Pajak Hasil Pertanian: Kenali Jenis dan Pengenaan Tarifnya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Sekilas Mengenai Sektor Pertanian di Indonesia

Indonesia merupakan negara agraris, dengan pertanian sebagai salah satu sumber pendapatan terbesar. Karena negara ini memiliki potensi pertanian yang tinggi, tidak mengherankan jika pertanian disebut sebagai kunci perekonomian. Bagaimana penerapan pajak hasil pertanian di Indonesia? Jenis pajak apa yang dikenakan untuk berbagai macam hasil dari sektor ini? Sebelum membahas lebih jauh mengenai pajak hasil pertanian, mari kita simak terlebih dahulu sedikit informasi mengenai pertanian di Indonesia. 

Masalah pangan merupakan sektor kuat yang selalu dibutuhkan manusia, terlebih Indonesia memiliki banyak penduduk. Maka dari itu, pengembangan sektor ini merupakan hal yang penting dan terus menjadi salah satu fokus pemerintah.

Di Indonesia, sektor pertanian dibagi atas: 

  • Sektor Perkebunan Besar Baik Milik Swasta ataupun Milik Negara 

Fokus untuk memproduksi komoditas ekspor seperti karet dan minyak sawit

  • Produksi Petani Kecil

Fokus untuk memproduksi bahan pangan seperti beras,jagung, buah dan sayuran. 

Berdasarkan informasi yang dilansir dari situs Kementerian Pertanian Indonesia selain meningkat, peran sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga semakin penting. Selama periode 2013-2018, akumulasi tambahan PDB sektor pertanian yang dihasilkan mencapai Rp1.375 Triliun dan nilai PDB Sektor Pertanian tahun 2018 naik 47% dibandingkan dengan tahun 2013. Meningkatnya produksi pertanian di Indonesia mampu menyediakan sumber daya pangan dan menekan inflasi secara signifikan.  

Baca Juga: Inflasi dan Pengaruhnya Terhadap PPN

Pajak Hasil Pertanian 

Hasil pertanian merupakan barang kena pajak yang diserahkan oleh kelompok petani kepada pembeli dengan peredaran usaha di atas Rp4,8 miliar. Atas penyerahan ini pajak hasil pertanian dikenakan PPN dengan tarif 10% dari harga jual. Dalam mekanisme PPN pertanian, petani berkewajiban memperhitungkan seluruh pajak masukan yang telah dibayar seperti pajak pembelian pupuk dan kebutuhan bertani lainnya kemudian menyetorkannya ke kas negara. 

Baca Juga:

Saat ini, pemungutan PPN atas penyerahan barang hasil pertanian tertentu dari kelompok petani (PKP) kepada industri dipungut bukan oleh PKP dikenakan tarif sebesar 1%. Tarif efektif PPN 1% dikenakan karena dasar pengenaan pajak dari penyerahan barang hasil pertanian tertentu menggunakan DPP nilai lain yaitu 10% dari harga jual. 

Baca Juga: Mengenal DPP Nilai Lain PPN

Badan usaha industri yang membeli dari petani ditunjuk sebagai pemungut PPN 1% dan tetap dapat mengkreditkan PPN bersangkutan sebagai pajak masukan.  

Ketentuan mengenai nilai lain ini diatur dalam Pasal 6 Peraturan Menteri Keuangan No.89/2020 tentang Nilai Lain sebagai Dasar Pengenaan Pajak atas Penyerahan Barang Hasil Pertanian Tertentu yang diundangkan pada 27 Juli 2020. 

Apa saja jenis hasil pertanian yang dapat dikenakan DPP Pajak Pertambahan Nilai nilai lain 1%? 

1) Produk pertanian seperti holtikultura yang terdiri dari:

  • Non BKP, kebutuhan pokok  (buah-buahan, sayur-sayuran).
  • BKP (tanaman hias dan obat).
  • Non BKP (tanaman pangan seperti padi, jagung, kacang tanah, ubi kayu, beras dan gabah).

2) Produk perkebunan (barang kena pajak) 

Semua produk perkebunan yang dapat dikenakan DPP PPN 1% masuk dalam kategori Barang Kena Pajak. Beberapa produk tersebut di antaranya kopi, aren, kakao, jambu mete, lada, pala, cengkeh, teh, tembakau, karet, kapas, kapuk, kayu manis, kina, vanili, nilam, sereh, atsiri,dan kelapa.

3) Produk kehutanan

Produk kehutanan yang dapat dikenakan tarif DPP PPN 1% dapat dikategorikan menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Hasil Hutan Kayu (kayu bulat besat/kecil, kayu bulat sawut, kayu bulat kering, dan kayu bulat karet).
  • Hasil Hutan Bukan Kayu  (rotan asalan, rotan bundar WS, Kamendangan, gubal gaharu, biji kemiri, biji tengkawang, kopal damar).

Jika Anda memiliki bisnis di bidang pertanian/perkebunan dan tertarik untuk mengelola pajak secara lebih mudah & efisien dengan OnlinePajak, silakan klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sistem pengelolaan PPN yang kami miliki.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Buat faktur pajak, bayar, dan lapor SPT Masa PPN Anda dengan mudah

Buat faktur elektronik untuk SPT PPN dan mengirimkannya ke lawan transaksi Anda secara instan tanpa perlu mencetaknya

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Buat, Hitung, Setor, dan Lapor PPN di OnlinePajak

Proses PPN setiap transaksi Anda dengan lebih efisien dalam 1 aplikasi terintegrasi. Buat, hitung, setor, dan lapor PPN dengan mudah di OnlinePajak

OnlinePajak menggunakan cookie untuk memberikan pengalaman terbaik saat menavigasi website. Kebijakan cookie selengkapnya di sini