Laporan Perubahan Modal: Definisi, Komponen, dan Contoh Pembuatannya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Laporan perubahan modal atau ekuitas merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang ada dalam perusahaan. Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk memberikan informasi terbaru mengenai perubahan modal yang ada dalam perusahaan.

Tidak hanya itu, laporan yang juga sering disebut sebagai laporan keuangan mini ini juga dibutuhkan dalam hal pelaporan pajak. Untuk pembahasan selengkapnya, simak artikel ini.

Pengertian Laporan Perubahan Modal

Mengutip dari Wikipedia, laporan perubahan modal atau laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang berisi informasi mengenai perubahan modal akibat penambahan dan pengurangan laba atau rugi dan transaksi keuangan pemilik modal. Perubahan modal di dalam laporan keuangan ekuitas diperoleh dari selisih antara penambahan jumlah modal awal dan laba atau rugi, dengan jumlah penarikan modal.

Sedangkan menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laporan perubahan modal adalah suatu laporan mengenai perubahan modal suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu sehingga laporan ini dikeluarkan untuk menjelaskan adanya peningkatan atau penurunan aktiva bersih dan kekayaan selama periode yang ditentukan perusahaan, misalnya dalam periode bulan atau tahun.

Pengertian serupa juga dikemukakan oleh beberapa ahli akuntansi, beberapa di antaranya:

  • Agus Purwaji: Laporan perubahan modal adalah laporan yang menyajikan perubahan ekuitas selama 1 periode akuntansi. Laporan ini terdiri atas beberapa elemen, di antaranya modal awal periode, penambahan dan pengurangan selama 1 periode, dan modal akhir periode.
  • Hery: Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan ikhtisar perubahan pos-pos ekuitas suatu perusahaan untuk 1 periode tertentu.
  • Kasmir: Laporan perubahan ekuitas adalah laporan keuangan yang mencatat informasi tentang penyebab bertambah dan berkurangnya modal selama kurun waktu tertentu.
  • Sodikin dan Riyono: Laporan perubahan ekuitas merupakan laporan keuangan yang secara sistematis menyajikan informasi tentang perubahan ekuitas perusahaan yang diakibatkan operasi perusahaan dan transaksi dengan pemilik pada suatu periode akuntansi tertentu.

Jadi jika disimpulkan, laporan perubahan ekuitas merupakan laporan yang berisi informasi mengenai penambahan dan pengurangan ekuitas perusahaan dalam periode tertentu, beserta penyebab terjadinya perubahannya.

Tujuan dan Fungsi Pembuatan Laporan

Pembuatan laporan ini bertujuan untuk memberikan laporan mengenai perubahan modal usaha. Tidak hanya itu, laporan ini juga bertujuan untuk membuat ikhtisar dari investasi dan dana yang dihasilkan dalam suatu periode serta aktiva pembayaran.

Lebih lanjut lagi, laporan perubahan ekuitas ini berfungsi untuk dapat melengkapi pengungkapan perubahan dari modal yang terjadi pada perusahaan dalam periode akuntansi yang bersangkutan.

Berikut ini adalah beberapa fungsi pembuatan laporan perubahan ekuitas:

  • Menyatakan adanya perubahan modal dalam suatu kurun periode dengan nominal yang tertulis jelas secara tepat dan akurat.
  • Mendukung laporan keuangan yang juga termasuk di dalamnya ada laporan laba-rugi, neraca, dan laporan keuangan.
  • Menjadi acuan perusahaan dalam mengambil keputusan strategi bisnis di masa depan.
  • Memberikan informasi yang membantu para investor dalam memperkirakan jumlah waktu dan ketidakpastian penerimaan kas pada masa depan yang berasal dari pembagian dividen.
  • Memberikan informasi pada para analis keuangan untuk memahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi perubahan ekuitas pada perusahaan.

Isi dan Unsur Penting dalam Laporan

Apa saja hal-hal yang dapat ditemukan dalam laporan perubahan ekuitas?

  • Laba maupun rugi bersih pada periode yang berkaitan
  • Hasil dari penjualan saham
  • Pembayaran dividen
  • Pembelian saham treasury
  • Pengaruh perubahan nilai wajar pada aset
  • Efek koreksi kesalahan pada periode akuntansi sebelumnya.

Selain itu, terdapat unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam laporan keuangan ini. Unsur-unsur ini merupakan bagian penting dalam laporan yang akan disusun berdasarkan data yang telah didapatkan, di antaranya:

  • Laba yang tidak dibagi per akhir periode akuntansi
  • Dividen yang diumumkan
  • Laba bersih di periode tertentu
  • Laba yang tidak dibagi pada awal periode (per awal tahun)

Komponen dalam Laporan Perubahan Ekuitas

Ada beberapa komponen penting dalam menyusun laporan perubahan ekuitas, yaitu modal awal, pengaruh dari kebijakan akuntansi, pengaruh koreksi kesalahan periode sebelumnya, saldo yang disajikan lagi, perubahan dari modal saham, dividen, laba rugi pada periode terkait, perubahan dalam cadangan revaluasi, keuntungan dan kerugian lain, serta saldo akhir.

1. Modal Awal

Modal awal adalah saldo akhir dari laporan keuangan periode sebelumnya. Modal awal tidak disesuaikan karena koreksi kesalahan pada periode yang sebelumnya serta diperbaiki pada periode berjalan.

