Aplikasi e-Faktur 3.0: Ini Fitur dan Skema Baru yang Perlu Anda Ketahui

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Aplikasi e-Faktur 3.0

Aplikasi e-Faktur Desktop versi 3.0 telah hadir dan wajib digunakan oleh wajib pajak pengusaha kena pajak (PKP) mulai tanggal 1 Oktober 2020. Hadirnya aplikasi ini menggantikan penggunaan e-Faktur Desktop versi 2.2 yang sudah ditutup per tanggal 5 Oktober 2020 lalu. Apa saja yang perlu Anda ketahui mengenai aplikasi e-Faktur 3.0 ini? Simak selengkapnya di sini.

Fitur Baru dalam Aplikasi e-Faktur 3.0

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyampaikan kepada seluruh wajib pajak yang sudah berstatus sebagai PKP untuk segera memperbarui aplikasi e-Faktur mereka dengan versi terbaru, yaitu versi 3.0. Implementasi nasional ini sudah dilakukan sejak tanggal 1 Oktober 2020 lalu. Pihak DJP menyampaikan bahwa ada banyak kemudahan dan skema baru yang ditawarkan dari aplikasi e-Faktur Desktop versi 3.0 ini. 

Aplikasi e-Faktur 3.0 menghadirkan fitur “prepopulated”, yang artinya pengisian informasi berdasarkan informasi yang telah terekam sebelumnya. Fitur prepopulated dalam aplikasi ini adalah prepopulated pajak masukan dan prepopulated pemberitahuan impor barang yang telah tersinkronisasi dengan sistem Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia (DJBC). 

Fitur “prepopulated” ini juga ada di dalam aplikasi e-Faktur OnlinePajak, salah satunya pada fitur ‘Sinkronisasi Transaksi Pembelian‘. Fitur ini memudahkan Anda untuk membuat draft faktur pajak pembelian secara otomatis, tanpa harus memasukkan data secara manual. Melalui sinkronisasi dengan DJP, sistem akan merekam transaksi pembelian Anda dan membuat draft faktur pajak secara otomatis pada hari berikutnya.

Kembali membahas fitur “prepopulated” e-Faktur 3.0. Maka, dengan fitur terbaru ini, wajib pajak tidak perlu lagi mengisi data mereka ke dalam SPT Masa PPN secara manual. Wajib pajak hanya perlu memeriksa data yang telah terekam dalam prepopulated SPT Masa tersebut. Jika sudah sesuai, wajib pajak dapat membuat serta melaporkan SPT Masa melalui sistem itu.

Artinya, wajib pajak tidak perlu lagi menggunakan situs DJP Online untuk menyampaikan SPT Masa PPN seperti yang sebelumnya berjalan, tetapi menggunakan aplikasi e-Faktur Web Based, dengan skema sebagai berikut:

  1. Wajib pajak membuat faktur pajak di aplikasi e-Faktur 3.0 Desktop.
  2. Setelah semua faktur pajak disetujui dalam aplikasi, wajib pajak mengakses e-Faktur Web Based di tautan berikut https://web-efaktur.pajak.go.id
  3. Pada laman tersebut, wajib pajak akan menemukan semua data faktur pajak yang telah disetujui. Selanjutnya, wajib pajak menyiapkan SPT Masa PPN.
  4. Wajib pajak dapat langsung menyampaikan SPT Masa PPN di e-Faktur Web Based.

Jadi, wajib pajak tidak perlu lagi mengisi data pajak secara manual dan menggunakan e-Filing CSV untuk lapor SPT Masa PPN. Skema ini sudah dapat diterapkan untuk penyampaian SPT Masa PPN periode pajak September 2020.

Anda masih dapat menggunakan e-Filing CSV DJP untuk melaporkan SPT Masa PPN karena layanan ini masih terbuka. Namun, alur penyampaian SPT Masa PPN akan mengikuti skema terbaru.

Anda juga dapat menggunakan e-Filing OnlinePajak untuk melaporkan SPT Masa PPN maupun jenis pajak lainnya. Jika menggunakan aplikasi e-Faktur OnlinePajak, Anda dapat menyampaikan SPT Masa PPN secara langsung karena aplikasi telah memiliki sistem yang saling terintegrasi. Jadi, memudahkan Anda untuk menghitung dan membuat e-Faktur, kemudian membayar dan melaporkan SPT Masa PPN dalam satu aplikasi, hanya dengan 1 klik.

Aplikasi e-Faktur OnlinePajak

Selain menggunakan aplikasi e-Faktur dari DJP, Anda juga dapat membuat faktur pajak elektronik melalui layanan penyedia jasa aplikasi perpajakan OnlinePajak. Sebagai mitra resmi DJP, OnlinePajak menyediakan berbagai fitur yang memudahkan Anda untuk mengelola transaksi dan perpajakan bisnis Anda. Salah satunya fitur e-Faktur, yang sistemnya terintegrasi ke akuntansi dengan koneksi host-to-host DJP.

