Resources / Blog /

e-Faktur

Aktiva Lancar Adalah: Pengertian, Jenis, Cara Hitung, Rasio Lancar, dan Bedanya dengan Aktiva Tetap

By

Rabbani Haddawi

Aktiva lancar adalah fondasi likuiditas perusahaan — ukuran seberapa siap bisnis menghadapi kewajiban jangka pendeknya. Memahami komponen, cara menghitung, dan perbedaannya dengan aktiva tetap adalah dasar analisis keuangan dan neraca yang baik.

Quick Answer

Aktiva lancar adalah aset yang dapat dicairkan menjadi uang tunai dalam waktu kurang dari satu tahun (atau dalam satu siklus operasi bisnis). Contohnya: kas, piutang, persediaan, investasi jangka pendek, dan biaya dibayar di muka. Aktiva lancar digunakan untuk mengukur likuiditas perusahaan melalui rasio lancar (current ratio).

Apa Itu Aktiva Lancar?

Aktiva lancar (current assets) adalah aset yang dimiliki perusahaan dan dapat dikonversi menjadi kas dalam waktu kurang dari satu tahun atau dalam satu siklus operasi normal.

Berdasarkan PSAK 1, sebuah aset diklasifikasikan sebagai aset lancar jika: dapat direalisasikan dalam siklus operasi normal, dimiliki untuk diperdagangkan, dapat direalisasikan dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau berupa kas/setara kas yang tidak dibatasi penggunaannya.

Jenis-Jenis Aktiva Lancar

1. Kas dan Setara Kas

Uang tunai di tangan/bank dan instrumen keuangan sangat likuid dengan jatuh tempo ≤ 3 bulan. Ini adalah komponen paling likuid dari aktiva lancar.

2. Investasi Jangka Pendek

Surat berharga yang jatuh tempo atau akan dijual dalam 12 bulan — misalnya obligasi jangka pendek, reksa dana pasar uang.

3. Piutang Usaha

Tagihan kepada pelanggan atas penjualan kredit yang belum dilunasi. Dicatat bersih setelah dikurangi cadangan piutang tidak tertagih.

4. Persediaan

Bahan baku, barang dalam proses (WIP), dan barang jadi siap dijual. Dinilai menggunakan metode FIFO atau rata-rata tertimbang.

5. Biaya Dibayar di Muka

Pengeluaran yang sudah dibayar tapi manfaatnya belum diterima — misalnya premi asuransi tahunan, sewa yang dibayar di muka.

6. Pajak Dibayar di Muka

Kelebihan pembayaran pajak yang dapat dikompensasikan atau diminta restitusi — misalnya PPh 25 lebih bayar, PPN Masukan yang belum dikreditkan.

Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap

Aspek Aktiva Lancar Aktiva Tetap
Definisi Dapat dicairkan dalam < 1 tahun Digunakan > 1 tahun untuk operasional
Contoh Kas, piutang, persediaan Gedung, mesin, kendaraan
Penyusutan Tidak disusutkan Disusutkan secara berkala
Tujuan kepemilikan Untuk diperdagangkan / dilikuidasi Untuk operasional jangka panjang

Cara Menghitung Total Aktiva Lancar

Komponen Nilai (Rp)
Kas dan setara kas 150.000.000
Investasi jangka pendek 50.000.000
Piutang usaha (net) 200.000.000
Persediaan 300.000.000
Biaya dibayar di muka 20.000.000
Pajak dibayar di muka 30.000.000
Total Aktiva Lancar 750.000.000

Rasio Lancar (Current Ratio)

Rasio Lancar = Aktiva Lancar ÷ Kewajiban Lancar

Nilai Rasio Interpretasi
> 2 Sangat baik — likuiditas sangat kuat
1–2 Sehat — mampu menutup kewajiban jangka pendek
< 1 Perlu perhatian — risiko likuiditas

Contoh: Aktiva Lancar Rp750.000.000 ÷ Kewajiban Lancar Rp400.000.000 = 1,875 → Sehat.

Kelola Aktiva Lancar dan Kewajiban Pajak Bisnis dengan OnlinePajak

Keakuratan pencatatan aktiva lancar — terutama piutang, persediaan, dan pajak dibayar di muka — adalah fondasi laporan keuangan yang dapat diandalkan. OnlinePajak membantu mengelola faktur, kredit PPN Masukan, dan rekonsiliasi transaksi perpajakan agar aktiva lancar perusahaan tercermin dengan akurat.

Share

Related articles

e-Faktur