e-Faktur PPN: Cara Mendeteksi Faktur Pajak Fiktif

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

e-Faktur PPN

e-Faktur PPN merupakan aplikasi yang sangat penting bagi seorang pengusaha yang sudah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). Namun, hal ini tidak mencegah adanya oknum yang membuat faktur pajak palsu/fiktif.

Bukti pungutan PPN yang fiktif merupakan salah satu sumber kerugian bagi suatu negara karena penerimaan pajak tidak dapat diperoleh secara maksimal. Dalam dunia usaha, faktur pajak fiktif  mampu memperkeruh iklim investasi dan tentu saja merugikan investor.

Cara Deteksi Melalui e-Faktur PPN

Adanya oknum-oknum yang membuat bukti pungutan PPN fiktif ini mendorong Direktorat Jenderal Pajak (DJP) membuat dan memperkenalkan mekanisme baru yakni aplikasi e-Faktur PPN.

Lalu, seperti apa aplikasi e-Faktur PPN ini bekerja dalam mendeteksi adanya faktur pajak fiktif? Dalam aplikasi e-Faktur PPN, faktur pajak yang diterbitkan atau dibuat oleh PKP memiliki QR code. Nah, QR code tersebut berisi informasi alamat website yang berguna untuk melakukan validasi data faktur pajak. Nantinya, data tersebut dapat Anda cocokan dengan identitas PKP yang tertera dalam faktur pajak elektronik tersebut.

QR code dapat Anda deteksi dengan menggunakan aplikasi android yang memiliki fungsi scan barcode. Setelah QR code berhasil Anda scan, selanjutnya akan muncul link website untuk validasi kebenaran data-data dengan server e-Faktur PPN dari DJP.

Fungsi QR Code pada e-Faktur PPN

Dalam e-Faktur, QR code memiliki fungsi untuk memudahkan PKP dalam mengakses informasi. Mekanisme ini diharapkan dapat menanggulangi kecurangan seperti pembuatan faktur pajak palsu.

Adanya QR code berguna untuk melindungi para pembeli dari penyalahgunaan faktur pajak tidak sah. Jadi, PKP pembeli pun mendapatkan kepastian bahwa PPN yang ditanggung oleh pembeli ini sudah dilaporkan oleh penjual.

Kesimpulan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, aplikasi e-Faktur PPN merupakan sebuah terobosan dalam mekanisme administrasi PPN. Aplikasi e-Faktur PPN mampu mempermudah dalam pengawasan data faktur pajak yang diterbitkan oleh PKP.

Dengan hadirnya aplikasi e-Faktur PPN, data faktur pajak baik pajak keluaran maupun pajak masukan yang dibuat oleh PKP jadi lebih terlindungi. Aplikasi e-Faktur pertama kali diperkenalkan oleh DJP dan mulai digunakan secara serempak oleh PKP pada Juli 2016.

Beberapa poin yang bisa disimpulkan terkait dengan aplikasi e-Faktur PPN antara lain

  • Faktur pajak fiktif menjadi alasan kerugian negara karena mampu menggerogoti uang negara melalui mekanisme restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
  • Faktur pajak fiktif kini bisa Anda deteksi atau ketahui dengan mudah karena hadirnya inovasi yang dilakukan DJP, yakni munculnya faktur pajak elektronik atau e-Faktur.
  • Cara mendeteksi faktur pajak fiktif adalah dengan melakukan scan QR code yang ada pada faktur pajak elektronik.
  • QR code ini berisi informasi alamat website yang berguna untuk melakukan validasi data faktur pajak.
  • QR code pada faktur pajak berguna untuk melindungi para pembeli dari penyalahgunaan faktur pajak tidak sah atau fiktif.
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Buat faktur pajak, bayar, dan lapor SPT Masa PPN Anda dengan mudah

Buat faktur elektronik untuk SPT PPN dan mengirimkannya ke lawan transaksi Anda secara instan tanpa perlu mencetaknya

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Buat, Hitung, Setor, dan Lapor PPN di OnlinePajak

Proses PPN setiap transaksi Anda dengan lebih efisien dalam 1 aplikasi terintegrasi. Buat, hitung, setor, dan lapor PPN dengan mudah di OnlinePajak