2. Pengaruh dari Perubahan Kebijakan Akuntansi

Penyesuaian diperlukan pada cadangan pemegang saham di awal periode laporan komparatif untuk menyajikan ekuitas awal ke jumlah yang ditentukan pada kebijakan akuntansi baru.

3. Pengaruh Koreksi Kesalahan Periode Sebelumnya

Efek koreksi kesalahan periode sebelumnya harus disajikan secara terpisah sebagai bentuk penyesuaian.

4. Saldo yang Disajikan Kembali

Ekuitas yang dapat diberikan kepada pemegang saham pada awal periode komparatif setelah penyesuaian karena adanya perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan periode sebelumnya.

5. Perubahan dari Modal Saham

Dalam periode terkait, modal saham perlu ditambahkan di dalam laporan perubahan ekuitas. Penukaran saham perlu dikurangi dalam laporan. Efek penerbitan serta pelunasan saham perlu disajikan terpisah sebagai cadangan modal saham serta cadangan premi saham.

6. Dividen

Pembayaran dividen perlu dikurangkan dari ekuitas pemegang saham. Ini karena dividen adalah distribusi kekayaan yang dapat diatribusi pada tiap-tiap pemegang saham.

7. Laba Rugi Pada Periode Terkait

Laba dan rugi yang diatribusi pada pemegang saham selama periode yang tercantum dalam laporan laba rugi.

8. Perubahan dalam Cadangan Revaluasi

Perubahan dalam cadangan revaluasi perlu disajikan dalam laporan selama hal ini diakui di luar laporan laba rugi. Sebab, pembalikan rugi penurunan nilai sebelumnya tidak disajikan terpisah pada laporan perubahan ekuitas karena sudah dimasukkan pada laba rugi periode terkait.

9. Keuntungan dan Kerugian Lain

Keuntungan dan kerugian lain yang tidak diakui pada laporan laba rugi, dapat disajikan dalam laporan perubahan modal laiknya keuntungan serta kerugian aktuarial akibat penerapan nilai tukar, pajak biaya masuk, dan sebagainya.

10. Saldo Akhir

Saldo cadangan ekuitas dari pemegang saham di akhir periode pelaporan seperti yang terlihat pada laporan posisi keuangan.

Contoh Laporan Perubahan Modal

Bagaimana cara membuat laporan perubahan modal? 

Umumnya, perusahaan perlu membuat laporan laba rugi pada periode yang ditentukan untuk mendapatkan besaran laba bersih setelah pajak. Cara penghitungannya dapat ditemukan di artikel ini.

Baca Juga: Laba Bersih Setelah Pajak: Ketahui Elemen dan Cara Perhitungannya

Setelah mendapatkan laba bersih setelah pajak, baru perusahaan dapat membuat laporan perubahan ekuitas.

Contoh Soal:

PT Simpang Kanan memiliki modal awal sebesar Rp200.000.000 yang ditanam pada awal tahun 2021. Sepanjang tahun tersebut, terjadi penarikan modal (prive) senilai Rp30.000.000. Diketahui laba bersih setelah pajak PT Simpang Siur pada akhir tahun 2021 adalah sebesar Rp20.000.000.

Berikut ini adalah contoh laporan perubahan modal sederhana.

ModalRp200,000,000
Laba Bersih Setelah PajakRp20,000,000
Rp180,000,000
PriveRp30,000,000
Modal AkhirRp150,000,000

Berdasarkan laporan tersebut, saldo akhir PT Simpang Kanan adalah sebesar Rp150.000.000

Laporan Perubahan Modal Untuk Pelaporan Pajak

Menjadi salah satu bagian dari laporan keuangan, maka penting bagi perusahaan untuk melampirkan laporan perubahan ekuitas pada saat menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan.

Karena itu, penting untuk dapat menghitung dan membuat laporan dengan angka yang benar sehingga data keuangan yang disajikan akurat.

Dengan begitu, pelaporan SPT Tahunan PPh Badan jadi lebih lancar.

Untuk menambah kenyaman dalam menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan, terutama di jam-jam sibuk karena sudah mendekati batas waktu pelaporan, gunakan aplikasi e-Filing OnlinePajak.

Sebagai mitra resmi DJP, OnlinePajak menyediakan layanan e-Filing dengan tampilan ramah pengguna serta memberikan kemudahan bagi wajib pajak untuk melakukan pelaporan pajaknya.

Tidak hanya itu, wajib pajak tidak akan kesulitan mengakses aplikasi meski di jam sibuk, dan dapat melapor dengan tepat waktu. Ketika berhasil melakukan pelaporan, wajib pajak akan menerima BPE resmi sesuai dengan waktu pelaporan. Bagaimana cara lapor di OnlinePajak? Simak di artikel ini:

Baca Juga: Cara Lapor SPT Tahunan Badan di OnlinePajak, Simak di Sini!

Selain menyampaikan SPT Tahunan, wajib pajak juga dapat mengelola transaksi dan mengoptimasi proses bisnisnya di OnlinePajak. Bagaimana caranya?

Daftar sekarang untuk mempelajari lebih lanjut, klik di sini.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
e-filing onlinepajak

Lapor Pajak Badan dengan Mudah & Efisien

Lapor semua jenis pajak atau SPT Pajak Anda dengan status pembayaran dan pembetulan apa pun melalui e-Filing OnlinePajak dengan mudah dan tepat waktu. 

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

OnlinePajak menggunakan cookie untuk memberikan pengalaman terbaik saat menavigasi website. Kebijakan cookie selengkapnya di sini