Cara Pengajuan Surat Keterangan PP 23 untuk UMKM, Simak di Sini!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Surat Keterangan PP 23 adalah surat yang diterbitkan oleh Kantor Pajak Pelayanan (KPP) yang menerangkan bahwa wajib pajak dikenai PPh berdasarkan PP 23 Tahun 2018. Secara sederhana, surat keterangan ini wajib dimiliki wajib pajak UMKM yang ingin mendapatkan fasilitas tarif PPh Final 0,5%. Bagaimana cara mengajukan surat ini dan formatnya? Mari membahasnya secara lengkap di artikel ini.

Sekilas Mengenai PP 23 Tahun 2018

PP 23 Tahun 2018 merupakan peraturan pemerintah yang membahas pajak penghasilan atas penghasilan dari usaha yang diterima wajib pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu. Secara singkatnya, pemerintah memberikan tarif PPh Final untuk UMKM sebesar 0,5%. Besaran tarif ini turun dari angka semula, yaitu 1% (PP 46/2013). Pembahasan mengenai PP 23 Tahun 2018 ini dapat Anda baca selengkapnya di artikel berikut.

Baca Juga: 7 Poin Penting dalam PP 23/2018 Tentang PPh Final 0,5%

Baca Juga: Salinan Lengkap Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018

Wajib pajak yang dikenakan PPh UMKM ini maka tidak akan dikenakan tarif PPh Badan sebesar 22% (berlaku 2020-2021) dan tarif progresif PPh wajib pajak orang pribadi sebesar 5%-30%. Dengan kebijakan ini, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia yang juga dapat berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

Kemudian untuk melakukan penyetoran pajak penghasilan tersebut, wajib pajak dapat menyetor sendiri atau pajak penghasilan tersebut dipungut oleh pemungut pajak yang ditunjuk sebagai pemungut pajak.

Pajak penghasilan tersebut kemudian disetorkan paling lambat tanggal 15 setiap bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir, dan dilaporkan melalui SPT Masa PPh paling lambat tanggal 20 setiap bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir.

Namun, untuk dapat memakai tarif 0,5% ini, ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi wajib pajak. Salah satunya adalah mengajukan surat keterangan PP 23 tahun 2018. 

Cara Pengajuan Surat Keterangan PP 23 Online

Bagaimana cara pengajuan surat keterangan ini? Awalnya, wajib pajak hanya dapat mengajukan surat keterangan ini dengan mendatangi KPP tempat terdaftardan melakukan prosedur sesuai PMK Nomor 99/PMK.03/2018. Namun kini, proses pengajuan dapat dilakukan secara online. Berikut langkahnya:

  1. Kunjungi situs pajak.go.id dan login. Selanjutnya, Anda akan diarahkan untuk login DJP Online.
  2. Isi kolom login dengan NPWP dan kata sandi, kemudian isi kode keamanan.
  3. Setelah berhasi login, klik menu “Layanan” untuk melihat menu “Konfirmasi Status Wajib Pajak” (KSWP).
  4. Jika tidak muncul, Anda harus mengaktifkannya terlebih dahulu. Klik menu “Info KSWP”, kemudian pilih menu “Profil”.
  5. Klik menu “Aktivasi Fitur Layanan”, lalu centang pilihan “Info KSWP” dan kik “Ubah Fitur Layanan.”
  6. Jika berhasil, muncul notifikasi sukses dan Anda akan otomatis logout.
  7. Silakan login kembali ke akun Anda. Kemudian, klik menu “Layanan” dan pilih menu “KSWP”.
  8. Pada kolom “Profil Wajib Pajak”nformasi mengenai NPWP, nama dan alamat Anda terisi secara otomatis.
  9. Pada kolom “Pemenuhan Profil Kewajiban”, pilih “Surat Keterangan (PP 23)”. 
  10. Isi kode keamanan dan klik “Submit”. Sistem akan melakukan pengecekan otomatis untuk memastikan jika Anda termasuk ke dalam kriteria wajib pajak sesuai PP 23.
  11. Data yang diperiksa antara lain NPWP, SPT PPh tahun pajak terakhir, omzet atau peredaran bruto usaha Anda, 
  12. Jika semua data sah dan terpenuhi, Anda dapat mencetak surat keterangan. Klik “Cetak Suket”.
  13. Muncul notifikasi konfirmasi, silakan klik “Iya”. 
  14. Surat keterangan akan otomatis terunduh dalam format PDF. 

Jika sudah memiliki surat keterangan ini, Anda berhak mendapatkan fasilitas tarif PPh UMKM 0,5%. Tidak hanya itu, Anda juga tidak dikenakan potongan PPh 22 impor saat melakukan transaksi impor atau pembelian barang. 

Selain cara, ada beberapa syarat yang perlu Anda ketahui untuk mengajukan surat keterangan ini. Selengkapnya dapat Anda baca di artikel ini.

Baca Juga: Syarat Pengajuan Surat Keterangan PP 23: Ini yang Harus Diperhatikan!

Format Suket PP 23

Bagaimana format suket PP 23 yang akan Anda dapatkan? Berikut ini contoh format surat keterangan.

Format Surat Keterangan PP 23

Ketika sudah mendapatkan fasilitas PPh Final UMKM PP 23/2018, jangan lupa untuk menyetor dan melaporkan pajak penghasilan tersebut tepat waktu. Anda dapat melakukan kewajiban setor dan lapor pajak UMKM melalui OnlinePajak, penyedia jasa aplikasi perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP. Di OnlinePajak, terdapat layanan yang memudahkan Anda untuk hitung pajak UMKM sesuai peraturan dan tarif yang berlaku. Urusan pajak menjadi lebih sederhana, mudah, dan nyaman. Silakan lihat paket sesuai kebutuhan Anda di sini.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Maksimalkan Keuntungan Bisnis Anda dengan Mengelola Pajak UMKM (PPh Final 0.5%) Secara Efisien

Anda akan punya lebih banyak waktu untuk fokus dalam mengembangkan bisnis. OnlinePajak memungkinkan hal tersebut dengan fitur perhitungan otomatis, setor, dan lapor di satu aplikasi.

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Rekam PPN ATAU PPh Final 0.5% sekaligus saat membuat faktur

Satu aplikasi untuk mengelola semua pajak Anda. Saat memasukkan faktur penjualan dan faktur pembelian, faktur pajak untuk PPN dan PPh Final Anda dapat dibuat dalam 1 klik

OnlinePajak menggunakan cookie untuk memberikan pengalaman terbaik saat menavigasi website. Kebijakan cookie selengkapnya di sini