Cara Mudah Alokasi NSFP di e-Faktur OnlinePajak

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Fakta Tentang Nomor Seri Faktur Pajak

Setiap Pengusaha Kena Pajak (PKP) pasti sudah familiar dengan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP). Terdiri dari 16 digit nomor urut yang di dalamnya terdapat Kode Transaksi, Kode Status, Tahun Penerbitan, dan Nomor Urut, NSFP diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada PKP.

Ada dua langkah untuk mendapatkan NSFP, melalui KPP tempat PKP dikukuhkan atau secara online melalui e-NOFA. Tidak semua PKP juga bisa mendapatkan NSFP, hanya PKP yang telah memenuhi syarat-syarat seperti telah memiliki kode aktivasi dan password, melakukan aktivasi akun PKP, dan melaporkan SPT Masa PPN untuk 3 masa pajak terakhir.

Baca juga: Langkah-Langkah Mendapatkan NSFP

Tahukah Anda, bahwa NSFP hanya bisa digunakan selama tahun pajak NSFP tersebut diterbitkan. Apabila selama tahun pajak berjalan nomor seri faktur pajak tidak habis digunakan, maka PKP harus mengembalikannya ke KPP bersamaan dengan SPT Masa PPN Masa Pajak Desember. Senada dengan apa yang diatur dalam Lampiran IVF PER-24/PJ/2012 Tanggal 22 Nopember 2012 Tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan Dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan Atau Penggantian, Dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak.

Nah, dengan jumlah nomor yang sangat banyak, akan sangat merepotkan jika PKP harus menginput NSFP satu-persatu saat ingin membuat faktur pajak. OnlinePajak sebagai mitra resmi DJP memberikan solusi mudah bagi Anda malam melakukan alokasi NSFP secara otomatis. Bagaimana caranya?

Lakukan Alokasi NSFP Secara Otomatis di OnlinePajak

Ada banyak fitur menarik dari aplikasi e-Faktur OnlinePajak, salah satunya adalah alokasi NSFP secara otomatis. Maksudnya adalah Anda tidak perlu lagi menginput nomor seri faktur pajak secara manual karena sistem OnlinePajak akan mengisi NSFP tiap kali Anda membuat faktur pajak dan memilih nomor seri yang dapat dipakai.

Baca juga: 11 Keunggulan e-Faktur OnlinePajak untuk Bisnis Anda

Simak langkah-langkah di bawah ini untuk mengetahui cara lengkap alokasi NSFP di OnlinePajak.

1. Silakan login ke OnlinePajak, pilih fitur HITUNG dan PPN kemudian klik MULAI. Belum memiliki akun? Silakan daftar di sini.

2. Setelah itu, klik tombol PENGATURAN di sisi kanan atas.

3. Di kolom Pengaturan Pajak, pilih PPN.

4. Pada halaman Daftar Seri Faktur Pajak, klik tombol +TAMBAH NSFP di sisi kanan atas.

5. Akan muncul popup mengenai Rekam Nomor Faktur Pajak. Di sini Anda bisa menginput jangkauan (range) untuk Nomor Faktur Pajak Awal dan Nomor Faktur Pajak Akhir. Jika sudah, silakan klik SIMPAN.

6. Data range Nomor Faktur Pajak Anda berhasil disimpan dan dapat segera digunakan.

Perlu dicatat bahwa fitur alokasi NSFP ini merupakan bagian dari e-Faktur host-to-host dan free digunakan oleh user. Namun, jika user ingin melakukan alokasi NSFP secara otomatis, maka silakan upgrade akun Anda ke akun premium OnlinePajak.

Kesimpulan

Itulah salah satu keunggulan e-Faktur OnlinePajak, yang mana pengguna bisa dengan mudah menginput range alokasi NSFP. Selain itu, masih banyak lagi keuntungan lainnya yang semakin memudahkan urusan perpajakan Anda. Tunggu apalagi, gunakan e-Faktur OnlinePajak mulai sekarang!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Buat faktur pajak, bayar, dan lapor SPT Masa PPN Anda dengan mudah

Buat faktur elektronik untuk SPT PPN dan mengirimkannya ke lawan transaksi Anda secara instan tanpa perlu mencetaknya.

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Identifikasi NSFP yang telah digunakan dengan otomatis

Untuk setiap e-Faktur yang Anda masukkan, OnlinePajak akan mengisi NSFP secara otomatis berdasarkan seri yang dialokasikan untuk Anda.

faktur pajak OnlinePajak