Resources / Blog / PPN e-Faktur

Sistem Penjualan Konsinyasi & Kunci Keberhasilannya

Sistem penjualan konsinyasi merupakan metode unik dalam dunia bisnis di mana penjual menawarkan produk kepada pengecer atau agen untuk dijual, tanpa pengecer membayar produk tersebut di muka. Sebagai alternatif dari model penjualan tradisional, sistem ini membawa sejumlah keuntungan dan tantangan yang perlu dipahami dengan baik oleh para pelaku bisnis.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi secara mendalam tentang sistem penjualan konsinyasi, menyoroti konsep dasarnya, keuntungan dan risikonya, serta faktor-faktor kunci yang mendukung keberhasilannya.

Sistem Penjualan Konsinyasi dan Kunci Keberhasilannya

Definisi Konsinyasi

Konsep konsinyasi telah menjadi strategi yang semakin populer di kalangan perusahaan yang ingin mengoptimalkan distribusi dan meningkatkan likuiditas keuangan. Konsinyasi bukanlah sekadar metode transaksi, melainkan sebuah pendekatan strategis yang memberikan fleksibilitas unik kepada kedua belah pihak, yaitu konsinyor dan konsinyee. 

Konsinyasi adalah suatu bentuk transaksi bisnis di mana penjual mengirimkan produk kepada pengecer atau agen untuk dijual, namun barang-barang tersebut tetap menjadi milik penjual sampai terjadi penjualan kepada konsumen akhir. Dalam sistem ini, pengecer hanya membayar kepada penjual setelah produk terjual, mengurangi risiko finansial bagi pengecer dan mendorong penjualan yang lebih aktif. Dengan kata lain, penjual menitipkan barangnya untuk dijualkan ke pihak lain. Biasanya, penjualan dengan metode ini paling diminati di Indonesia terutama bagi pelaku UMKM dan pengusaha di bidang ritel. 

Yearly saving potential
Rp 0
Masukkan jumlah Invoice Anda di bawah ini untuk mengetahui tingkat pengembalian investasi (ROI)
e-Faktur/Invoice
e-Signature
e-BuPot
e-Meterai
Jumlah Bupot / SSP / Credit Note yang tidak tertagih (Rp)
Jumlah hari yang dibutuhkan untuk memproses invoice
Rata-rata Nilai Invoice (Rp)
Biaya Tax Audit per Tahun (Rp)
Yearly saving potential
Isi detail Anda untuk mulai Berhemat!

    Numbers estimated based on existing industry. Read more: Otomatisasi Penagihan Kepatuhan¬†      

    Konsep konsinyasi menciptakan hubungan kerjasama di antara kedua belah pihak, di mana penjual berharap pengecer akan berusaha maksimal untuk memasarkan dan menjual produk dengan efektif.

    Konsep Dasar Penjualan Konsinyasi

    Dalam skenario ini, pengecer hanya membayar kepada penjual setelah produk terjual dan mereka menerima pembayaran dari konsumen. Konsep ini menciptakan hubungan kerjasama yang erat antara penjual dan pengecer, dengan harapan bahwa pengecer akan melakukan segala upaya untuk memasarkan dan menjual produk dengan efektif.

    Dalam konsinyasi ini, pihak penitip barang (konsinyor) akan memproduksi barang dan menjualnya melalui tempat promosi atau channel yang dimiliki penerima barang atau penyalur (konsinyee). 

    Baca Juga: Account Payable Officer: Peran & Tanggung Jawab Membangun Fondasi Keuangan yang Kokoh

    Lalu bagaimana dengan pembagian profit? Biasanya pembagian profit itu dilakukan berdasarkan dua hal, yaitu pembagian keuntungan atau pihak penyalur menentukan sendiri harga jual barang paling sesuai.

    Keuntungan dari Sistem Penjualan Konsinyasi

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, metode penjualan konsinyasi ini menjadi sangat populer di Indonesia, terutama bagi pelaku UMKM dan pengusaha ritel karena ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan, yakni: 

    1. Pengurangan Risiko Finansial: Salah satu keuntungan utama dari sistem ini adalah pengecer tidak perlu membayar produk di muka. Ini mengurangi risiko finansial bagi pengecer, terutama ketika produk tidak laku terjual.
    2. Stimulasi Penjualan: Pengecer cenderung lebih bersemangat untuk mempromosikan dan menjual produk ketika mereka tidak perlu berinvestasi secara signifikan di awal. Ini dapat menghasilkan peningkatan penjualan dan eksposur merek.
    3. Pemantauan Stok yang Efisien: Dengan membiarkan barang tetap menjadi milik penjual hingga terjadi penjualan, penjual dapat lebih efisien memantau stok dan mengelola pasokan produk.
    4. Mempertahankan Kontrol atas Produk: Penjual tetap memiliki kendali atas produk hingga saat terjadi penjualan, memastikan bahwa merek dan reputasi perusahaan dijaga dengan baik.
    5. Penyebaran Risiko Penjualan: Risiko penjualan lebih terdistribusi antara penjual dan pengecer, sehingga keduanya memiliki kepentingan yang sejalan untuk menjual produk seefisien mungkin.

