Resources / Blog / seputar invoice

Invoice Financing: Solusi Cerdas Pengelolaan Arus Kas yang Sehat

Invoice Financing atau disebut juga pembiayaan faktur merupakan strategi keuangan yang populer dalam membantu perusahaan mengelola arus kas dengan lebih efektif. Artikel ini akan membahas tuntas seputar invoice financing seperti cara kerja hingga manfaatnya. Simak selengkapnya!

Invoice Financing: Solusi Cerdas Pengelolaan Arus Kas yang Sehat

Apa Itu Invoice Financing?

Invoice Financing adalah jenis pembiayaan yang memungkinkan perusahaan dalam mendapatkan dana tunai dengan segera menggunakan faktur yang belum dibayar sebagai jaminannya. Dengan kata lain, invoice financing ini merupakan sebuah pendanaan modal kerja yang biasanya ditujukan kepada UMKM yang memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan yang besar seperti BUMN, multinasional, sampai lembaga pemerintahan. 

Seperti yang kita ketahui, UMKM membutuhkan pendanaan yang cukup banyak, sehingga dengan metode ini mereka bisa melakukan penjaminan dengan memberikan tagihan yang sedang berjalan atas perusahaan untuk bisa memperoleh pendanaan dari para lender. Tagihan tersebut akan menjadi dasar pendanaan dan akan dibayar oleh pelanggan/payor. 

Proses ini memungkinkan perusahaan untuk mengakses dana yang sebelumnya terikat dalam faktur yang belum dibayar, sehingga meningkatkan likuiditas dan memungkinkan kelancaran operasional tanpa harus menunggu pembayaran dari pelanggan.

Yearly saving potential
Rp 0
Masukkan jumlah Invoice Anda di bawah ini untuk mengetahui tingkat pengembalian investasi (ROI)
e-Faktur/Invoice
e-Signature
e-BuPot
e-Meterai
Jumlah Bupot / SSP / Credit Note yang tidak tertagih (Rp)
Jumlah hari yang dibutuhkan untuk memproses invoice
Rata-rata Nilai Invoice (Rp)
Biaya Tax Audit per Tahun (Rp)
Yearly saving potential
Isi detail Anda untuk mulai Berhemat!

    Numbers estimated based on existing industry. Read more: Otomatisasi Penagihan Kepatuhan¬†      

    Dalam hal pembayaran bahkan permintaan pembayaran, Anda tidak perlu khawatir apabila Anda menggunakan OnlinePajak. Di OnlinePajak, Anda bisa melakukan pembayaran ke supplier atau melakukan permintaan pembayaran dengan lebih mudah. Sehingga dapat memudahkan Anda dalam melakukan berbagai transaksi secara cepat, akurat, dan efektif. 

    Cara Kerja Invoice Financing

    Cara kerja invoice financing sebenarnya cukup mudah. Berikut ini langkahnya: 

    1. Perusahaan mengajukan faktur kepada pihak yang menyediakan layanan Invoice Financing. Faktur tersebut mencakup informasi detail tentang barang atau jasa yang disediakan kepada pelanggan, jumlah yang harus dibayarkan, dan tanggal jatuh tempo.
    2. Pihak penyedia Invoice Financing akan memverifikasi faktur untuk memastikan keaslian dan kebenarannya.
    3. Setelah verifikasi selesai, pihak penyedia Invoice Financing akan mencairkan sebagian atau seluruh nilai faktur kepada perusahaan.
    4. Pihak penyedia Invoice Financing kemudian akan menagih pelanggan sesuai dengan jadwal pembayaran yang telah ditentukan pada faktur asli.
    5. Setelah pelanggan membayar faktur, dana tersebut akan diterima oleh pihak penyedia Invoice Financing. Sebagai gantinya, perusahaan mungkin harus membayar biaya atau bunga tertentu kepada pihak penyedia layanan.

    Contoh:

    Perusahaan Anda memiliki invoice dengan nilai Rp100.000.000 yang telah dikirim kepada pelanggan dengan tempo pembayaran 55 hari. Invoice ini dapat diajukan kepada lembaga pembiayaan, yang akan mempercepat pembayaran hingga maksimal 80% dari nilai invoice, berarti sebesar Rp80.000.000.

    Saat jatuh tempo pembayaran, pelanggan akan membayarkan faktur kepada Anda dan Anda wajib mengembalikan Rp80.000.000 serta bunga kepada lembaga pembiayaan. Selanjutnya, pelanggan dari pihak peminjam harus melakukan pelunasan dengan bunga rata-rata mencapai 1% – 2% per bulannya.

    Baca Juga: Account Receivable Turnover: Definisi, Manfaat, dan Rumus Penghitungannya

    Aplikasi Otomatisasi Invoice dalam Invoice Financing

    Dalam praktiknya, banyak pebisnis yang memanfaatkan sistem otomatisasi faktur untuk mendukung proses invoice financing. Terdapat banyak manfaat yang bisa pengusaha petik bila menggunakan teknologi tersebut, yakni: 

    1. Efisiensi Administrasi

    Sistem otomatisasi faktur akan memungkinkan Anda untuk bisa mengirimkan dan mengelola faktur dengan lebih efisien, menghemat waktu dan upaya yang dibutuhkan dalam administrasi. 

    2. Real-Time

    Dengan adanya otomatisasi, perusahaan bisa melacak status pembayaran faktur secara real-time, sehingga memberikan visibilitas yang lebih besar akan arus kas dan kinerja keuangan perusahaan. 

    3. Meminimalisir Risiko Keterlambatan Pembayaran

    Pemberitahuan atau pengingat pembayaran kepada pelanggan secara otomatis dalam otomatisasi invoice ini juga menjadi layanan yang dapat mengurangi risiko keterlambatan pembayaran. 

    Kesimpulan

    Invoice Financing menjadi solusi keuangan yang cukup efektif dalam meningkatkan likuiditas dan mengelola arus kas perusahaan dengan lebih efektif. Terlebih bila Anda menggunakan aplikasi Otomatisasi Invoice seperti milik OnlinePajak untuk memfasilitasi proses invoice financing dengan lebih efisien. Manfaat yang bisa Anda terima dalam memanfaatkan layanan tersebut adalah memelihara arus kas perusahaan yang sehat, pembiayaan yang cepat, dan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan. 

    Reading: Invoice Financing: Solusi Cerdas Pengelolaan Arus Kas yang Sehat