Aplikasi e-Faktur Pajak : eFaktur pajak.go.id & OnlinePajak, Apa Bedanya?

Dian Puspa | Thu, 03/09/2017 - 11:51 | 17471 views

Aplikasi e-Faktur pajak baik efaktur pajak.go.id yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) atau eFaktur OnlinePajak dari penyedia jasa aplikasi pajak resmi yang ditunjuk oleh DJP, memiliki perbedaan, persamaan dan kelebihan yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakannya. Di antaranya, bila menggunakan aplikasi efaktur OnlinePajak, wajib pajak PKP tidak perlu download e-faktur, esktrak file dan update apa pun yang mengakibatkan risiko kegagalan. Berikut ini adalah rinciannya.

Pengertian Aplikasi e-Faktur Pajak

Aplikasi e-faktur pajak yaitu software / aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan dan/atau disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan/atau penyedia jasa aplikasi pajak resmi yang ditunjuk oleh DJP seperti e-Faktur OnlinePajak.

Melalui aplikasi e-Faktur pajak ini, menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak (DJP) No. PER-16/PJ/2014 pasal 11, Pengusaha Kena Pajak (PKP) wajib membuat dan melaporkan faktur pajak dengan cara diunggah dan memperoleh persetujuan dari DJP.

Aplikasi e-Faktur Pajak : eFaktur pajak.go.id

aplikasi e-faktur pajak : efaktur pajak.go.id
Tampilan muka aplikasi efaktur dari DJP

Aplikasi eFaktur pajak.go.id adalah sebuah software yang disediakan oleh DJP untuk membuat, menerbitkan dan melaporkan faktur pajak dan laporan SPT Masa PPN 1111 dengan cara diunggah dan memperoleh persetujuan dari DJP.

Persetujuan (approval) di sini maksudnya DJP telah menyalin semua detil data faktur pajak, mencocokkan informasi faktur dengan aturan yang berlaku, kemudian memberikan persetujuan berupa QR code pada lembaran faktur pajak. Wajib pajak hanya dapat mencetak faktur setelah memperoleh status approval.

Saat mengunggah informasi e-faktur pajak, bisa saja sistem DJP menolak (reject) faktur pajak Anda. Alasannya bisa jadi karena ada kesalahan informasi dalam faktur pajak. Status reject ini akan disertai dengan keterangan tentang kekeliruannya. Untuk itu,wajib pajak perlu memperbaiki informasi sesuai keterangan dan mengunggah data kembali.

Setelah memperoleh persetujuan, barulah faktur pajak dapat disampaikan ke lawan transaksi. Kegunaan aplikasi efaktur ini, di sisi lawan transaksi, faktur pajak keluaran lebih terjamin validitas datanya, sehingga relatif lebih aman ketika dikreditkan.

Sebelum ada aplikasi dari DJP ini, PKP harus menerbitkan faktur pajak secara manual terlebih dahulu, kemudian membuat SPT Masa PPN di aplikasi e-SPT PPN 1111. Setelah adanya aplikasi eFaktur DJP, kedua proses tersebut disatukan dalam satu aplikasi.

Spesifikasi Aplikasi eFaktur pajak.go.id

Apa saja yang perlu Anda ketahui sebelum download e-faktur ? Berikut ini rincian spesifikasinya dan prasyarat komputer yang dibutuhkan untuk mengunduhnya:

  • Dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
  • Harus diunduh atau download terlebih dahulu 
  • File aplikasi harus diekstrak terlebih dahulu dengan menggunakan WinRAR, 7-zip dan sejenisnya agar didapatkan file berbentuk file folder. Anda tidak diperkenankan memodifikasi atau memisahkan file-file tersebut karena dapat mengakibatkan kegagalan menjalankan aplikasi.
  • Terdapat pengaturan hubungan antar beberapa komputer melalui LAN (Local Area Network) untuk kolaborasi antar staf dan manager untuk memasukkan data dan pemeriksaan.
  • Aplikasi ini memiliki tingkat pengamanan lebih baik dari e-SPT PPN 1111 dengan menggunakan sistem sertifikat digital, passphrase, password enofa, kode aktivasi, kode aktivasi e-faktur desktop, username dan password login, nomor seri (serial number) dan variasi captcha yang berubah-ubah.
  • Jika Anda harus menerbitkan ribuan e-faktur pajak, maka Anda memerlukan tambahan RAM atau memory komputer karena data tersebut harus disimpan di lokal memory komputer Anda.
  • Update aplikasi dilakukan secara manual dengan cara mengekstrak file temporary yang terdapat dalam folder ‘update’.