    Risiko dan Tantangan dalam Penjualan Konsinyasi

    Meski begitu, sistem ini juga memiliki risiko dan tantangan yang mungkin saja akan dihadapi oleh para pengusaha yang mengaplikasikannya. Berikut ini adalah risiko dan tantangan yang mungkin bisa Anda antisipasi: 

    1. Tantangan Manajemen Stok: Penjual harus memastikan bahwa sistem manajemen stoknya efisien untuk menghindari kehilangan atau ketidaksesuaian stok yang dapat merugikan kedua belah pihak.
    2. Potensi Konflik Kepentingan: Keterlibatan pengecer dalam mempromosikan dan menjual produk bisa menjadi titik potensial konflik jika mereka tidak memberikan upaya yang optimal.
    3. Kemungkinan Kerugian Finansial: Jika produk tidak terjual dengan baik, pengecer dapat merugi karena investasi waktu dan tenaga yang telah dikeluarkan tanpa jaminan keuntungan.
    4. Kompleksitas Administrasi: Proses administrasi, seperti pemantauan stok, pemrosesan pembayaran, dan pelaporan, dapat menjadi lebih kompleks dan membutuhkan sistem yang baik.
    5. Risiko Peredaran Barang: Selama barang masih menjadi milik penjual, risiko peredaran dan kerusakan barang selama penyimpanan dan transportasi menjadi tanggung jawab penjual.

    Baca Juga: Account Receivable Officer: Peran & Tanggung Jawab dalam Keuangan Perusahaan

    Kunci Keberhasilan Sistem Penjualan Konsinyasi

    Berikut ini tips kunci keberhasilan dari sistem penjualan konsinyasi: 

    1. Komunikasi Efektif: Komunikasi terbuka dan jelas antara penjual dan pengecer sangat penting. Hal ini mencakup penetapan persyaratan, batasan, dan harapan dari kedua belah pihak.
    2. Sistem Manajemen Stok yang Terpercaya: Investasi dalam sistem manajemen stok yang handal dapat membantu mengatasi tantangan dalam melacak dan mengelola inventaris.
    3. Pengecer yang Berkomitmen: Keberhasilan sistem ini sangat tergantung pada komitmen pengecer untuk memasarkan dan menjual produk dengan maksimal.
    4. Perjanjian Kontraktual yang Jelas: Penetapan perjanjian kontraktual yang jelas dan lengkap dapat menghindari konflik di masa depan dan memberikan landasan hukum yang kuat.
    5. Evaluasi Terus-Menerus: Kedua belah pihak perlu melakukan evaluasi secara berkala untuk mengevaluasi keefektifan sistem ini dan mengidentifikasi area perbaikan.

    Studi Kasus: Keberhasilan Penjualan Konsinyasi dalam Industri Fashion

    Contoh keberhasilan sistem penjualan konsinyasi dapat ditemukan dalam industri fashion, di mana desainer sering bekerja dengan butik atau toko pakaian untuk menjual produk mereka. Dalam situasi ini, desainer mengirimkan koleksi mereka ke toko, dan pengecer hanya membayar desainer setelah produk terjual. Ini memberikan desainer peluang untuk mendapatkan eksposur lebih besar dan memungkinkan toko untuk menawarkan variasi produk tanpa mengambil risiko keuangan yang besar.

    Kesimpulan

    Sistem penjualan konsinyasi memiliki potensi untuk menjadi strategi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, asalkan dikelola dengan cermat dan transparan. Dengan memahami konsep dasarnya, keuntungan dan risikonya, serta faktor-faktor kunci yang mendukung keberhasilannya, pelaku bisnis dapat memanfaatkan model ini untuk meraih keberhasilan yang berkelanjutan. 

    Melalui kerjasama yang baik antara penjual dan pengecer, sistem penjualan konsinyasi dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan penjualan, mengurangi risiko finansial, dan memperluas jangkauan pasar.

    Apapun metode penjualan yang dilakukan oleh pengusaha, bijak rasanya untuk bisa mengelola arus keuangan bisnis mereka secara tersistem dan efektif. Oleh karena itu, OnlinePajak sebagai aplikasi yang telah menyediakan sistem keuangan dan perpajakan yang mudah, terjangkau, dan taat ingin bisnis Anda berkembang dengan signifikan dengan menggunakan aplikasi kami.  OnlinePajak kini hadir dengan fitur pembayaran invoice yang dapat membantu perusahaan di Indonesia. Dalam fitur ini, Anda dapat melakukan pembayaran ke supplier atau permintaan pembayaran.

    Reading: Sistem Penjualan Konsinyasi & Kunci Keberhasilannya