Mengenal PDB dan Pengaruhnya Terhadap Rasio Pajak Negara

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Apa Itu PDB?  

PDB atau Produk Domestik Bruto merupakan jumlah atas suatu produksi barang dan jasa yang mampu dihasilkan negara dalam periode tertentu. PDB ini pun merupakan alat ukur yang kerap digunakan untuk menilai perkembangan ekonomi suatu negara. 

Sekilas sejarah, PDB awal mula dibuat sebagai respon dari depresi besar yang menghujam perekonomian Amerika Serikat kala itu. Para ahli ekonomi melakukan berbagai penelitian dan akhirnya lembaga riset ekonomi Amerika Serikat menciptakan cara baru untuk mengukur tingkat perekonomian suatu negara. 

Sejak itu, diketahui bahwa suatu negara sudah seharusnya menggunakan suatu sistem yang baik dalam mengukur perkembangan ekonominya. Tujuannya, agar negara tersebut dapat memanfaatkan data yang sudah dihasilkan dari pengukuran sebagai dasar dalam membuat kebijakan. 

Manfaat Produk Domestik Bruto

Hadirnya Produk Domestik Bruto ini memang memiliki banyak manfaat. Berikut ini 4 manfaat PDB bagi suatu negara: 

1. Mengukur Laju Ekonomi Nasional

Dengan adanya PDB, negara akan mendapatkan informasi riil terkait perkembangan perekonomian. Selain itu, melalui PDB negara dapat menganalisa data yang ada terkait faktor apa saja yang dapat dimaksimalkan dan ditingkatkan lagi.

2. Sebagai Perbandingan Kemajuan Teknologi antar Negara 

Anda tentu paham bahwa setiap negara memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Maka dibutuhkan pula alat ukur yang mumpuni untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan tersebut. Dengan penilaian yang dilakukan PDB, maka setiap negara akan mengetahui dan menentukan negara mana yang lebih unggul. 

3. Mengetahui Struktur Perekonomian Suatu Negara

Hasil PDB akan dijadikan bahan analisa terkait sektor-sektor mana saja yang membutuhkan perbaikan atau perlu ditingkatkan. 

4. Landasan Perumusan Kebijakan Pemerintah

Dalam mengambil keputusan atau meramu sebuah rumusan kebijakan, pemerintah membutuhkan data yang bisa diandalkan agar dapat dibuktikan keberhasilannya. Meski tidak ada yang pasti, namun dengan adanya data setidaknya pemerintah bisa lebih mudah dalam membuat berbagai kebijakan penting. 

PDB dan Hubungannya dengan Rasio Pajak

Dari pembahasan di atas, tentu Anda sudah bisa mengira bahwa Produk Domestik Bruto pun memengaruhi rasio pajak. Apa itu rasio pajak? Rasio pajak merupakan perbandingan penerima pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Rasio ini sebagai alat ukur untuk menilai kinerja penerimaan pajak suatu negara. 

Baca Juga: Tax Ratio: Sistem & Perkembangannya di Indonesia

Ukuran rasio pajak ini nantinya akan menunjukkan seberapa berhasil atau mampu pemerintah dalam membiayai kebutuhan yang menjadi tanggung jawab negara. Sehingga, apabila rasio pajak rendah, berarti kinerja pemerintah belum berhasil maksimal. Begitupun sebaliknya, apabila rasio pajak tinggi, maka pemerintah dianggap mampu mengatur kebutuhan negara melalui APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). 

Baca Juga: Apa Fungsi APBN & Peran Pajak Di Dalamnya?

Cara Menghitung PDB

Rumus atau cara menghitung Produk Domestik Bruto adalah: 

PDB = C + I + G + NX

Keterangan:

  • PDB: Produk Domestik Bruto
  • C: Konsumsi rumah tangga nasional
  • I: Investasi 
  • G: Konsumsi/belanja negara
  • NX: Ekspor – Impor

C atau konsumsi yang dimaksud adalah konsumsi barang dan jasa yang ada di dalam negara. Peningkatan nilai konsumsi dapat diartikan sebagai adanya keinginan yang tinggi pada masyarakat dalam membelanjakan uangnya. Begitupun sebaliknya. 

I atau investasi yang dimaksud adalah investasi domestik atau pengeluaran dana modal. Dalam dunia usaha di dalam negara yang bersangkutan akan mengeluarkan dana untuk pengembangan bisnisnya, sehingga penyerapan tenaga kerja yang tinggi memungkinkan akan terjadi.

G atau belanja negara yang dimaksud adalah pengadaan peralatan penunjang operasional pemerintah, pembangunan infrastruktur, hingga ke pembayaran gaji aparat sipil negara. Perbelanjaan yang dilakukan negara tentu akan mempengaruhi nilai dari PDB itu sendiri. 

Perbedaan PNB dan PDB

Arti dari PNB (Produk Nasional Bruto) sendiri adalah ukuran agregat output ekonomi. Namun, tidak memperhitungkan lokasi produksi dan lebih difokuskan pada siapa yang memproduksi. Nah, berikut ini perbedaan umum terkait PNB dan PDB di Indonesia: 

  • PNB hanya memperhitungkan output dari masyarakat atau orang Indonesia, apakah bekerja di Indonesia atau di luar negeri. Output orang asing yang bekerja di Indonesia tidak akan masuk dalam perhitungan. 
  • Sedangkan Produk Domestik Bruto memperhitungkan pula output yang dihasilkan oleh mereka yang bekerja di Indonesia, mau orang asing atau bukan. Itu tidak mencakup output dari orang Indonesia yang bekerja di luar negeri. 

Itu tadi pengertian PDB, manfaat, cara menghitung, hubungannya dengan rasio pajak, hingga perbedaan PDB dan PNB. Jelajahi lebih banyak artikel tentang pajak dan akuntasi di sini!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Solusi Pintar Mengelola Pajak Anda

Buat, hitung otomatis, setor, dan lapor pajak jadi lebih praktis dengan OnlinePajak!

Kepatuhan Pajak Semakin Mudah

Bayangkan bila pengelolaan pajak, transaksi bisnis dan payroll karyawan Anda dapat dilakukan melalui satu aplikasi terintegrasi, kepatuhan pajak akan jadi semakin mudah

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

SOLUSI PINTAR MENGELOLA PAJAK ANDA!

Buat, hitung otomatis, setor, dan lapor pajak jadi lebih praktis dengan OnlinePajak!

OnlinePajak menggunakan cookie untuk memberikan pengalaman terbaik saat menavigasi website. Kebijakan cookie selengkapnya di sini