Spesifikasi Komputer Untuk Mengunduh Aplikasi eFaktur pajak.go.id

Agar dapat menjalankan aplikasi faktur pajak elektronik dari DJP secara baik, berikut ini perangkat keras dan perangkat lunak yang direkomendasikan:

I. Perangkat Keras

  • Processor Dual Core
  • 3 GB RAM (jika Anda harus menerbitkan ribuan e-Faktur pajak, maka Anda harus menambah kapasitas RAM)
  • 50 GB Harddisk Space
  • VGA dengan minimal resolusi layar 1024 x 768
  • Mouse
  • Keyboard

II. Perangkat Lunak

  • Sistem operasi : Linux/Microsoft Windows/Mac OS
  • Java versi 1.7
  • Adobe reader
  • Terhubung dengan jaringan internet, baik direct connection ataupun proxy

Jenis-jenis File dalam Folder Aplikasi eFaktur pajak.go.id

Berikut ini adalah jenis-jenis file yang terdapat pada folder aplikasi eFaktur DJP yang perlu Anda ekstrak setelah Anda mengunduhnya.

  1. Etaxinvoice.exe
    File ini digunakan untuk membuat faktur pajak elektronik. File ini harus diperbarui / update secara periodik oleh pengguna sendiri dan membutuhkan koneksi internet agar bisa diperbarui. DJP tidak pernah memberikan informasi mengenai periode waktu tertentu merilis pembaruan aplikasi tersebut.
  2. Folder DB
    Folder DB adalah folder database yang menyimpan semua riwayat data faktur yang pernah diterbitkan. Folder ini dinamakan Etaxinvoice dan di dalamnya terdapat 6 (enam) file. Pengguna tidak diperkenankan memodifikasi file-file tersebut agar aplikasi berjalan normal. Pengguna hanya dibolehkan membuat salinan pada file folder ‘db’ secara manual jika memerlukan back-up data tambahan.
  3. Back-up
    File back-up ini akan muncul setelah wajib pajak mengisi data pada aplikasi ini. Folder back up ini berisi file RAR yang jumlahnya akan bertambah sebanding dengan banyaknya data yang dimasukkan. Jika file RAR ini diekstrak maka akan dihasilkan file folder ‘db’ yang jika diperlukan dapat digunakan sebagai cadangan terhadap folder ‘db’ default.
  4. File Folder Update
    File folder update akan muncul ketika proses auto-update berisi aplikasi menemukan versi yang terbaru. Proses auto-update akan melakukan pembaruan terhadap versi file aplikasi dan versi file folder ‘db’. Proses ini mungkin saja tidak berhasil dengan sempurna, seperti kegagalan memperbarui versi folder ‘db’. Untuk mengatasi hal tersebut, wajib pajak perlu melakukan update secara manual, yaitu dengan cara mengekstrak file temporary (terdapat dalam folder ‘update’), lalu mengambil file bernama ETaxInvoiceUpd.exe dan menempatkan file tersebut di dalam folder e-faktur dan lalu menjalankan file tersebut untuk memperbarui versi ‘db’.
  5. File Mem-config.bat
    File yang digunakan untuk mengatur secara manual alokasi RAM yang digunakan untuk menjalankan aplikasi e-faktur pajak. Secara standard, maksimum memory yang digunakan adalah ¼ dari free memory pada komputer. Semakin hari, tentu data faktur yang dibuat semakin bertambah dan semakin dirasakan prosesnya makin melambat, bahkan aplikasi bisa tertutup atau mati secara tiba-tiba, sehingga wajib pajak perlu meningkatkan atau mengatur besarnya memory yang dialokasikan untuk aplikasi e-faktur. Caranya adalah dengan membuka file mem-config.bat dan menuliskan besar memory yang akan dialokasikan (dalam satuan megabyte). Besarnya alokasi memory tersebut tergantung pada RAM yang tersedia pada komputer.
  6.  

