Mengenal Akuntansi Sektor Publik, Karakteristik & Ruang Lingkupnya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Arti Akuntansi Sektor Publik

Akuntansi sektor publik adalah proses pengumpulan, pencatatan, pengklasifikasian, analisis, dan pembuatan laporan keuangan untuk sebuah organisasi publik yang menyajikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang membutuhkannya. Akuntansi sektor publik biasanya digunakan sebagai alat pertanggungjawaban lembaga publik kepada masyarakat, sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih transparan. 

Contoh organisasi/lembaga yang dimaksud adalah lembaga pemerintah pusat & daerah maupun lembaga bukan milik pemerintah. Rumah sakit dan lembaga pendidikan pun biasa menggunakan akuntansi jenis ini.

Dalam praktiknya, akuntansi sektor publik lebih menekankan pada pemeriksaan serta sistem akuntansinya. Standar sistem akuntansi negara, terutama lembaga pemerintah membuat akuntansi ini menjadi akuntansi yang harus disesuaikan dengan standar akuntansi di setiap lembaga. Ukuran prestasi dan kinerja sektor publik menjadi titik berat dalam pengembangan akuntansi sektor publik. Tekanan pada efektivitas manajemen serta efisiensi keuangan pun menjadi titik fokus utama dalam bidang akuntansi ini.

Baca Juga: Memahami Pengakuan Pendapatan, Istilah dalam Dunia Akuntansi

Tujuan Akuntansi Sektor Publik 

Berdasarkan American Accounting Association (AAA) 1970, berikut ini tujuan dari akuntansi dalam sektor publik: 

1. Kontrol Manajemen

Kontrol manajemen berguna untuk memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan dalam pengelolaan organisasi secara efisien, cepat, tepat, dan ekonomis atas operasional hingga menggunakan sumber daya yang dialokasikan dalam suatu organisasi. 

2. Akuntabilitas

Akuntabilitas memiliki tujuan yang tidak jauh berbeda dengan kontrol manajemen, yaitu menyajikan informasi yang bermanfaat bagi manajer sektor publik. Akuntabilitas digunakan dalam pelaporan pelaksanaan tanggung jawab atas sumber daya atau bidang/divisi yang ada di dalam wewenang manajer tersebut. 

Baca Juga: Akuntansi Biaya: Serba-Serbi yang Perlu Anda Ketahui

Karakteristik Akuntansi Sektor Publik

Bicara tentang akuntansi, tentu selalu berdampingan dengan karakteristiknya. Berikut ini karakteristik akuntansi sektor publik yang penting untuk diketahui.

  • Berdasarkan penggunaan, akuntansi jenis ini digunakan oleh lembaga pemerintah pusat maupun daerah. 
  • Dari sisi sifatnya, akuntansi bersifat khusus untuk organisasi non profit yang tidak menghasilkan laba. 
  • Sedangkan dari fokus tujuan lembaga, akuntansi hanya menyajikan informasi pelayanan kepada publik untuk kesejahteraan mereka. 
  • Dilihat dari lingkungan, lembaga atau sektor publik bergerak pada lingkungan turbulence dan sangat kompleks. 

Ruang Lingkupnya

Ruang lingkup akuntansi bagi sektor publik tentu dapat dipastikan untuk lembaga sektor publik, seperti berikut: 

  1. Lembaga tertinggi pemerintahan negara & departemen di bawah naungannya
  2. Lembaga pemerintahan daerah
  3. Yayasan
  4. Partai politik dan LSM
  5. Organisasi non profit
  6. Sekolah
  7. Kesehatan
  8. Tempat peribadatan
  9. Perguruan tinggi. 

Sederhananya, ruang lingkup akuntansi sektor publik merupakan lembaga yang menggunakan anggaran publik seperti yang sudah disebutkan di atas. Itulah alasannya pertanggungjawaban lembaga atas penggunaan anggaran masyarakat ini yang membuat lembaga-lembaga tersebut wajib melaporkan keuangan dalam sistem akuntansi ini. 

Baca Juga: Akuntansi UMKM: 5 Manfaat Pentingnya Penerapan Siklus Ini

Ruang lingkup di atas tersebut dibedakan atas 2 jenis, yakni:

  • Akuntansi Pemerintah: Data akuntansi ditujukan untuk memberi informasi tentang transaksi ekonomi maupun keuangan pemerintah kepada pihak eksekutif, legislatif, yudikatif, dan masyarakat. 
  • Akuntansi Sosial: Masuk dalam lingkup akuntansi khusus yang diterapkan pada lembaga, seperti makro yang melayani perekonomian nasional. Akuntansi sosial menjadi akuntansi yang digunakan dalam pencatatan peristiwa ekonomi dalam sebuah organisasi non profit/nirlaba. Misalnya, partai politik, tempat ibadah, instansi pendidikan dan kesehatan, serta lembaga masyarakat lainnya.

Baca Juga: 9 Istilah dalam Akuntansi Perpajakan yang Wajib Anda Ketahui!

Pengelolaan Akuntansi dan Pajak

Bicara tentang akuntansi dalam bisnis atau lembaga, tidak terlepas dari pembahasan tentang pajak pula. Untuk mendukung suatu organisasi/lembaga, bahkan pelaku usaha, diperlukan yang namanya sistem akuntansi dan pajak yang mumpuni dan mudah digunakan, seperti OnlinePajak. 

OnlinePajak merupakan aplikasi mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak. OnlinePajak menghadirkan ragam fitur yang dapat memudahkan Anda dalam dalam mengelola transaksi usaha maupun perpajakan. Anda dapat membuat faktur komersial maupun faktur pajak melalui e-Faktur. Bayar pajak jadi lebih mudah dengan menggunakan e-Billing & PajakPay. Lapor pajak pun bisa lebih cepat dan akurat dengan fitur e-Filing milik OnlinePajak. 

Tertarik menggunakan OnlinePajak sebagai aplikasi pengelola transaksi bisnis dan pajak Anda dengan lebih praktis? Pelajari lebih lanjut dengan klik di sini. Temukan paket yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda dengan klik di sini!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Kepatuhan Pajak Semakin Mudah

Bayangkan bila pengelolaan pajak, transaksi bisnis dan payroll karyawan Anda dapat dilakukan melalui satu aplikasi terintegrasi, kepatuhan pajak akan jadi semakin mudah

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Kepatuhan Pajak Semakin Mudah

Bayangkan bila pengelolaan pajak, transaksi bisnis dan payroll karyawan Anda dapat dilakukan melalui satu aplikasi terintegrasi, kepatuhan pajak akan jadi semakin mudah.

OnlinePajak menggunakan cookie untuk memberikan pengalaman terbaik saat menavigasi website. Kebijakan cookie selengkapnya di sini