Tarif Pajak Degresif dan Jenis Tarif Pajak Lainnya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Tarif Pajak Degresif 

Pernah mendengar istilah pajak degresif? Kapan sih biasanya Anda akan dihadapkan dengan jenis pajak ini? Pajak degresif merupakan suatu istilah yang dikenakan pada tarif pajak, atau dengan istilah lain dikenal dengan tarif pajak degresif. Artikel ini akan membahas secara khusus mengenai beberapa jenis tarif pajak.

Pada saat menghitung pajak, Anda pasti harus menentukan berapa tarif pajak atas transaksi yang dilakukan. Tarif sendiri merupakan besaran pajak yang dikenakan atas suatu barang yang melintasi daerah pabean. Tarif pajak ini harus dibayar oleh subjek pajak terhadap objek pajak yang menjadi tanggungannya. 

Tarif pajak diatur secara sistematik atas barang dan jasa yang melewati batas-batas negara, baik untuk barang masuk ataupun barang yang keluar. Tarif pajak sendiri merupakan salah satu kebijakan pemerintah dan dihitung dalam persentase. 

Sebelum mengetahui berapa tarif pajak yang dikenakan pada barang/jasa yang Anda beli atau miliki, Anda harus memahami apa jenis tarif pajak yang harus dikenakan dalam perhitungan nilai suatu barang/jasa.

Lalu, apa yang dimaksud dengan pajak degresif? Berapa besar persentase yang dikenakan? Selain itu, apa ada jenis tarif lain dalam bidang perpajakan?

Tarif pajak degresif merupakan persentase tarif pajak yang akan semakin rendah ketika dasar pengenaan pajaknya semakin meningkat. 

Contoh: 

Dasar Pengenaan Tarif PajakTarif Pajak 
s/d Rp10.000.00030%
Rp10.000.000-Rp50.000.00028%
Rp50.000.000-Rp100.000.00026%
> Rp100.000.00024% 

Jenis Tarif Pajak Degresif

Tarif pajak degresif dibagi menjadi 3 jenis, yaitu tarif pajak degresif proporsional, tarif pajak degresif degresif, dan tarif pajak degresif progresif. Apa perbedaan dari ketiga tarif pajak tersebut? 

Tarif Pajak Degresif-Proporsional 

Jenis pajak ini merupakan tarif pajak yang persentasenya semakin menurun, jika dasar pengenaan pajaknya meningkat dan besarnya penurunan dari tarifnya sama besar. 

Berikut ini contoh penerapan tarif pajak degresif-proporsional karena adanya penurunan Dasar Pengenaan Tarif Pajak:

Dasar Pengenaan PajakTarif PajakPenurunan TarifJumlah Pajak 
Rp10.000.00025% Rp2.500.000
Rp20.000.00020%5%Rp4.000.000
Rp30.000.00015%5%Rp4.500.000
Rp40.000.00010%5%Rp4.000.000

Tarif Pajak Degresif-Degresif 

Yang dimaksud dengan tarif pajak degresif-degresif adalah tarif pajak yang persentasenya semakin kecil, jika dasar pengenaan pajaknya meningkat dan besarnya penurunan tarif semakin kecil. 

Contoh penerapan tarif degresif-degresif adalah sebagai berikut:

Dasar Pengenaan PajakTarif PajakPenurunan TarifJumlah Pajak 
Rp10.000.00025% Rp2.500.000
Rp20.000.00020%5%Rp4.000.000
Rp30.000.00015%5%Rp4.500.000
Rp40.000.00010%5%Rp4.000.000

Tarif Pajak Degresif-Progresif 

Jenis tarif ini merupakan tarif pajak yang persentasenya semakin kecil jika dasar pengenaan pajaknya meningkat. Tidak hanya itu besarnya penurunan tarifnya juga semakin besar. 

Contoh:

Dasar Pengenaan PajakTarif PajakPenurunan TarifJumlah Pajak 
Rp10.000.00040%Rp4.000.000
Rp20.000.00035%5%Rp5.000.000
Rp30.000.00025%10%Rp4.500.000
Rp40.000.00010%15%Rp4.000.000

Tarif Pajak Lainnya 

Tarif Pajak Proporsional/Sebanding

Tarif pajak proporsional merupakan tarif pemungutan pajak yang menggunakan persentase tetap tanpa memperhatikan jumlah yang dijadikan dasar pengenaan pajak. Hal ini berarti, semakin besar jumlah angka yang dijadikan dasar pengenaan pajak, semakin besar pula jumlah pajak terutang yang harus dibayar. Tarif pajak proporsional/sebanding salah satunya diterapkan pada perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Contoh:

Dasar Pengenaan PajakTarifPPN Terutang
Rp1.000.00010%Rp100.000
Rp5.000.00010%Rp500.000
Rp7.000.00010%Rp700.000
Rp10.000.00010%Rp1.000.000

Tarif Pajak Progresif 

Tarif pajak progresif merupakan tarif pemungutan pajak yang persentasenya semakin besar bila jumlah yang dijadikan dasar pengenaan pajak juga semakin besar. Tarif pajak progresif ditetapkan pada perhitungan Pajak Penghasilan seperti yang tercantum dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2000 Tentang Pajak Penghasilan.

Contoh: 

Lapisan Penghasilan Kena PajakTarif Pajak
Sampai dengan Rp25.000.0005%
Di atas Rp25.000.00010%
Rp50.000-Rp100.000.00015%
Rp100.000.000-Rp200.000.00025%
Di atas Rp200.000.00035%


Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

SOLUSI PINTAR MENGELOLA PAJAK ANDA!

Buat, hitung otomatis, setor, dan lapor pajak jadi lebih praktis dengan OnlinePajak!