  • 5% x Rp50.000.000 = Rp2.500.000
  • 15% x Rp200.000.000 = Rp30.000.000
  • 25% x Rp150.000.000 = Rp37.500.000

Jadi, jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh Wajib Pajak adalah Rp70.000.000. Nilai ini akan semakin besar apabila PKP Wajib Pajak semakin tinggi.

Ketentuan Tarif Pasal 17 untuk Kondisi Tertentu

Selain ketentuan tarif Pasal 17 untuk orang pribadi dan badan atau bentuk usaha tetap, ada pula beberapa aturan lain yang diberlakukan kepada Wajib Pajak  berdasarkan kondisi tertentu. Berikut penjelasannya:

  • Tarif tertinggi yang dikenakan pada Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri dapat diturunkan paling rendah 25%.
  • Khusus untuk tarif pajak yang diberlakukan kepada Wajib Pajak badan dan bentuk usaha tertentu akan menjadi 25% dan mulai berlaku pada 2010.
  • Perseroan Terbuka sebagai Wajib Pajak badan dalam negeri dan memiliki setidaknya 40% jumlah keseluruhan saham yang disetor dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia serta memenuhi persyaratan tertentu, dapat memperoleh tarif lebih rendah 5% daripada tarif normal.
  • Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang menerima pembagian dividen akan dikenakan tarif Pajak Penghasilan sebesar 10%. Tarif ini bersifat final. Ketentuan selanjutnya mengenai hal ini diatur dalam peraturan pemerintah.

Penghasilan Kena Pajak Setahun

Ketentuan lain mengenai Pajak Penghasilan yang patut diperhatikan dalam Pasal 17 adalah pajak yang terutang dalam bagian tahun pajak. Seperti yang tertulis dalam Pasal 5. Berikut ini kutipannya

“Besarnya pajak yang terutang bagi Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang terutang pajak dalam bagian tahun pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (4), dihitung sebanyak jumlah hari dalam bagian tahun pajak tersebut dibagi 360 dikalikan dengan pajak yang terutang untuk 1 tahun pajak.

Sebagai pelengkap, ada pula ketentuan dalam Pasal 6. Di bawah ini kutipan pasal tersebut

“Untuk keperluan penghitungan pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat 5, tiap bulan yang penuh dihitung 30 hari.”

Contoh perhitungannya adalah sebagai berikut:

Wajib Pajak memiliki Penghasilan Kena Pajak setahun Rp400.000.000. Maka PPh setahun-nya adalah:

  • 5% x Rp50.000.000 = Rp2.500.000
  • 15% x Rp200.000.000 = Rp30.000.000
  • 25% x Rp150.000.000 = Rp37.500.000

Jumlah Pajak Penghasilan adalah Rp70.000.000. Apabila pajak terutang dalam Tahun Pajak adalah 3 bulan, maka Pajak Penghasilan yang terutang dalam bagian tahun pajak (3 bulan) adalah: ((3x30):360) x Rp70.000.000 = Rp17.500.000

Nah, demikian penjelasan mengenai tarif Pasal 17 yang dikenakan kepada Wajib Pajak, baik orang pribadi maupun badan atau bentuk usaha tetap. Semoga bermanfaat.

tarif pasal 17

 

Info pajak lainnya? Follow sosial media kami!

Ikuti kami di Facebook Ikuti kami di Instagram Ikuti kami di LinkedIn Ikuti kami di Twitter Ikuti kami di Youtube