Melalui e-Faktur OnlinePajak, Anda dapat membuat faktur pajak, menghitung PPN secara otomatis, mengimpor data dengan scan QR, mengelola faktur pajak dan manajemen nota retur faktur pajak (masukan dan keluaran), serta menyampaikan SPT Masa PPN. Semua dapat Anda lakukan dalam 1 aplikasi terintegrasi. Lebih dari itu, Anda juga dapat menikmati keunggulan lain seperti alokasi NSFP otomatis, membuat faktur komersial, melengkapi identitas lawan transaksi secara otomatis hanya berdasarkan NPWP, dan sebagainya.

Baca Juga: Keunggulan e-Faktur OnlinePajak

Di e-Faktur OnlinePajak, data faktur pajak yang telah Anda buat atau masukkan ke sistem, akan terekam langsung di SPT Masa PPN yang akan dilaporkan. Dengan begitu, Anda tidak perlu mengisi data secara manual dalam form SPT Masa tersebut. Cukup memeriksa kembali data pajak, dan Anda dapat melaporkan langsung dengan 1 klik. Anda juga dapat melakukan pembayaran pajak melalui aplikasi yang sama menggunakan PajakPay.

Seperti yang sudah dibahas di atas, e-Faktur OnlinePajak juga memiliki fitur ‘Sinkronisasi Transaksi Pembelian’, fitur terbaru yang mana memudahkan Anda membuat draft faktur pajak atas pembelian dengan lawan transaksi Anda secara otomatis, tanpa perlu memasukkan data secara manual. Jadi, Anda cukup melakukan pembelian dengan lawan transaksi. Selanjutnya, melalui sinkronisasi dengan DJP yang terjadi setiap pukul 01.00 dini hari, sistem akan membuatkan draft faktur pajak berdasarkan transaksi yang telah dilakukan selanjutnya dan memunculkannya pada akun Anda. Dengan fitur ini, Anda tidak perlu lagi menunggu faktur pajak pembelian dari lawan transaksi. Cukup aktifkan fitur ini dan Anda dapat menikmati kelancaran transaksi dan perpajakan dalam bisnis Anda.

Nikmati kemudahan membuat dan mengelola faktur pajak, serta menyampaikan SPT Masa dengan 1 klik saja. Lihat paket dan harga yang sesuai dengan kebutuhan Anda di sini.

Cara Update Aplikasi e-Faktur Terbaru

Jika merupakan pengguna aplikasi OnlinePajak, Anda tidak perlu melakukan update aplikasi untuk menggunakan fitur-fitur di dalamnya. Namun jika Anda pengguna e-Faktur Desktop dan ingin melakukan update ke e-Faktur 3.0, ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan:

  1. Silakan melakukan back-up e-Faktur versi sebelumnya.
  2. Unduh aplikasi e-Faktur 3.0 di https://efaktur.pajak.go.id.
  3. Pilih aplikasi yang sesuai dengan sistem operasi perangkat Anda.
  4. Extract file aplikasi e-Faktur terbaru untuk mendapatkan ‘ETaxInvoice’, ‘ETaxInvoiceMain’, dan ‘ETaxInvoiceUp’.
  5. Copy ketiga file dan paste ke folder e-Faktur 2.2. Anda akan melihat notifikasi, kemudian klik ‘Replace the files’.
  6. Klik ‘ETaxInvoice’, pilih ‘database’, pilih ‘local database’, lalu klik ‘Connect’.
  7. Silakan login ke aplikasi e-Faktur.
  8. Jika sukses, Anda akan melihat menu baru pada aplikasi e-Faktur, yaitu ‘Prepopulated Data’.
  9. Masuk menu ‘Setting’ untuk mengatur referensi Sertifikat Elektronik.
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Buat faktur pajak, bayar, dan lapor SPT Masa PPN Anda dengan mudah

Buat faktur elektronik untuk SPT PPN dan mengirimkannya ke lawan transaksi Anda secara instan tanpa perlu mencetaknya

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

NJOP adalah taksiran harga rumah dan bangunan yang dihitung berdasarkan luas dan zona rumah serta bangunannya. Berikut ini cara menentukan NJOP

Penerimaan Negara dari PPN Sepanjang 2018

Penerimaan negara yang berasal dari pajak hingga akhir September 2018 lalu tumbuh sebesar 16,87% atau setara Rp 900,82 triliun. Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut terbilang cukup positif.
Penerimaan Negara dari PPN dan PPnBM
Berdasarkan pernyataan Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan, penerimaan negara yang berasal dari PPN dan PPnBM hingga September 2018 tumbuh mencapai 64,88% atau sebesar Rp351 triliun.

Baca lebih lanjut →

Buat, Hitung, Setor, dan Lapor PPN di OnlinePajak

Proses PPN setiap transaksi Anda dengan lebih efisien dalam 1 aplikasi terintegrasi. Buat, hitung, setor, dan lapor PPN dengan mudah di OnlinePajak

OnlinePajak menggunakan cookie untuk memberikan pengalaman terbaik saat menavigasi website. Kebijakan cookie selengkapnya di sini