Sering Telat Bayar Pajak? Hindari dengan 3 Tips Ini!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Anda sering telat bayar pajak? Hati-hati, terlambat bayar pajak bisa membuat Anda terkena sanksi administrasi hingga sanksi pidana.

Demi lancarnya keberlangsungan negara, pemerintah Indonesia dengan serius menetapkan sanksi bagi wajib pajak yang lalai membayar pajak. Pemberian sanksi terkait perpajakan bisa terjadi dalam bentuk surat teguran hingga penyanderaan (gijzeling) sebagai langkah hukum terakhir.

Berikut ini, jenis-jenis sanksi yang bisa menjerat Anda bila telat membayar pajak atau lapor pajak.

Jenis-Jenis Sanksi Telat Lapor atau Telat Bayar Pajak 

1. Sanksi Administrasi

Sanksi administrasi terkait kegiatan perpajakan terdiri dari sanksi denda, sanksi bunga, dan sanksi kenaikan. Ketentuan sanksi administrasi diatur dalam Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum Perpajakan (UU KUP).

A. Sanksi Denda

Sanksi berupa denda berlaku untuk pelanggaran terkait kewajiban pelaporan. Nilai dendanya pun beragam, tergantung jenis pajak yang telat dilaporkan sesuai dengan peraturan Undang-Undang yang berlaku.

Baca Juga: Daftar Sanksi Pajak di Indonesia

B. Sanksi Bunga

Aturan terkait sanksi bunga dijelaskan dalam Pasal 9 Ayat 2(a) UU KUP. Dalam regulasi tersebut dijelaskan bahwa wajib pajak yang telat membayar pajak akan didenda sebesar 2% per bulan, terhitung dari tanggal jatuh tempo hingga tanggal pembayaran.

C. Sanksi Kenaikan

Sanksi jenis ini merupakan sanksi berupa kenaikan jumlah pajak sekitar 50% yang harus dibayar dari nilai pajak yang kurang dibayar.

Sanksi kenaikan dijatuhkan kepada wajib pajak yang melakukan pelanggaran tertentu. Seperti, tindak pemalsuan data yang mengecilkan jumlah pendapatan pada SPT setelah lewat 2 tahun sebelum terbit Surat Ketetapan Pajak (SKP).

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Surat Ketetapan Pajak dan Fungsinya

2. Sanksi Pidana

Sanksi jenis ini merupakan sanksi terberat dalam dunia perpajakan. Sanksi pidana biasanya dijatuhkan kepada wajib pajak yang melakukan pelanggaran berat dan menimbulkan kerugian besar pada pendapatan negara.

Contohnya, seorang pengusaha menerbitkan faktur pajak dan memungut PPN, namun tidak mendaftarkan diri sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). Sehingga PPN yang ia pungut tidak disetorkan ke negara.

3 Tips Tepat Waktu Bayar Pajak

Telat membayar pajak akan merugikan Anda karena Anda terpaksa turut membayar dendanya. Semakin sering telat bayar pajak, maka semakin besar pula denda yang harus dibayar.

Keterlambatan membayar pajak akan lebih merugikan bila terjadi pada perusahaan yang menanggung dan mengurus banyak pajak, terutama pajak para karyawannya.

Hal itu terjadi karena denda pajak akan membuat pengeluaran perusahaan jadi membengkak. 

Jika besar pajak terutang bernilai jutaan rupiah, maka dendanya sekitar ratusan ribu rupiah. Namun bila berkaitan dengan wajib pajak badan atau perusahaan besar dengan nilai pajak terutang hingga milyaran rupiah, maka bisa dibayangkan perhitungan dendanya bisa mencapai puluhan juta rupiah. 

Supaya tak merugi karena dikenakan banyak denda atau bahkan harus berurusan dengan hukum pidana, simak rangkuman tips berikut ini agar tidak telat bayar pajak!

1. Hitung Pajak Cepat

Salah satu penyebab wajib pajak telat bayar pajak adalah penghitungan pajak yang rumit, sehingga memakan banyak waktu. Terlebih lagi bila penghitungan pajak dilakukan secara manual. 

Tak jarang penghitungan secara manual juga menimbulkan human error dengan hasil perhitungan pajak tidak akurat. Hingga menyebabkan penghitungan pajak terpaksa diulang.

Bila Anda ingin menghitung pajak dengan cara lebih cepat dan bahkan secara otomatis, Anda bisa menggunakan aplikasi OnlinePajak yang memiliki fitur hitung pajak otomatis. Perhitungan pajak perusahaan jadi lebih mudah dan cepat!