Proses Penggunaan Aplikasi eFaktur pajak.go.id

Untuk menggunakan aplikasi eFaktur DJP, berikut ini adalah proses yang harus dilakukan wajib pajak:

  1. Download e-faktur di alamat berikut https://efaktur.pajak.go.id/aplikasi
  2. Ekstrak aplikasi dengan menggunakan WinRAR, 7-zip, dan sejenisnya.
  3. Jalankan aplikasi di komputer Anda. Pastikan komputer Anda telah memenuhi spesifikasi untuk menjalankan aplikasi tersebut, terutama kapasitas RAM/memory Anda.
  4. Akses web ENOFA (Elektronik Nomor Faktur) untuk melakukan konfigurasi file Sertifikat Digital dan passphrase.
  5. Lakukan permintaan NSFP (Nomor Seri Faktur Pajak) sesuai dengan jumlah faktur pajak yang Anda buat dalam 3 bulan terakhir.
  6. Untuk buat Pajak Keluaran, input data NSFP pada menu: “Referensi”>”Referensi Nomor Faktur”>”Rekam Range Faktur Pajak”.rekam range efaktur pajak

     

  7. Untuk membuat Pajak Keluaran, masuk menu “Faktur”>”Pajak Keluaran”, sedangkan untuk membuat Pajak Masukan, masuk menu “Faktur””Pajak Masukan”.pembuatan faktur penjualan e-faktur pajak go id

     

  8. Untuk input data pajak keluaran/pajak masukan satu per satu dan membuat faktur pajak elektronik, masuk menu “Administrasi Faktur” > “Rekam Faktur”.pembuatan item penjualan di e-faktur pajak.go.id

     

  9. Untuk input data pajak keluaran/pajak masukan banyak sekaligus dan membuat banyak faktur pajak elektronik sekaligus, masuk menu “Impor”>”Open File”>”Proses Impor”
  10. Faktur berhasil dibuat, klik “Preview”.
  11. Jika ada yang perlu diperbaiki, klik “Ubah”.
  12. Cek kolom status approval. Jika terdapat status “Reject” artinya upload faktur pajak elektronik gagal. Cek kolom keterangan untuk mengetahui sebabnya dan perbaiki lagi kemudian.
efaktur DJP vs e-faktur OnlinePajak
Perbedaan spesifikasi aplikasi eFaktur OnlinePajak vs eFaktur DJP

Aplikasi e-Faktur Pajak : eFaktur OnlinePajak

Aplikasi eFaktur OnlinePajak adalah sebuah aplikasi berbasis web yang disediakan penyedia jasa aplikasi resmi DJP untuk membuat, menerbitkan dan melaporkan e-Faktur pajak dan laporan SPT Masa PPN 1111 dengan cara memasukkan data dan memperoleh persetujuan dari DJP.

Sama seperti proses pada aplikasi eFaktur dari DJP, persetujuan (approval) di sini maksudnya DJP telah menyalin semua detail data faktur pajak, mencocokkan informasi faktur dengan aturan yang berlaku, kemudian memberikan persetujuan berupa QR code pada lembaran faktur pajak.

Di aplikasi OnlinePajak, seperti juga aplikasi eFaktur DJP, akan memberikan faktur pajak elektronik berikut QR code yang bisa Anda unduh dan dapatkan di email Anda. Baik dibuat dengan memasukkan data invoice satu per satu atau sekaligus dengan upload file CSV.

Berbeda dengan aplikasi eFaktur DJP, wajib pajak tidak perlu download atau ekstrak file apa pun. Karena wajib pajak PKP hanya perlu daftarkan email dan password mereka melalui halaman eFaktur OnlinePajak.

Lebih lanjut, inilah perbedaan dan persamaan yang dimiliki aplikasi eFaktur OnlinePajak dengan aplikasi eFaktur DJP

Spesifikasi & Kelebihan Aplikasi eFaktur OnlinePajak

Anda sebelumnya sudah mengetahui spesifikasi aplikasi efaktur dari DJP, maka di bawah ini adalah spesifikasi, perbedaan dan persamaannya dengan aplikasi efaktur OnlinePajak.

