Pertanyaan tentang PPN yang Sering Muncul dan Jawabannya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah jenis pajak yang banyak berhubungan dengan masyarakat. Meski demikian, PPN bukanlah hal yang mudah untuk dikuasai. Terkadang, wajib pajak mengalami kebingungan saat melakukan pengelolaan PPN atau menemukan kendala dalam menggunakan aplikasi.

Nah, untuk membantu wajib pajak yang kebingungan, berikut ini deretan pertanyaan terkait PPN/e-Faktur yang sering diajukan wajib pajak.

Definisi PPN

Sebelum melihat apa saja pertanyaan tentang PPN yang sering muncul, ada baiknya Anda pahami terlebih dahulu pengertian PPN. Sederhananya, Pajak Pertambahan Nilai merupakan pungutan yang dibebankan atas transaksi jual beli Barang Kena Pajak (BKP)/Jasa Kena Pajak (JKP) yang dilakukan baik oleh wajib pajak pribadi maupun wajib pajak badan yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa yang memiliki kewajiban untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN adalah pengusaha yang sudah PKP. Sedangkan, yang memiliki kewajiban membayar PPN adalah konsumen akhir.

Karakteristik PPN

Sama seperti jenis pajak lainnya, PPN juga memiliki karakteristik khusus. Berikut ini karakteristik khusus tersebut:

  • PPN merupakan pajak tidak langsung. Artinya, antara pemikul beban pajak dan penanggung jawab atas pembayaran pajak ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) adalah orang yang berbeda.
  • Multi tahap. Artinya, pajak dikenakan pada setiap mata rantai jalur produksi dan jalur distribusi sejak dari pabrik.
  • Objektif. Artinya, pengenaan pajak berdasarkan objek pajak (BKP/JKP) tanpa melihat subjek pajaknya.
  • Menghindari adanya double tax. Artinya, PPN hanya dikenakan pada pertambahan nilainya saja.
  • Pungutannya menggunakan faktur pajak (struk atau bukti pembayaran pajak).
  • PPN dikenakan sebagai pajak atas konsumsi di dalam negeri (domestic consumptions).
  • PPN dihitung dengan metode pengurangan tidak langsung dengan memperhitungkan besaran pajak masukan dan pajak keluaran.

Pertanyaan tentang PPN

Setelah mengetahui pengertian dan karakteristik PPN, berikut ini deretan pertanyaan yang seringkali muncul tentang PPN.

1. Saya sudah lama menggunakan e-Faktur Desktop (e-Faktur DJP), bagaimana cara memindahkan database yang sudah terekam di e-Faktur Desktop ke e-Faktur OnlinePajak?

Jawaban: Riwayat transaksi Anda yang berada di database e-Faktur Desktop dapat dipindahkan ke OnlinePajak. Caranya dengan melakukan ekspor database menjadi file CSV dan impor ke OnlinePajak.

Pemindahan data ini akan mempermudah Anda, jika nantinya Anda perlu membuat faktur pajak pengganti, nota retur atau membatalkan faktur pajak sebelumnya melalui OnlinePajak.

2. Saya mengelola e-Faktur untuk beberapa perusahaan. Dapatkah saya mengelola beberapa perusahaan-perusahaan tersebut sekaligus di OnlinePajak?

Jawaban: Tentu bisa. Aplikasi e-Faktur OnlinePajak memungkinkan Anda untuk mengelola lebih dari satu perusahaan di akun yang sama. Anda hanya perlu membuat profil perusahaan baru dari akun Anda. Melalui fitur ini, Anda tak perlu repot berubah akun atau bahkan berganti perangkat (PC/laptop).

3. Selain membuat dan merekam faktur pajak, bisakah saya membuat laporan SPT Masa PPN di OnlinePajak? Bagaimana caranya?

Jawaban: Di e-Faktur OnlinePajak, Anda tidak hanya dapat membuat dan merekam faktur pajak. Anda juga bisa langsung mendapatkan SPT Masa PPN secara otomatis di akun OnlinePajak Anda. Lihat tutorial pembuatan SPT Masa PPN di OnlinePajak pada link berikut ini, tutorial e-Faktur.

4. Apakah e-Faktur OnlinePajak memiliki fitur down payment?

Jawaban: Fitur down payment dapat Anda temukan pada rilis aplikasi terbaru e-Faktur OnlinePajak. Anda tidak hanya bisa membuat faktur pajak dengan uang muka, termin, dan pelunasan. Fitur down payment e-Faktur OnlinePajak akan merekonsiliasikan seluruh transaksi yang berkaitan dengan Anda. Alhasil, Anda akan lebih hemat waktu dan tak perlu melakukannya secara manual.

5. Ada beberapa orang dalam tim keuangan saya yang bertugas mengelola faktur pajak. Dapatkan kami berkolaborasi bersama di satu akun perusahaan?

Jawaban: Ya, Anda bisa berkolaborasi dengan tim Anda untuk mengelola satu akun perusahaan yang sama. Bahkan Anda bisa mengerjakannya dalam waktu yang bersamaan di perangkat yang berbeda.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

CARA BARU E-FILING PPN!​

Tidak perlu file CSV, kami punya cara baru untuk lapor PPN yang sudah mengikuti regulasi e-Faktur 3.0. Hemat waktu Anda untuk pelaporan SPT Masa PPN, Gratis!

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Cara Baru e-Filing PPN!

Tidak perlu file CSV, kami punya cara baru untuk lapor PPN yang sudah mengikuti regulasi e-Faktur 3.0. Hemat waktu Anda untuk pelaporan SPT Masa PPN, Gratis!

OnlinePajak menggunakan cookie untuk memberikan pengalaman terbaik saat menavigasi website. Kebijakan cookie selengkapnya di sini