Anda hanya perlu memasukkan data-data keuangan yang dibutuhkan, kemudian hasil perhitungan pajak akan diperoleh seketika. 

Hasil penghitungannya pun dijamin akurat! Karena OnlinePajak merupakan mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sehingga fitur hitung otomatis didesain selalu sesuai dengan peraturan pajak terbaru.

Setelah selesai melakukan penghitungan, wajib pajak bahkan bisa langsung membayar pajak dan melaporkannya secara online. 

Tertarik untuk mencoba hitung pajak otomatis? Coba sekarang!

2. Bayar Pajak di Satu Tempat

Kendala lain yang biasanya dihadapi wajib pajak untuk membayar pajak tepat waktu adalah rumitnya proses pembayaran pajak.

Bila dilakukan secara manual, wajib pajak harus mendapatkan ID Billing di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau melaui DJP online. Kemudian ke bank untuk melakukan pembayaran dan mendapatkan bukti pembayaran yang harus dilaporkan kembali ke KPP.

Seperti telah disinggung sebelumnya, dengan aplikasi OnlinePajak Anda bisa melakukan pembayaran pajak secara online hanya dengan 1 kali klik! 

Tak hanya itu, untuk menyiapkan pembayaran, aplikasi OnlinePajak juga menyediakan layanan pembuatan ID Billing dengan berbagai KAP/KJS.

Pajak perusahaan dapat Anda bayar menggunakan PajakPay.

Fitur ini memungkinkan Anda untuk menuntaskan kewajiban pajak dari mana saja dan kapan saja, tanpa perlu menghadapi kendala teknis seperti antre di bank atau terjebak macet.

Cukup 1 kali klik, kewajiban pajak Anda pun bisa tersetor otomatis!

Anda bisa mengandalkan PajakPay pada waktu deadline pembayaran pajak tersisa beberapa jam saja. Bahkan ketika bank tutup dan kantor pos tutup sekalipun, Anda tetap bisa bayar pajak tepat waktu dan terhindar dari sanksi. 

Lihat Cara Buat e-Billing Pajak di OnlinePajak di Sini!

ID Billing dan Bukti Penerimaan Negara (BPN) sah dari DJP, PajakPay juga terdaftar di Bank Indonesia.

3. Buat Pengingat Tenggat Waktu Pembayaran Pajak

Tips ketiga adalah membuat pengingat (alarm) sesuai tanggal deadline pembayaran pajak. Hal ini dilakukan agar Anda tidak lupa batas akhir pembayaran pajak yang sudah ditetapkan pemerintah.

Lantaran jenis pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak badan atau perusahaan banyak, maka tenggat waktu pembayaran nya sepanjang tahun berjalan juga banyak.

Jika Anda pusing membuat alarm sendiri sebagai pengingat deadline pembayaran pajak perusahaan Anda, OnlinePajak bisa menjadi solusinya.

OnlinePajak akan mengirimkan email berupa pengingat tanggal jatuh tempo pembayaran pajak secara rutin.

Baca Juga: Jatuh Tempo Pembayaran PPN & PPh

Bagi wajib pajak yang sibuk dan jarang memperhatikan kalender pajak, fitur ini akan sangat membantu karena pesan pengingat langsung dikirim ke komputer maupun ponsel Anda.

Dengan email pengingat, OnlinePajak memastikan Anda tidak terlambat membayar dan melaporkan pajak, karena email akan kami kirim sebelum tenggat setor/lapor. 

Cukup satu kali daftar, menggunakan 1 aplikasi, Anda dapat gunakan fitur hitung otomatis, bayar, hingga lapor pajak secara online, gratis

OnlinePajak telah menyediakan bermacam fitur yang membuat penyelenggaraan administrasi perpajakan perusahaan lebih terotomatisasi. Sehingga, ke depannya Anda tidak akan lagi melewatkan tenggat pembayaran pajak.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
onlinepajak

Buat ID Billing dan bayar semua pajak dalam hitungan detik

e-Billing dan PajakPay OnlinePajak hadir untuk mempermudah Anda dalam proses bayar pajak secara online. Hanya dengan satu klik, Anda dapat membuat ID Billing sekaligus membayar pajak.

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Buat Banyak ID Billing dan Bayar Sekaligus dengan Cepat!

Buat banyak ID Billing dengan berbagai KAP/KJS dan bayar semuanya sekaligus. Cukup centang ID Billing yang ingin dibayarkan, lalu klik “Lanjutkan Pembayaran” dan bayar dengan PajakPay

Bingung gimana bayar pajak online yang gak ribet? Pengen Hemat Waktu & Bebas Antre saat waktunya bayar pajak? Cobain aja Aplikasi Pajak ini!