Cara Menghitung DPP PPN

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Meski terdengar sepele, namun mengetahui Dasar Pengenaan Pajak (DPP) merupakan hal yang wajib Anda pahami ketika melakukan suatu transaksi. Apabila dalam suatu transaksi pada invoice sudah tertera DPP dan pajak secara terpisah, tentu akan sangat memudahkan Anda.

Namun, bagaimana jika Anda hanya mengetahui nilai total belanja Anda? Hal pertama yang perlu Anda lakukan tentu mencari tahu berapa DPP dari total belanja Anda serta pajak atas transaksi tersebut. Artikel ini akan membahas bagaimana cara mengetahui atau menghitung DPP PPN. Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Dasar Pengenaan Pajak (DPP)

Dasar Pengenaan Pajak atau DPP merupakan harga jual, nilai expor/impor, penggantian, atau nilai yang dipakai sebagai dasar dari penghitungan besarnya pajak yang terutang. Jadi, nilai dasar yang digunakan untuk menghitung pajak terutang seperti PPN, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 4 ayat (2), disebut DPP.

Pada artikel ini, tidak akan dibahas bagaimana mencari DPP seluruh jenis pajak di atas. Artikel ini hanya akan membahas tentang cara menghitung DPP dari PPN. PPN yang terutang, akan dihitung dengan cara mengalikan tarif PPN dengan DPP.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Sebagai wajib pajak, terutama PKP tentu sudah tidak asing dengan pajak yang satu ini. PPN merupakan pajak yang dipungut atas Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang memiliki pertambahan nilai.

Bila bicara tentang PPN, sudah tentu ada kaitannya dengan Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan faktur pajak. PKP merupakan pihak yang memproduksi dan menyerahkan BKP/JKP kepada lawan transaksi dan harus memungut PPN serta menerbitkan invoice atas transaksi tersebut.

Rekaman transaksi yang terjadi antara PKP dengan lawan transaksi baik yang PKP maupun bukan PKP harus direkam dan dilaporkan di dalam faktur pajak. Dalam membuat faktur pajak, sejak 1 Juli 2018 pemerintah sudah mewajibkan PKP untuk membuat faktur pajak dalam aplikasi yang disebut e-Faktur.

Apabila PKP tidak menggunakan e-Faktur, maka PKP tersebut dianggap tidak membuat faktur pajak. e-Faktur merupakan aplikasi yang dibuat oleh pemerintah guna mempermudah PKP dalam mengelola faktur pajaknya. Selain itu, e-Faktur juga diharapkan mampu mengatasi faktur pajak fiktif yang sempat bahkan seringkali terjadi ketika faktur pajak masih dibuat secara manual.

Baca Juga: e-Faktur PPN: Cara Mendeteksi Faktur Pajak Fiktif

Contoh Kasus dan Cara Menghitung DPP PPN

Setelah memahami pengertian dari DPP juga PPN. Mari saatnya menyimak cara mengetahui/menghitung DPP PPN berdasarkan contoh kasus di bawah ini.

Contoh perhitungan DPP adalah sebagai berikut:

Kasus:

PT. Nur menjual perangkat komputer dengan harga Rp15.000.000 dan tidak termasuk PPN di dalamnya kepada PT. Pelita. Maka, DPP atas penjualan perangkat komputer tersebut sebesar Rp11.000.000.

Nah, cara menghitung PPN atas pembelian tersebut adalah PPN terutang = 10% x Rp11.000.000 = Rp1.100.000. Jadi, yang harus dibayar oleh PT. Pelita adalah sebesar Rp12.100.000.

Lalu, bagaimana jika suatu transaksi sudah termasuk PPN? Bagaimana cara mencari DPP atas transaksi tersebut? Mari simak kembali contoh kasus serta cara menghitung DPP PPN di bawah ini.

Kasus:

PT. Kincir menjual perangkat komputer dengan harga Rp33.000.000 dan sudah termasuk PPN ke Bendahara Dinas Kesehatan, maka berikut ini cara mencari tahu DPP atas perangkat komputer tersebut.

DPP: 100/110 x Rp33.000.000 = Rp30.000.000

PPN terutangnya sebesar = 10% x Rp30.000.000 = Rp3.000.000

Maka dari itu, harga perangkat komputer tersebut memang sudah dikenai PPN sebesar 10% atau Rp3.000.000.

Sebagai mitra resmi DJP, OnlinePajak memberikan fasilitas pengelolaan PPN kepada para pengguna melalui e-Faktur OnlinePajak. Apa saja keunggulan e-Faktur OnlinePajak? Tertarik untuk mengelola PPN secara lebih terintegrasi bersama OnlinePajak? Daftar sekarang!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Terima Pembayaran Lebih Cepat Dengan OnlinePajak

Prosedur dan proses pembayaran yang kompleks menjadi salah satu alasan utama atas terjadinya keterlambatan pembayaran. Ayo! Saatnya beralih ke OnlinePajak

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

NJOP adalah taksiran harga rumah dan bangunan yang dihitung berdasarkan luas dan zona rumah serta bangunannya. Berikut ini cara menentukan NJOP

Cara Bayar PPN Lewat ATM

Anjugan Tunai Mandiri adalah produk perbankan yang memiliki banyak fungsi salah satunya sebagai sarana untuk membayar PPN. Lalu bagaimana cara bayar PPN lewat ATM ? apa yang harus And perhatikan saat membayar PPN lewat ATM? Berikut ini kami hadirkan cara bayar PPN lewat ATM baik melalui BCA, Mandiri, BNI dan BRI.

Baca lebih lanjut →

Terima Pembayaran Lebih Cepat Dengan OnlinePajak

Prosedur dan proses pembayaran yang kompleks menjadi salah satu alasan utama atas terjadinya keterlambatan pembayaran. Ayo! Saatnya beralih ke OnlinePajak.

OnlinePajak menggunakan cookie untuk memberikan pengalaman terbaik saat menavigasi website. Kebijakan cookie selengkapnya di sini