Resources / Pembayaran Invoice / SME

Kwitansi Penagihan Pembayaran: Manfaat dan Cara Membuatnya

Sangatlah penting dalam bisnis untuk memiliki dokumen yang terorganisir dan lengkap, termasuk dalam hal pembayaran. Salah satu dokumen yang penting dalam proses ini adalah kwitansi penagihan pembayaran. 

kwitansi penagihan pembayaran

Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan secara detail tentang kwitansi penagihan pembayaran dan mengapa hal itu begitu penting dalam mengelola bisnis Anda.

Apa Itu Kwitansi Penagihan Pembayaran?

Kwitansi penagihan pembayaran adalah dokumen tertulis yang digunakan untuk mencatat penerimaan pembayaran dari pelanggan atau klien. Dokumen ini mencakup informasi penting seperti nama pelanggan, jumlah pembayaran, tanggal pembayaran, dan nomor referensi transaksi. 

Kwitansi penagihan pembayaran seringkali digunakan oleh bisnis untuk mencatat dan melacak setiap transaksi keuangan yang terjadi.

Penting untuk diingat bahwa kwitansi penagihan pembayaran memiliki persyaratan hukum yang harus dipatuhi oleh setiap bisnis. Persyaratan ini bervariasi berdasarkan negara dan yurisdiksi hukum. Oleh karena itu, sebelum Anda mulai menggunakan kwitansi, pastikan Anda memahami peraturan yang berlaku di wilayah Anda.

Baca Juga: Perbedaan Faktur dan Kwitansi untuk Transaksi Bisnis

Manfaat Kwitansi Penagihan Pembayaran

Mengapa kwitansi penagihan pembayaran begitu penting? Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

  • Bukti Pembayaran: Kwitansi adalah bukti tertulis bahwa pembayaran telah diterima. Ini membantu menghindari konflik atau ketidaksepakatan di kemudian hari.
  • Melacak Keuangan: Dengan mencatat setiap transaksi pembayaran, bisnis dapat melacak aliran kas mereka dengan lebih baik dan membuat laporan keuangan yang akurat.
  • Pengarsipan Dokumen: Kwitansi dapat disimpan sebagai bagian dari arsip keuangan bisnis. Ini membantu dalam audit atau jika diperlukan untuk tujuan hukum.
  • Transparansi: Dokumen ini membantu menciptakan transparansi dalam hubungan bisnis dengan pelanggan, sehingga mereka tahu bahwa pembayaran mereka telah diterima dan dicatat dengan benar.
Yearly saving potential
Rp 0
Masukkan jumlah Invoice Anda di bawah ini untuk mengetahui tingkat pengembalian investasi (ROI)
e-Faktur/Invoice
e-Signature
e-BuPot
e-Meterai
Jumlah Bupot / SSP / Credit Note yang tidak tertagih (Rp)
Jumlah hari yang dibutuhkan untuk memproses invoice
Rata-rata Nilai Invoice (Rp)
Biaya Tax Audit per Tahun (Rp)
Yearly saving potential
Isi detail Anda untuk mulai Berhemat!

    Numbers estimated based on existing industry. Read more: Otomatisasi Penagihan Kepatuhan¬†      

    Cara Membuat Kwitansi Penagihan Pembayaran

    Kuitansi pembayaran adalah dokumen yang memegang peranan penting dalam suatu transaksi. Oleh karena itu, proses pembuatan dan pengisian kwitansi dengan benar sangatlah krusial untuk menjaga integritas dan kejelasan transaksi tersebut.

    Berikut adalah langkah-langkah yang harus diikuti untuk membuat kwitansi dengan benar:

    1. Isi Nomor Transaksi

    Tahap pertama dalam mengisi kuitansi dengan benar adalah dengan mencantumkan nomor transaksi. Nomor ini berfungsi sebagai identifikasi unik untuk setiap transaksi, mempermudah pelacakan dan referensi di masa mendatang. Sebagai contoh, nomor transaksi dapat ditulis sebagai “No. 54/23” untuk menandai transaksi ke-54 pada tahun 2023.

    2. Tuliskan Nama Lengkap Kedua Belah Pihak

    Langkah berikutnya adalah menuliskan nama lengkap pemberi dan penerima uang dengan jelas. Nama pemberi uang dicatat di bagian “Telah diterima dari,” sementara nama penerima uang dicatat di bagian yang sesuai. Pastikan untuk mencantumkan nama kedua belah pihak dengan benar dan lengkap guna menghindari potensi kesalahpahaman di masa depan.

