Sekilas Mengenai NJOP (Nilai Jual Objek Pajak)

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Pengertian NJOP

Bagi Anda yang sedang berniat membeli rumah atau properti, Anda tentu mengenal istilah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Secara sederhana, NJOP adalah taksiran harga rumah dan bangunan yang dihitung berdasarkan luas dan zona rumah serta bangunannya.

Jika ingin melakukan transaksi jual-beli rumah, NJOP merupakan hal yang penting untuk dipahami. Sebab, dengan mengetahui NJOP, Anda akan mengetahui seberapa besar dana serta pajak yang akan ditanggung dari transaksi jual beli properti/rumah.

Nah, untuk mengetahui lebih lengkap lagi mengenai NJOP, silakan simak penjelasannya di bawah ini.

Cara Menentukan NJOP

NJOP merupakan harga rata-rata yang didapatkan dari hasil transaksi jual beli properti. Seperti disinggung sekilas di atas, NJOP merupakan taksiran harga suatu properti yang dihitung berdasarkan luas dan zona rumah serta bangunan.

NJOP ditentukan berdasarkan perbandingan harga dengan objek lainnya yang sejenis. Jadi, semakin mahal harga pasaran rumah dan bangunan di suatu kawasan, maka semakin tinggi pula NJOP-nya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, NJOP digunakan sebagai dasar dari penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang wajib disetor setiap tahunnya .

Apabila transaksi jual beli properti terjadi, maka NJOP akan ditentukan berdasarkan tiga hal berikut ini:

  • Perbandingan dengan objek pajak lain yang sejenis. Penentuan NJOP bisa diperoleh dari perbandingan dengan objek pajak lain yang sejenis dan berdekatan secara letak dan sudah diketahui juga nilai jualnya.
  • NJOP pengganti. Cara ini dilakukan untuk mendapatkan NJOP berdasarkan hasil pendapatan atau pemasukan dari objek pajak yang dinilai.
  • Nilai perolehan baru. Dengan cara ini, Anda perlu menghitung terlebih dahulu total biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan objek pajak tersebut. Namun, sebelum penentuan NJOP, Anda juga perlu melihat kondisi fisik dari bangunan yang dijadikan objek pajak tersebut. Jika terjadi penyusutan, maka total biaya yang sudah Anda keluarkan untuk membuat objek pajak harus dikurang sesuai penyusutan kondisi fisik bangunan.

Biasanya NJOP ditetapkan untuk menghitung besaran pajak terutang, disesuaikan dengan kondisi objek pajak pada 1 Januari Tahun Pajak. Artinya, besaran NJOP harus telah rampung ditetapkan sebelum 1 Januari Tahun Pajak. Sehingga fiskus dapat menetapkan berapa besaran PBB terutang atas tiap objek pajak yang ada di wilayahnya.

NJOP juga ditetapkan berdasarkan pada Surat Keputusan Kepala Daerah, baik Gubernur, Bupati, atau Walikota. Biasanya, NJOP tanah ditetapkan dengan satuan rupiah per meter persegi tanah yang menjadi objek. Tentu disesuaikan juga dengan lokasi tanah yang tercermin dalam zona nilai tanah (ZNT). Zona nilai tanah digunakan sebagai acuan harga jual tanah.

Sementara, NJOP bangunan ditetapkan berdasarkan biaya per meter persegi, material, dan upah yang ada pada tiap komponen pada bangunan tersebut. Dalam pengelolaan PBB sektor Perkotaan dan Pedesaan (PBB P2) hal ini dikenal sebagai Daftar Biaya Komponen Bangunan (DBKB).

Kenaikan NJOP di Wilayah DKI Jakarta

Pada Juli 2018 lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan adanya kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Bumi dan Bangunan di wilayah DKI Jakarta. Kenaikan NJOP sendiri berbeda-beda, tergantung dari masing-masing wilayah administratifnya.

Berikut ini rincian NJOP terendah hingga tertinggi di wilayah DKI Jakarta berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 24 Tahun 2018.

Kecamatan/Kota

Terendah

Tertinggi

Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

Rp3.745.000,00

Rp23.623.000,00

Tebet, Jakarta Selatan

Rp2.508.000,00

Rp19.843.000,00

Pasar Rebo, Jakarta Timur

Rp2.013.000,00

Rp3.100.000,00

Cakung, Jakarta Timur

Rp2.508.000,00

Rp7.455.000,00

Tanah Abang, Jakarta Pusat

Rp2.508.000,00

Rp93.963.000,00

Gambir, Jakarta Pusat

Rp4.723.000,00

Rp28.855.000,00

Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Rp2.352.000,00

Rp11.305.000,00

Taman Sari, Jakarta Barat

Rp5.763.000,00

Rp29.223.000,00

Penjaringan, Jakarta Utara

Rp916.000,00

Rp18.375.000,00

Cilincing, Jakarta Utara

Rp1.862.000,00

Rp8.145.000,00

Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu

Rp335.000,00

Rp5.625.000,00

Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu

Rp394.000,00

Rp25.995.000,00

NJOP dan NJKP

Selain NJOP, dikenal juga istilah Nilai Jual Kena Pajak (NJKP). NJKP adalah besaran nilai jual yang akan dimasukan ke dalam perhitungan pajak terutang. Jadi, NJKP merupakan bagian dari NJOP dan menjadi dasar untuk penghitungan PBB. NJKP juga dikenal atau disebut sebagai assessment value.

Berdasarkan KMK Nomor 201/KMK.04/2000, pemerintah sudah menetapkan ketentuan persentase NJKP. Persentase untuk objek pajak perkebunan, pertambangan, dan kehutanan ditetapkan sebesar 40%. Sedangkan, objek pajak lainnya seperti Pedesaan dan Perkotaan dapat dilihat terlebih dahulu nilai NJOP-nya.

Jika NJOP lebih dari satu miliar rupiah, maka persentase NJKP-nya adalah 40%. Namun, jika NJOP-nya kurang dari satu miliar rupiah, maka persentase NJKP-nya sebesar 20%.

njop adalah

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

BUAT e-faktur DENGAN CEPAT & MUDAH!

✓ Hitung otomatis PPN
✓ Kirim e-Faktur ke email lawan transaksi
✓ Bayar pajak
✓ Lapor pajak

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

BUAT e-faktur DENGAN CEPAT & MUDAH!

✓ Hitung otomatis PPN
✓ Kirim e-Faktur ke email lawan transaksi
✓ Bayar pajak
✓ Lapor pajak

Langsung dari 1 aplikasi OnlinePajak