Persamaan Aplikasi eFaktur OnlinePajak dengan eFaktur pajak.go.id

Berikut ini adalah persamaan-persamaan antara aplikasi eFaktur OnlinePajak dengan aplikasi faktur pajak elektronik dari DJP :

  1. Faktur Pajak Elektronik Sah dari DJP
    Seperti juga di aplikasi efaktur pajak.go.id, data faktur pajak Anda di OnlinePajak jika sudah siap dikirimkan ke DJP, tinggal klik “Approve” dan sistem DJP akan menerbitkan efaktur pajak bagi faktur yang mendapatkan status approval. Efaktur pajak lengkap dengan barcode yang sah dari DJP ini dapat Anda unduh di menu “Unduh E-faktur Pajak”.
  2. Buat Banyak eFaktur Pajak Sekaligus Dengan 1 Klik 
    Di OnlinePajak juga bisa membuat banyak efaktur sekaligus, baik dengan unggah file CSV atau pun memasukkan data faktur satu per satu, kemudian pilih faktur-faktur yang hendak dibuat faktur pajak dan kemudian klik “Approval”. Jadi hanya 1 klik saja untuk mendapatkan banyak e-faktur.
  3. Kolaborasi dengan Kolega Dari Mana Saja, Kapan Saja
    Jika di aplikasi eFaktur DJP, staf dapat berkolaborasi dengan managernya melalui pengaturan hubungan antar beberapa komputer LAN (Local Area Network). Maka di aplikasi OnlinePajak, Anda dengan lebih mudah lagi berkolaborasi dengan kolega dan manager Anda, dari mana saja dan kapan saja, sepanjang terhubung dengan Internet. Caranya dengan mengirim undangan mendaftar aplikasi ke email mereka. Tak hanya itu, jika grup perusahaan memiliki banyak cabang/anak perusahaan Anda dengan mudah dapat membuat banyak daftar perusahaan dalam satu akun pengguna.
  4. Keamanan yang Terjamin
    Aplikasi eFaktur OnlinePajak juga memiliki tingkat pengamanan yang tinggi. Untuk menjamin keamanan efaktur Anda, Anda tetap harus memasukkan sertifikat digital, passphrase dan password. Selain itu, OnlinePajak sudah mendapatkan ISO 27001 untuk sertifikasi keamanan informasi. Data Anda pun disimpan aman di server yang dienkripsi dari waktu ke waktu.

Perbedaan Aplikasi eFaktur OnlinePajak dengan eFaktur pajak.go.id

Berikut ini adalah perbedaan-perbedaan antara aplikasi eFaktur OnlinePajak dengan eFaktur DJP :

  1. Dibuat oleh Aplikasi Pajak Mitra Resmi DJP
    Dibuat oleh OnlinePajak, mitra resmi DJP untuk penyedia jasa aplikasi pajak yang telah disahkan dengan Surat Keputusan No. KEP-172/PJ/2015.
  2. Dapat Digunakan Spesifikasi Komputer Paling Minimum
    Untuk menggunakan aplikasi efaktur OnlinePajak, wajib pajak tak perlu unduh atau ekstrak file apa pun. Sehingga tak perlu khawatir gagal menjalankan aplikasi efaktur pajak. Caranya sangat mudah, cukup mengaksesnya secara online dan mendaftarkan email dan password di alamat berikut ini : https://www.online-pajak.com/e-faktur kemudian memasukkan informasi passphrase, kode aktivasi dan upload sertifikat digital Anda agar dapat membuat efaktur pajak.
  3. Buat eFaktur Pajak Dari Mana Saja, Kapan Saja
    Apapun sistem operasi komputer/laptop Anda dan internet browser Anda, sepanjang terhubung dengan internet Anda dapat membuat faktur pajak elektronik secara online di aplikasi OnlinePajak, dari mana saja dan kapan saja.
  4. Data Faktur Pajak Disimpan Online
    Berapa pun e-faktur pajak yang harus Anda terbitkan, Anda tidak memerlukan RAM/memory tambahan pada komputer/laptop. Karena data faktur/invoice dan faktur pajak elektronik Anda disimpan online di server/cloud yang aman, secara tak terbatas. Kelebihan lainnya data yang disimpan di cloud, data Anda tidak akan hilang jika laptop/komputer rusak. Kapan pun dan di mana pun, Anda dapat mengaksesnya secara online jika membutuhkannya.
  5. Update Aplikasi Otomatis
    Kelebihan aplikasi efaktur OnlinePajak yang berbasis web/online, Anda tidak perlu melakukan update database atau pun aplikasi secara mandiri. Karena berbasis web, update dilakukan secara otomatis. Sehingga Anda tidak perlu khawatir atas kegagalan pada saat proses update file aplikasi dan file database (db) yang Anda lakukan sendiri.