    3. Tulis Jumlah Uang dalam Format Angka

    Selanjutnya, tuliskan jumlah uang yang diberikan atau diterima dalam format angka pada bagian “Uang sejumlah.” Contohnya, jika jumlah uang yang diterima adalah Rp2.500.000, tuliskan angka tersebut dengan jelas dan akurat. Gunakan tanda baca yang sesuai, seperti koma atau titik sebagai pemisah ribuan, sesuai dengan aturan yang berlaku.

    4. Tulis Jumlah Uang dalam Format Kalimat

    Selain format angka, juga penting untuk menuliskan jumlah uang dalam bentuk kalimat di bagian “Terbilang.” Hal ini bertujuan untuk memberikan kejelasan dan menghindari kesalahan dalam penulisan angka. Misalnya, jika jumlah uang yang diberikan adalah Rp500.000, maka tuliskan “Lima ratus ribu rupiah” pada bagian terbilang.

    5. Tuliskan Tujuan Penyerahan Uang

    Menuliskan tujuan dari penyerahan uang juga merupakan langkah penting dalam mengisi kwitansi. Di bagian “Untuk pembayaran” atau “Tujuan pembayaran,” cantumkan dengan jelas tujuan atau deskripsi transaksi yang dilakukan. 

    Sebagai contoh, jika kuitansi digunakan untuk pembayaran uang muka pembelian mobil, tuliskan “Pembayaran uang muka pembelian mobil” sebagai tujuan penyerahan dana. Informasi ini membantu menjelaskan konteks transaksi dan menghindari kebingungan di masa mendatang.

    6. Lengkapi Tempat dan Tanggal Transaksi

    Selain tujuan penyerahan uang, tempat dan tanggal transaksi harus dicantumkan dengan jelas pada kuitansi. Tempat dapat dituliskan di bagian kanan bawah kuitansi, sementara tanggal dapat dituliskan di sebelahnya. Pastikan untuk mencantumkan tanggal dengan benar sesuai dengan waktu transaksi sebenarnya.

    7. Tanda Tangan Kwitansi

    Kuitansi harus ditandatangani oleh semua pihak yang terlibat dalam transaksi. Pihak yang memberikan uang biasanya menandatangani di bagian tanda tangan, sedangkan pihak yang menerima uang menandatangani di bagian yang sesuai. Tanda tangan ini penting karena menunjukkan persetujuan dan keabsahan transaksi.

    8. Bubuhkan Materai (jika diperlukan)

    Terakhir, jika diperlukan oleh regulasi, bubuhkan materai pada kuitansi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perlu diingat bahwa tidak semua jenis transaksi memerlukan kuitansi atau materai. 

    Baca Juga: Contoh Bon Faktur dan Perbedaannya dengan Kwitansi

    Beberapa transaksi kecil atau informal mungkin tidak memerlukan kwitansi formal. Namun, penting untuk mencatat dan mengarsipkan semua transaksi dengan akurat sebagai bukti pembayaran atau penerimaan uang.

    Kwitansi penagihan pembayaran adalah bagian penting dari pengelolaan keuangan bisnis. Dokumen ini membantu menciptakan transparansi, menghindari konflik, dan menjaga catatan keuangan yang akurat. Pastikan untuk selalu menciptakan kwitansi yang jelas dan rapi setiap kali Anda menerima pembayaran dari pelanggan atau klien Anda.

    Aplikasi bisnis OnlinePajak merupakan mitra resmi DJP yang menawarkan fitur dan layanan yang mendukung otomatisasi invoice serta kepatuhan pajak, seperti layanan e-Faktur untuk menerbitkan invoice dan faktur pajak, layanan e-Bupot Unifikasi untuk menerbitkan bukti potong, layanan e-Filing untuk lapor pajak, layanan e-Billing untuk bayar pajak online. Lalu, ada juga fitur rekonsiliasi yang memudahkan pebisnis untuk membuat laporan keuangan. 

    Kesemua fitur dan layanan saling terintegrasi sehingga pebisnis dapat menyelesaikan proses transaksi maupun pekerjaan lainnya cukup dengan 1 aplikasi.

    Hubungi sales OnlinePajak sekarang untuk informasi registrasi maupun penggunaan fitur dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

    Reading: Kwitansi Penagihan Pembayaran: Manfaat dan Cara Membuatnya