Resources / Blog / Tentang e-Filing

Penting Dilakukan, Ini Tujuan dan Manfaat Audit untuk Perusahaan Anda

Manfaat audit tidak hanya untuk membantu menyajikan laporan keuangan yang lebih akurat, tetapi juga dapat membantu menemukan jika ada kecurangan atau tindakan yang dapat merugikan keuangan perusahaan. Lalu, apa saja manfaat audit untuk perusahaan? Simak pembahasan lengkapnya di artikel ini. 

Pengertian Audit

Mengutip Wikipedia, audit merupakan sebuah proses pengumpulan serta pemeriksaan bukti mengenai informasi guna menentukan dan membuat laporan terkait tingkat kesesuaian antara informasi dan kriteria yang ditetapkan. 

Pengertian lainnya, audit adalah evaluasi laporan keuangan suatu usaha yang dilakukan secara independen dan objektif.

Definisi audit dari sumber lain, adalah pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, bersifat independen terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen serta disertai dengan catatan-catatan pembukuan dan bukti pendukung.

Proses audit harus dikerjakan oleh orang yang kompeten dan independen, serta mengikuti standar audit yang telah ditetapkan. Mereka yang melakukannya disebut sebagai auditor.

Jika disimpulkan, audit merupakan sebuah proses pemeriksaan laporan keuangan yang dilakukan secara sistematis dan independen, juga disertai bukti pendukung.

Jenis-Jenis Audit 

Berdasarkan pemeriksaan dan luas jangkauan pemeriksaannya, audit terbagi ke dalam beberapa jenis. Apa saja?

1. Jenis Audit Berdasarkan Pemeriksaan

Ada 4 jenis audit berdasarkan pemeriksaannya, di antaranya:

  • Audit laporan keuangan (Financial statement audit), pemeriksaan yang mencakup cara menghimpun dan mengevalulasi bukti laporan. Audit ini umumnya dilakukan oleh audit eksternal dan atas permintaan klien. 
  • Audit operasional (Management audit), pemeriksaan yang menganalisis beberapa bagian, mulai dari prosedur hingga metode operasi suatu perusahaan untuk meninjau efisiensi dan efektivitas suatu pekerjaan.
  • Audit ketaatan (Compliance audit), pemeriksaan yang bertujuan untuk mempertimbangkan kebenaran terhadap klien dalam mengikuti aturan tertentu yang telah ditetapkan oleh suatu pihak.
  • Audit kinerja, pemeriksaan yang dilakukan pada instansi pemerintah untuk menentukan 3E (ekonomis, efektivitas dan efisiensi) dengan memerhatikan biaya dan manfaatnya bagi perusahaan.

2. Jenis Audit Berdasarkan Luas Pemeriksaan

Sementara jika melihat dari luas pemeriksaannya, audit terbagi menjadi dua jenis, yaitu audit umum dan audit khusus.

  • Audit umum atau audit pemeriksaan umum (General Audit), jenis pemeriksaan ini mencakup laporan keuangan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang independen, untuk menilai serta memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan secara menyeluruh.
  • Audit khusus, jenis pemeriksaan yang dilakukan secara terbatsa dan diminta oleh perusahaan untuk cakupan yang lebih kecil.

Tujuan dan Manfaat Audit

Pada dasarnya, audit bertujuan agar perusahaan dapat menjadi lebih baik ke depannya. Tujuan suatu perusahaan melakukannya adalah untuk memeriksa kelengkapan, ketepatan, eksistensi, penilaian, klasifikasi, ketetapan, pisah batas (cut off) dan pengungkapan dari perusahaan itu sendiri.

Sementara manfaat audit adalah untuk menambah integritas laporan keuangan yang dapat dipercaya untuk kepentingan pihak eksternal, seperti pemegang saham, pemerintah, kreditur, dan lainnya. 

Tindakan audit juga dapat mencegah terjadinya fraud yang dapat dilakukan oleh manajemen perusahaan.

Audit bermanfaat tidak hanya untuk perusahaan yang diaudit, tetapi juga untuk pihak-pihak lainnya. Bagaimana dampak manfaat tersebut?

1. Manfat bagi Pihak yang Diaudit

Seperti yang sudah disebutkan di atas, audit dapat menambah integritas laporan keuangan agar dapat dipercaya untuk kepentingan pihak eksternal. Audit juga dapat mencegah terjadinya fraud atau menemukan adanya fraud yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan. 

Selain itu, audit memberikan dasar yang dapat lebih dipercaya untuk penyiapan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan kepada pemerintah. 

Audit juga membantu membuka pintu untuk masuknya sumber-sumber pembiayaan dari luar, serta dapat membantu mengungkap kesalahan dan penyimpanan dalam catatan keuangan.

Baca Juga: Audit Laporan Keuangan: Tahapan & Pentingnya dalam Pelaporan Pajak

2. Manfaat Audit bagi Pihak Lain dalam Dunia Usaha

Pihak lain dalam dunia usaha, yang dimaksud di sini adalah karyawan perusahaan atau kreditur. Audit dapat memberikan dasar yang lebih meyakinkan para mitra dan kreditur untuk mengambil keputusan dalam pemberian kredit usaha. Tidak hanya itu, audit turut membantu dalam memberikan dasar lebih meyakinkan pada perusahaan asuransi untuk menyelesaikan atas kerugian yang diasuransikan.

Audit juga dapat menjadi dasar yang terpercaya pada para investor dan calon investor untuk menilai prestasi investasi dan kepengurusan manajemen.