Spesifikasi Komputer Untuk Akses Aplikasi eFaktur OnlinePajak

Aplikasi eFaktur OnlinePajak dapat diakses dengan perangkat komputer/tablet/telepon seluler dengan spesifikasi prosesor dan memory yang paling minimum sekali pun sepanjang dapat terhubung internet dan memiliki internet browser. Walaupun Anda pasti akan lebih nyaman mengerjakan pembuatan efaktur pajak dengan menggunakan komputer/laptop.

Berikut ini rekomendasi perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat mengakses aplikasi eFaktur OnlinePajak:

I. Perangkat Keras

  • Laptop/kompute/tablet/telepon seluler dengan minimum spesifikasi prosesor dan memory
  • Wifi/LAN (Local Area Network) untuk terkoneksi dengan internet

II. Perangkat Lunak

  • Internet browser : Internet Explorer/Chrome/Firefox/Safari/Opera dll.

Tak Ada Jenis-jenis File dalam Aplikasi e-Faktur OnlinePajak

Tidak ada jenis-jenis file dalam aplikasi e-Faktur OnlinePajak. Karena aplikasi OnlinePajak berbasis web/online, sehingga tidak ada file yang harus diunduh dan diekstrak. Wajib pajak PKP juga tidak perlu khawatir mengalami kegagalan saat memperbarui (update) aplikasi. Karena aplikasi efaktur OnlinePajak diperbarui secara otomatis, tanpa harus melakukan update manual seperti yang biasanya dilakukan aplikasi efaktur DJP

Proses Penggunaan Aplikasi eFaktur OnlinePajak

Untuk menggunakan aplikasi eFaktur OnlinePajak, berikut ini adalah proses yang harus dilakukan wajib pajak:

  1. Akses dan daftarkan akun Anda di www.online-pajak.com/id/e-faktur.
  2. Buka menu navigasi dan klik menu “e-Faktur, PPN & PPh 23”.
  3. Pastikan Anda sudah memiliki NSFP dari web ENOFA.
  4. Untuk membuat Pajak Keluaran, Anda tidak perlu merekam range NSFP terlebih dahulu seperti di aplikasi efaktur DJP. Cukup membuat invoice/faktur penjualan pada menu “Faktur Penjualan” dan memasukkan NSFP pada kolom yang tersedia.buat faktur penjualan di onlinepajak

     

  5. Untuk membuat banyak faktur pajak elektronik sekaligus, lakukan unggah atau upload file CSV melalui fitur "Impor Data".upload file csv efaktur di onlinepajak

     

  6. Sedangkan untuk Pajak Masukan, Anda membuat invoice/faktur pembelian pada menu “Faktur Pembelian”.
  7. Sebelum menyetujui faktur dan mengirim faktur ke DJP, untuk meninjau faktur Anda, silakan klik “Pratinjau”.pratinjau-efaktur-onlinepajak

     

  8. Bila sudah tidak ada yang perlu diubah, klik “Approval”.approve-faktur-pajak-elektronik-onlinepajak

     

  9. Efaktur-efaktur Anda akan muncul di menu “Draf”. Klik pada nomor efaktur dan klik “Unduh e-Faktur” untuk mendapatkan e-faktur Anda. Selain itu, efaktur juga akan dikirimkan ke email Anda yang terdaftar di OnlinePajak.
e-faktur pajak dari aplikasi efaktur OnlinePajak
e-Faktur pajak lengkap dengan barcode sah dari DJP yang dihasilkan dari aplikasi e-faktur OnlinePajak

 

Kesimpulan 

  • Untuk menggunakan aplikasi efaktur pajak.go.id maka wajib pajak PKP perlu mengunduh aplikasi tersebut, mengekstrak file-nya, update aplikasi secara manual, meningkat memory komputer jika kebutuhan membuat efaktur semakin banyak. 
  • Dengan menggunakan aplikasi eFaktur OnlinePajak, wajib pajak PKP hanya perlu daftar dan akses online www.online-pajak.com/id/e-faktur tanpa perlu unduh, ekstrak file atau update apa pun, tak perlu juga menambah memory komputer jika membutuhkan membuat efaktur sebanyak berapa pun karena data disimpan online atau di cloud yang aman dan dienkripsi serta telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001 untuk keamanan dan kerahasiaan data.