QR Code dan Fungsinya dalam e-Faktur

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Apa itu QR Code?

QR Code  atau kode QR adalah singkatan dari Quick Response Code, sebuah kode 2 dimensi yang dapat menyimpan banyak informasi. QR Code Sering dimanfaatkan dalam beberapa bidang, seperti bidang advertising, marketing, jejaring sosial bahkan biasa digunakan untuk mengkodekan alamat website dan nomor telepon.

QR Code pertama kali diciptakan oleh sebuah perusahaan otomotif pada tahun 1994 untuk melacak komponen otomotif yang berkecepatan tinggi. Kode ini dirancang untuk dapat dibaca oleh kamera, sehingga sifatnya menjadi lebih praktis dibandingkan kode untuk laser yang jauh lebih ketat.

Sekadar informasi, kode untuk laser yang biasanya digunakan untuk bar codes tradisional. Pada desain QR Code ini, para desainer dari kode menambahkan empat kotak besar sebagai standar ke semua kode QR yang saat ini telah digunakan di seluruh dunia.

Cara Menggunakan QR Code  

Para pengguna smartphone dapat menggunakan kode ini dengan mudah. Caranya adalah dengan mengunduh aplikasi pemindaian QR Code dari toko aplikasi ponsel.

Kemudian, buka aplikasi dan jalankan untuk mengambil gambar dari kode yang tersedia. Setelah gambar diambil, maka kode-kode QR akan terpecahkan. Selanjutnya, pengguna tinggal melakukan perintah yang diminta QR Code tersebut.

Sistem pemindaian QR Code juga bisa digunakan oleh ponsel yang sudah secara otomatis memiliki aplikasi pembaca kode QR dan terkoneksi dengan internet. Aplikasi atau alat yang digunakan untuk membaca QR Code disebut dengan QR Code Scanner.

Manfaat QR Code

QR Code digunakan untuk memudahkan para pengguna ponsel pintar dalam mengakses informasi. Cukup dua langkah mudah yakni Scan QR Code dan lakukan aksi.

Aksi disini bisa berupa membuka browser, masuk ke halaman website tertentu, menyimpan informasi kontak, atau terhubung langsung dengan nomor yang ada di QR Code tersebut.

QR Code dalam e-Faktur

Karena dinilai banyak memberikan kemudahan bagi para penggunanya,QR Code juga dimanfaatkan dalam dunia perpajakan, khususnya untuk mempermudah proses penyerahan faktur pajak.

Saat ini faktur pajak tidak lagi disetorkan secara manual, namun harus menggunakan aplikasi e-Faktur yang terhubung langsung dengan server Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Sistem penyerahan faktur pajak secara elektronik ini diharapkan dapat menghilangkan kecurangan seperti kasus pembuatan faktur pajak fiktif. Faktur pajak elektronik ini sudah mulai diterapkan kepada seluruh wajib pajak di Indonesia sejak Juli 2016.

QR Code dalam faktur pajak elektronik menyimpan informasi alamat website untuk validasi data faktur. Anda dapat menggunakan aplikasi android yang memiliki fungsi scan barcode.

Setelah kode berhasil di-scan, maka akan muncul link halaman website untuk validasi kebenaran data dengan server e-faktur DJP.

Pada alamat yang kita kunjungi, terdapat data seperti identitas pembeli, penjual, nomor faktur, nilai barang dan PPN. Dengan melakukan konfirmasi tersebut, penerima faktur bisa lebih yakin akan keaslian faktur yang diterima.

Para pembeli juga akan terlindungi dari penyalahgunaan faktur pajak tidak sah lantaran e-faktur dilengkapi dengan pengaman berupa QR code yang dapat diverifikasi cukup dengan melakukan scan. Alhasil, PKP pembeli mendapatkan kepastian bahwa PPN yang dibayarkannya telah dilaporkan oleh penjual.

Terlepas dari banyaknya manfaat QR Code, dapat disimpulkan bahwa penggunaan QR Code dalam e-Faktur adalah untuk memberikan keamanan, kenyamanan, dan kemudahan bagi Pengusaha Kena Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Migrasi data histori dari e-Faktur desktop Anda ke OnlinePajak

Ingin migrasi data dari e-Faktur dekstop ke OnlinePajak? Fitur e-Faktur migration tool kami akan memudahkan pekerjaan Anda

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

NJOP adalah taksiran harga rumah dan bangunan yang dihitung berdasarkan luas dan zona rumah serta bangunannya. Berikut ini cara menentukan NJOP

Cara Backup e-Faktur

Cara backup e-Faktur ada beberapa langkah. Berikut ini adalah cara melakukan backup atas database e-Faktur: 1. Keluar dari aplikasi e-Faktur, 2 Ubah nama folder db, 3. ekstrak dan pindahkan folder db, 4. Jalankan etaxinvoice.exe.

Baca lebih lanjut →

Impor faktur masukan dengan cepat menggunakan pemindai QR

Tidak perlu lagi menggunakan pemindai fisik; cukup unggah e-Faktur dengan memindai QR code.

faktur OnlinePajak