Manfaat lainnya, audit dapat memberikan dasar yang objektif kepada serikat buruh dan perusahaan yang diaudit untuk menyelesaikan sengketa mengenai upah dan tunjangan.

Dalam transaksi bisnis, audit dapat memberikan dasar yang independen pada pembeli maupun penjual untuk menentukan syarat penjualan, pembelian, atau pun penggabungan perusahaan. 

Kepada langganan atau klien, audit dapat memberikan dasar yang lebih baik untuk menilai profitabilitas atau audit finansial, audit manajemen, sistem pengendalian intern, rentabilitas perusahaan, efisiensi operasional dan keadaan keuangannya.

3. Manfaat bagi Pemerintah atau Pihak Lainnya

Audit dapat memberikan tambahan kepastian yang independen mengenai ketelitian pelaporan keuangan sebagai dasar pengenaan pajak. Tidak hanya itu, audit bermanfaat sebagai dasar yang independen kepada pihak lain di bidang hukum untuk menyelesaikan masalah dalam kebangkrutan, mengurus harta warisan maupun harta titipan, dan menentukan pelaksanaan perjanjian persekutuan dengan cara semestinya.

Prosedur dalam Melakukan Audit

Institusi Akuntan Publik Indonesia (IAPI) telah menetapkan dan mengesahkan beberapa standar yang kini menjadi acuan dasar dalam melakukan audit keuangan, di antaranya standar auditing umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan interpretasi.

1. Standar Auditing Umum

Prosedur menggunakan standar auditing umum terdiri dari tiga bagian, yaitu:

  • Pelaksana audit, atau yang umumnya disebut auditor adalah seseorang atau lebih dengan keahlilan dan pengalaman pelatihan teknis yang memadai sebagai auditor.
  • Auditor mempertahankan mental dari segala hal yang berkaitan dengan perikatan dan independesi harus segala dijaga.
  • Auditor wajib memanfaatkan keahlian profesionalnya dalam proses pelaksanaan audit hingga kegiatan pelaporan dengan cermat dan saksama.

2. Standar Pekerjaan Lapangan

Standar pekerjaan lapangan bersifat lebih khusus pada hal yang mencakup kinerja audit di lapangan.

  • Pada dasarnya, kinerja lapangan dapat bergantung dari perencanaan yang dilakukan. Karena itu, sebagai tenaga profesional, seluruh pekerjaan harus direncanakan dengan baik dan matang. Jika perlu menggunakan tenaga asisten, haruslah yang telah disupervisi dengan cara semestinya.
  • Pemahaman yang memadai atas pengendalian intern.
  • Bukti audit yang diperoleh melalui inspeksi pengamatan harus bersifat kompeten.

3. Standar Pelaporan Interpretasi

Standar pelaporan interpretasi terdiri dari 4 bagian, yaitu:

  • Laporan audit harus menyatakan jika laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
  • Hasil laporan auditor harus menunjukkan kekonsistenan.
  • Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.
  • Laporan auditor harus memuat pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan bahwa pernyataan yang demikian tidak dapat diberikan.

Baca Juga: Kertas Kerja Audit: Ini Pengertian, Syarat, dan Tujuannya!

Hasil Audit Laporan Keuangan

Bagaimana hasil dari pemeriksaan laporan keuangan? Hasil audit adalah berupa opini, yang terdiri dari:

  • Wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion), artinya laporan keuangan disajikan sesuai dengan standar akuntansi (PSAK/IFRS/SAP).
  • Wajar dengan pengecualian (qualified opinion), laporan keuangan dapat diandalkan, namun pemilik kepentingan harus memerhatikan beberapa masalah yang diungkapkan auditor atas pos yang dikecualikan agar tidak salah dalam mengambil keputusan.
  • Tidak wajar (adversed opinion), laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan standar akuntansi apapun.
  • Menolak memberikan opini (disclaimer of opinion), suatu nilai secara material tidak dapat diyakini auditor karena adanya pembatasan lingkup pemeriksaan oleh manajemen sehingga auditor tidak punya cukup bukti.

Kesimpulan

Seberapa penting manfaat audit untuk suatu perusahaan? Audit membantu dalam menyajikan laporan keuangan yang lebih akurat serta menghindari atau mengungkap terjadinya fraud yang dilakukan manajemen dalam perusahaan itu sendiri. Tidak hanya itu, audit dapat menambah integritas laporan keuangan untuk dipercaya oleh pihak-pihak eksternal, seperti investor dan pemerintah.

Audit juga membantu dalam mempersiapkan SPT Tahunan PPh Badan yang dilaporkan paling lambat tanggal 30 April. Sudahkah Anda melakukan pelaporan pajak penghasilan usaha Anda? Lapor SPT PPh Badan di sini!

Untuk mempermudah audit, serta mendukung proses audit yang lebih lancar, sangat disarankan untuk mulai mengelola keuangan perusahaan lebih rapi. Salah satunya dengan menggunakan bantuan aplikasi bisnis untuk pencatatan transaksi usaha, seperti OnlinePajak.

Menggunakan OnlinePajak, Anda dapat mengelola transaksi bisnis dan pajak badan usaha dengan lebih mudah. Tidak hanya itu, Anda juga dapat mengoptimasi proses bisnis serta memaksimalkan modal usaha dengan cara yang lebih efisien. Bagaimana caranya? Daftar sekarang untuk mempelajari fitur-fitur yang tersedia, klik di sini.

Reading: Penting Dilakukan, Ini Tujuan dan Manfaat Audit untuk Perusahaan Anda