Return on Assets: Pengertian, Fungsi, Rumus dan Penghitungannya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Return on Assets (ROA) dapat membantu pengusaha untuk mengetahui keuntungan bisnisnya dengan tepat. Serta dengan mengetahui ROA, pengusaha dapat mengukur efisiensi dalam perubahan uang yang digunakan untuk membeli aset menjadi laba bersih. Bagaimana cara mencari tahunya? 

Definisi Return on Assets oleh Ahli

Return on Assets atau pengembalian atas aset, menurut Kasmir adalah suatu rasio yang menilai hasil atas suatu jumlah aktiva yang digunakan dalam suatu perusahaan.

Sedangkan menurut Bambang Riyanto, ROA adalah kemampuan modal yang diinvestasikan dalam nlai aktiva secara keseluruhan untuk bisa menghasilkan keuntungan neto sesudah pajak.

Lalu menurut Eduardus Tandelilin, ROA adalah suatu alat yang digunakan untuk menilai sejauh mana kemampuan berbagai aset yang dimiliki perusahaan untuk bisa menghasilkan laba.

Jadi kesimpulannya, pengembalian atas aset adalah rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menggunakan aktiva untuk memperoleh laba.

Fungsi Penghitungan ROA

Mengapa perusahaan perlu mencari tahu ROA? Ada beberapa fungsi ROA yang perlu diketahui, di antaranya:

  • ROA berfungsi mengukur efisiensi penggunaan aktiva perusahaan yang berkaitan dengan efisiensi proses produksi maupun penjualan.
  • Sebagai patokan untuk mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas pada setiap divisi dalam perusahaan. Jadi, ROA dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan produktivitas serta kinerja tiap divisi.
  • Mengukur tingkat profatibilitas untuk setiap produk yang diproduksi oleh perusahaan. Jika tingkat profatibilitas menurun, perusahaan dapat mengetahui penyebabnya dan melakukan evaluasi.
  • Alat untuk menentukan posisi antar perusahaan pada sektor industri yang sama dalam menghasilkan laba bersih dan cara memanfaatkan aset yang dimiliki.
  • ROA dapat membantu manajemen dalam hal pengambilan keputusan untuk mengembangkan bisnis. Semakin tinggi tingkat ROA, semakin tinggi potensi perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya.

Baca Juga: Manajemen Aset: Siklus & Manfaatnya Pada Perusahaan

Baca Juga: Jenis Aktiva Lancar & Hubungannya dengan Perpajakan

Di sisi lain, ROA turut membantu investor dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi pada suatu perusahaan. Jika hasil ROA suatu perusahaan semakin tinggi, hal ini akan semakin menarik minat investor untuk berinvestasi.

Faktor yang Memengaruhi ROA

Menurut Kasmir, ada dua hal utama yang memengaruhi return on assets, yaitu margin laba bersih dan perputaran total aktiva. Sebagai contoh rendahnya margin laba bersih yang diakibatkan dari minimnya perputaran total aktiva dapat menyebabkan tingkat ROA rendah.

Selain itu, ada beberapa faktor lainnya yang dapat memengaruhi pengembalian atas aset:

  • Perputaran Kas (Cash Turnover)

Perputaran kas digunakan untuk mengukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan yang dibutuhkan untuk membayar suatu tagihan dan membiayai proses penjualan perusahaan.

  • Perputaran Piutang (Receivable Turnover)

Perputaran piutang dapat digunakan untuk mengukur lama suatu penagihan piutang dalam satu periode atau banyaknya dana yang mampu ditanam dalam piuang tersebut berputar dalam satu tahun. Tinggi-rendahnya perputaran piutang ini tergantung pada besar-kecilnya modal yang diinvestasikan dalam piutang.

Semakin tinggi perputaran piutang, semakin baik kualitas piutang itu. Semakin cepat perputaran piutang, maka semakin besar peluang modal untuk kembali.

  • Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)

Persediaan adalah suatu unsur dari aktiva lancar yang merupakan bagian unsur aktif dalam kegiatan perusahaan, dan secara terus-menerus dapat diperoleh, diubah dan dijual pada pembeli. Persediaan yang berputar dengan baik dapat mempercepat pengembalian kas dari penjualan. 

Perputaran persediaan yang dilakukan secara bertahap dapat melancarkan kegiatan perusahaan untuk melakukan proses produksi sampai pendistribusian produk ke konsumen akhir. 

Rumus Menghitung Return on Assets

Formula atau rumus menghitung ROA perusahaan adalah:

ROA= Net Income / Total Assets

Net income dalam formula ini adalah penghasilan bersih setelah pajak atau laba setelah pajak.

Hasilnya kemudian dikalikan 100 karena akan menjadi angka persentase (%)

Nilai ROA menggambarkan pengembalian perusahaan dari seluruh aktiva yang diberikan pihak perusahaan. Semakin tinggi nilai ROA, mencerminkan tingkat pengembalian investasi yang semakin bersar. Dengan kata lain, perusahaan memiliki kinerja yang baik dalam mengelola aktivanya.

Contoh soal:

Berdasaran laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2020, laba bersih setelah pajak PT Maju Bersama Tbk adalah sebesar Rp300.000.000, dengan total asetnya sebesar Rp6.000.000.000. 

Dari pernyataan tersebut, berapa ROA PT Maju Bersama Tbk?

ROA= Net Income / Total Assets

ROA= Rp300.000.000 / Rp6.000.000.000

ROA= 0.05 x 100%

ROA= 5%

Maka, ROA PT Maju Bersama Tbk adalah sebesar 5%.

Kesimpulan

Untuk dapat mengkur tingkat efisiensi penggunaan aktiva dalam perusahaan agar mendapatkan laba bersih, pengusaha perlu mencari tahu return on assets bisnisnya.

Tidak hanya itu, ROA juga dapat menjadi tolak ukur untuk tingkat efisiensi dan efektivitas pada setiap divisi dalam perusahaan. Dengan kata lain, ROA dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan produktivitas serta kinerja tiap divisi.

Fomula mencari rasio ROA adalah laba bersih setelah pajak atau penghasilan bersih setelah pajak dibagi dengan total aset perusahaan, atau:

ROA= Net Income / Total Assets

Karena menggunakan laba bersih/penghasilan bersih setelah pajak, maka pastikan untuk mengelola pajak usaha dengan baik sehingga mendapatkan penghitungan yang akurat. 

Pengusaha dapat menggunakan aplikasi penyedia jasa perpajakan (PJAP) untuk mempermudah pengelolaan pajak usahanya, salah satunya OnlinePajak. Sebagai mitra resmi DJP, aplikasi OnlinePajak memiliki banyak fitur yang menawarkan solusi pengelolaan transaksi dan pajak usaha. 

Mulai dari pembuatan dan pengelolaan faktur komersial maupun faktur pajak, pengelolaan data dan gaji karyawan, pembayaran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, pembayaran berbagai jenis pajak usaha, hingga pelaporan pajak usaha, semua fitur ini tersedia dalam satu aplikasi terintegrasi. Tertarik mencoba? Daftar sekarang! Klik di sini.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Hemat Waktu Kelola Pajak Secara Otomatis​

Kelola faktur dan payroll karyawan tanpa memakan banyak waktu. Katakan selamat tinggal kepada lembur!

The banner below this line is for A/B Testing, will only show on experiments

Baca Juga

Hemat Waktu Kelola Pajak Secara Otomatis

Kelola faktur dan payroll karyawan tanpa memakan banyak waktu. Katakan selamat tinggal kepada lembur!

OnlinePajak menggunakan cookie untuk memberikan pengalaman terbaik saat menavigasi website. Kebijakan cookie selengkapnya di sini